Tentang Syahadat yang Pertama: “Laa ilaaha illallah” (bagian 3)

tafsir al quran, hadits, fatwa ulama, artikel, faidah, kata mutiara dan hikmah, serta tanya jawab kajian islam Tentang Syahadat yang Pertama: “Laa ilaaha illallah”
(bagian 3)
<Pelajaran TAUHID:
Kajian Kitab Tsalatsatul Ushul (Bagian 70)
—--------------------------------------—

RUKUN ISLAM PERTAMA ; Dua kalimat syahadat.

Tentang Syahadat yang Pertama: “Laa ilaaha illallah”
(bagian 3)


Asy-Syaikh Muhammad bin Abdil Wahhab –rohimahullah- menjelaskan:

( Tentang tafsir (penjelasan) syahadat pertama dari Al-Qur`an – bagian 2 ) ; Ayat ke-2.

وقوله تعالى: {قُلْ يَاأَهْلَ الْكِتَابِ تَعَالَوْا إِلَى كَلِمَةٍ سَوَاءٍ بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمْ أَلَّا نَعْبُدَ إِلَّا اللهَ وَلَا نُشْرِكَ بِهِ شَيْئًا وَلَا يَتَّخِذَ بَعْضُنَا بَعْضًا أَرْبَابًا مِنْ دُونِ اللَّهِ فَإِنْ تَوَلَّوْا فَقُولُوا اشْهَدُوا بِأَنَّا مُسْلِمُونَ} [آل عمران:64]

” Katakanlah: "Hai Ahli Kitab, marilah (berpegang) kepada suatu kalimat (ketetapan) yang tidak ada perselisihan antara kami dan kalian, bahwasanya kita tidak menyembah kecuali Allah dan kita tidak mempersekutukan Dia dengan sesuatu apapun.

dan tidak (pula) sebagian kita menjadikan sebagian yang lain sebagai tuhan selain Allah." Jika mereka berpaling maka katakanlah kepada mereka: "Saksikanlah, bahwa kami adalah orang-orang yang berserah diri (kepada Allah)."

[ Surat Ali Imron ; ayat 64 ]


PENJELASAN RINGKAS


Asy-Syaikh Sholeh Al-Fauzan -hafizhohullah- menjelaskan:
“Di dalam ayat ini terdapat penjelasan makna kalimat: ”Laa ilaaha illallah” ,

Penggalan firman Allah -Ta’ala- ;

أَلَّا نَعْبُدَ

”bahwasanya kita tidak menyembah….”

Ini yang dinamakan dengan penafian; (Tidak ada tuhan –yang berhak disembah-)

Adapun penggalan firman Allah -Ta’ala- ;

إِلَّا اللهَ

”Kecuali Allah.”

Ini yang dinamakan dengan itsbat (penetapan) ; ”Illallah”
(Kecuali Allah -Ta’ala- )

[ ”Syarah Tsalatsatil Ushul” hal. 171 ]


Makna Ayat ini secara garis besar;

“Janganlah kita mempersekutukan Dia (yakni Allah –Ta’ala-) dengan sesuatu apapun dalam ibadah,

Tidak dengan al-Masih (yakni Nabi Isa ‘alaihis salam) yang kalian yakini sebagai tuhan dan sesembahan selain Allah -Ta’ala- yang kalian sembah-.

Tidak pula ( kita mempersekutukan Allah –Ta’ala- ) dengan selain al-Masih, semisal nabi Muhammad -shollallahu ‘alaihi wasallam- , atau salah satu dari nabi-nabi Allah -Ta’ala-, orang-orang Sholeh, ataupun wali-wali Allah.

أَلَّا نَعْبُدَ إِلَّا اللهَ وَلَا نُشْرِكَ بِهِ شَيْئًا

”… bahwasanya kita tidak menyembah kecuali Allah dan kita tidak mempersekutukan Dia dengan sesuatu apapun….” .

[ Silahkan lihat ”Syarah Tsalatsatil Ushul” hal. 171; Asy-Syaikh Sholih Al-Fauzan. ]


Lanjutan ayat tersebut:

”dan tidak (pula) sebagian kita menjadikan sebagian yang lain sebagai tuhan selain Allah."

Pada prakteknya ‘ahlul kitab’ beribadah kepada para rahib atau pendeta mereka dalam bentuk menaati mereka secara berlebihan, Sampai-sampai mereka menghalalkan apa yang Allah -Ta’ala- haramkan, serta mengharamkan apa yang Allah -Ta’ala-halalkan.

[ Lihat HR. At-Tirmidzi no. 3095, Al-Bukhori dalam kitab ”At-Tarikh Al-Kabir” no. 471, At-Thobaroni dalam kitab “Al-Mu’jamul Kabir” no. 218, dan selain mereka, Dihasankan oleh Asy-Syaikh Al-Albani –rohimahullah- setelah jalan-jalan sanad hadits tersebut dikumpulkan.

Sehingga konteks dalam ayat ini , Mereka (ahlul kitab) diseru untuk mengucapkan dan menerapkan makna: ”Laa ilaaha illallah”. , yaitu hanya beribadah kepada Allah –Ta’ala- serta tidak mempersekutukan Dia dengan sesuatu apapun.


Wallahu a’lamu bisshowab.

(bersambung… , insya Allah.)

.........................
Dirangkum oleh Al-Ustadz Abdul Hadi Pekalongan Hafizhahullahu Ta'ala.
.........................

#ushultsalatsah

Warisan Salaf menyajikan Artikel dan Fatawa Ulama Ahlussunnah wal Jama'ah
Channel kami https://bit.ly/warisansalaf
Situs Resmi http://www.warisansalaf.com

Postingan terkait:

Tidak ada tanggapan

Posting Komentar

Ketentuan mengisi komentar
- Pilihlah "BERI KOMENTAR SEBAGAI:" dengan isian "ANONYMOUS/ANONIM". Identitas bisa dicantumkan dalam isian komentar berupa NAMA dan DAERAH ASAL
- Komentar dilarang mengandung link Website/Medsos/Email dan berbagai bentuk kontak pribadi
- Setiap komentar akan dimoderasi