Terjemah Kitab Al-qowa'idul Arba' (Bagian 1)

tafsir al quran, hadits, fatwa ulama, artikel, faidah, kata mutiara dan hikmah, serta tanya jawab kajian islam Terjemah Kitab Al-qowa'idul Arba' (Bagian 1)
<Ditulis oleh: Asy-Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab rahimahullah



Berkata Asy-Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab rahimahullah,

بسم الله الرحمن الرحيم

Dengan menyebut nama Allah Maha Pengasih Maha Penyayang

أَسْأَلُ اللهَ الْكَرِيْمَ رَبَّ الْعَرْشِ الْعَظِيْمِ أَنْ يَتَوَلاَّكَ فِي الدُّنْيَا وَالآخِرَةِ، وَأَنْ يَجْعَلَكَ مُبَارَكًا أَيْنَمَا كُنْتَ، وَأَنْ يَجْعَلَكَ مِمَّنْ إِذَا أُعْطِيَ شَكَرَ، وَإِذَا ابْتُلِيَ صَبَرَ، وَإِذَ أَذْنَبَ اِسْتَغْفَرَ، فَإِنَّ هَؤُلاَءِ الثَّلاَثَ عُنْوَانُ السَّعَادَةِ.

Aku memohon kepada Allah Yang Maha Mulia, Robb arsy yang agung agar melindungimu di dunia dan akhirat, menjadikanmu diberkahi dimana pun kamu berada, dan menjadikanmu termasuk orang-orang yang bersyukur bila diberi nikmat, bersabar bila ditimpa musibah, dan beristighfar bila jatuh dalam dosa. Sesungguhnya tiga perkara tersebut merupakan tanda kebahagiaan.

اِعْلَمْ أَرْشَدَكَ الله لِطَاعَتِهِ أَنَّ الْحَنِيْفِيَّةَ مِلَّةَ إِبْرَاهِيْمَ أَنْ تَعْبُدَ اللهَ وَحْدَهُ مُخْلِصًا لَهُ الدِّيْن، كَمَا قَالَ تَعَالَى: {وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالأِنْسَ إِلاَّ لِيَعْبُدُونِ}

Ketahuilah semoga Allah membimbingmu untuk selalu taat kepada-Nya, bahwasanya al-hanifiyyah (agama yang lurus) adalah agama Ibrahim, yaitu kamu beribadah kepada Allah dengan memurnikan ibadah hanya kepada-Nya. Sebagaimana firman Allah Ta’ala,

“Dan tidaklah Aku menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah hanya kepada-Ku.” (QS. Adz-Dzariyat:56)

فَإِذَا عَرَفْتَ أَنَّ الله خَلَقَكَ لعِبِاَدَتِهِ، فَاعْلَمْ أَنَّ الْعِبَادَةَ لاَ تُسَمَّى عِبَادَةً إِلاَّ مَعَ التَّوْحِيْدِ، كَمَا أَنَّ الصَّلاَةَ لاَ تُسَمَّى صَلاَةً إِلاَّ مَعَ الطَّهَارَةِ؛ فَإِذَا دَخَلَ الشِّرْكُ فِي الْعِبَادَةِ فَسَدَتْ، كَالْحَدَثِ إِذَا دَخَلَ فِي الطَّهَارَةِ.

Apabila kamu telah mengetahui bahwa Allah menciptakanmu untuk beribadah kepada-Nya. Maka ketahuilah bahwasanya ibadah tidaklah disebut ibadah kecuali jika disertai tauhid, sebagaimana sholat tidaklah disebut sholat kecuali jika disertai thoharoh (bersuci).

Apabila kesyirikan masuk pada sebuah ibadah, rusaklah ibadah itu, sebagaimana halnya hadas (pembatal wudhu’) apabila masuk kepada thoharoh.

فَإِذَا عَرَفْتَ أَنَّ الشِّرْكَ إِذَا خَالَطَ الْعِبَادَةَ أَفْسَدَهَا وَأَحْبَطَ الْعَمَلَ وَصَارَ صَاحِبُهُ مِنَ الْخَالِدِيْنَ فِي النَّارِ، عَرَفْتَ أَنَّ أَهَمَّ مَا عَلَيْكَ مَعْرِفَةُ ذَلِكَ، لَعَلَّ اللهُ أَنْ يُخَلِّصَكَ مِنْ هَذِهِ الشَّبَكَةِ، وَهِيَ الشِّرْكُ بِاللهِ، الَّذِيْ قَالَ اللهُ تَعَالَى فِيْهِ: {إِنَّ اللَّهَ لا يَغْفِرُ أَنْ يُشْرَكَ بِهِ وَيَغْفِرُ مَا دُونَ ذَلِكَ لِمَنْ يَشَاءُ} وَذَلِكَ بِمَعْرِفَةِ أَرْبَعِ قَوَاعِدَ ذَكَرَهَا اللهُ تَعَالَى فِيْ كِتَابِهِ:

Apabila kamu telah mengetahui bahwasanya kesyirikan jika mencampuri sebuah ibadah akan merusaknya dan menghapus amalan tersebut, dan menjadikan pelakunya kekal di dalam neraka, maka kamu telah mengetahui bahwasanya perkara yang paling penting bagimu adalah memahami hal itu, mudah-mudahan Allah membersihkanmu dari perangkap tersebut, yaitu kesyirikan kepada Allah, yang telah Allah firmankan tentangnya,

“Sesungguhnya Allah tidak mengampuni dosa syirik, dan ia mengampuni dosa di bawah kesyirikan bagi yang Dia kehendaki.” (QS. An-Nisaa’:48)

Yaitu dengan mengetahui empat kaedah yang telah Allah sebutkan dalam kitab-Nya:

bersambung insyaallah ...


Al-Qowa'idul Arba'
Oleh: Tim Warisan Salaf

#Fawaidumum #tauhid #aqidah #qowaidarba

Warisan Salaf menyajikan Artikel dan Fatawa Ulama Ahlussunnah wal Jama'ah
Channel kami https://bit.ly/warisansalaf
Situs Resmi http://www.warisansalaf.com

Postingan terkait:

Tidak ada tanggapan

Posting Komentar

Ketentuan mengisi komentar
- Pilihlah "BERI KOMENTAR SEBAGAI:" dengan isian "ANONYMOUS/ANONIM". Identitas bisa dicantumkan dalam isian komentar berupa NAMA dan DAERAH ASAL
- Komentar dilarang mengandung link Website/Medsos/Email dan berbagai bentuk kontak pribadi
- Setiap komentar akan dimoderasi