Tentang Syahadat yang Pertama: “Laa ilaaha illallah” (bagian 1)

tafsir al quran, hadits, fatwa ulama, artikel, faidah, kata mutiara dan hikmah, serta tanya jawab kajian islam Tentang Syahadat yang Pertama: “Laa ilaaha illallah” (bagian 1)
<Pelajaran TAUHID:
Kajian Kitab Tsalatsatul Ushul (Bagian 68)
—--------------------------------------—

RUKUN ISLAM PERTAMA ; Dua kalimat syahadat.

Tentang Syahadat yang Pertama: “Laa ilaaha illallah” (bagian 1)


Asy-Syaikh Muhammad bin Abdil Wahhab –rohimahullah- menjelaskan: ( Tentang dalil syahadat pertama)

فدليل الشهادة: {شَهِدَ اللَّهُ أَنَّهُ لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ وَالْمَلَائِكَةُ وَأُولُو الْعِلْمِ قَائِمًا بِالْقِسْطِ لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ} [آل عمران: 18]

”Dan dalil syahadat (yang pertama) adalah ;

”Allah menyatakan bahwasanya tidak ada Tuhan melainkan Dia (yang berhak disembah), Yang menegakkan keadilan. Para Malaikat dan orang-orang yang berilmu (juga menyatakan yang demikian itu). Tak ada Tuhan melainkan Dia (yang berhak disembah), Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.

Kemudian beliau –rohimahullah- menjelaskan: ( Tentang makna: ”Laa ilaaha illallah” )

ومعناها لا معبود بحق إلا الله، (لا اله) نَافِيًا جَمِيعَ مَا يُعْبَدُ مِنْ دون الله (إلا الله) مثبتًا العبادة له وَحْدَهُ لا شَرِيكَ لَهُ فِي عِبَادَتِهِ كَمَا أنه ليس له شريك في ملكه.

”Makna kalimat tersebut adalah: ”Tidak ada sesembahan yang benar (yang berhak disembah, -pent.) kecuali Allah.”

Kalimat: “Laa ilaaha” , sebagai bentuk penafian terhadap segala sesuatu yang disembah selain Allah.

Kalimat: “illallah” , sebagai bentuk penetapan bahwasanya segala macam bentuk ibadah hanya boleh dilakukan untuk Allah saja.

Tiada sekutu (atau tandingan) bagi-Nya dalam ibadah, sebagaimana tidak ada sekutu dalam kerajaan (atau kekuasaan) Nya.


PENJELASAN RINGKAS


Seseorang yang telah bersyahadat (bersaksi) mengucapkan syahadat yang pertama, ia harus meninggalkan seluruh sesembahan selain Allah -Ta’ala-,

Serta menetapkan, mengakui, dan meyakini bahwa sesembahan yang berhak disembah hanya Allah -Ta’ala- saja.

Adapun sesembahan selain Allah -Ta’ala-; walaupun sebagian manusia ada yang menyembahnya, tetap saja semua itu bukanlah tuhan yang berhak disembah. Mereka adalah sesembahan-sesembahan yang batil.

Allah -Ta’ala- ingatkan dalam Al-Qur`an;

ذَلِكَ بِأَنَّ اللَّهَ هُوَ الْحَقُّ وَأَنَّ مَا يَدْعُونَ مِنْ دُونِهِ الْبَاطِلُ وَأَنَّ اللَّهَ هُوَ الْعَلِيُّ الْكَبِيرُ

“Demikianlah, karena sesungguhnya Allah, Dia-lah yang hak (yakni yang wajib disembah) dan sesungguhnya apa saja yang mereka seru selain dari Allah itulah yang batil; dan sesungguhnya Allah Dialah Yang Maha Tinggi lagi Maha Besar.”

[ Surat Luqman : ayat 30, makna ayat ini juga disebutkan dalam surat Al-Hajj ; ayat 62. ]


[ Silahkan lihat ”Syarah Tsalatsatil Ushul” hal. 71; Asy-Syaikh Ibnu ‘Utsaimin. ]


Wallahu a’lamu bisshowab.

(bersambung… insya Allah)


.........................
Ikuti terus pelajaran Tsalatsatul Ushul (ثلاثة الأصول) setiap hari senin dan kamis, Insya Allah
Dirangkum oleh Al-Ustadz Abdul Hadi Pekalongan Hafizhahullahu Ta'ala.
.........................

#ushultsalatsah

Warisan Salaf menyajikan Artikel dan Fatawa Ulama Ahlussunnah wal Jama'ah
Channel kami https://bit.ly/warisansalaf
Situs Resmi http://www.warisansalaf.com

Postingan terkait:

Tidak ada tanggapan

Posting Komentar

Ketentuan mengisi komentar
- Pilihlah "BERI KOMENTAR SEBAGAI:" dengan isian "ANONYMOUS/ANONIM". Identitas bisa dicantumkan dalam isian komentar berupa NAMA dan DAERAH ASAL
- Komentar dilarang mengandung link Website/Medsos/Email dan berbagai bentuk kontak pribadi
- Setiap komentar akan dimoderasi