Sifat-sifat Al-jannah, Kenikmatannya, Dan Sifat Penduduknya

tafsir al quran, hadits, fatwa ulama, artikel, faidah, kata mutiara dan hikmah, serta tanya jawab kajian islam Sifat-sifat Al-jannah, Kenikmatannya, Dan Sifat Penduduknya
<Pelajaran Shohih Muslim
Kitabul-Jannah


Hadits No.1
—-------------------
Dari Anas bin Malik Radhiyallahu ‘anhu, beliau berkata: Rasulullah Shollallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda:

حُفَّتِ الْجَنَّةُ بِالْمَكَارِهِ، وَحُفَّتِ النَّارُ بِالشَّهَوَاتِ

“Al-Jannah (surga) dikelilingi oleh perkara-perkara yang tidak disenangi, dan An-Naar (neraka) dikelilingi oleh syahwat (hawa nafsu).” (HR. Muslim No.2822)

Takhrij Hadits
Hadits ini diriwayatkan pula oleh:
Ahmad (12559), (13671), (14030), At-Tirmidzi (2559), Abu Nu’aim dlm “Sifatul-Jannah” (42), dan selain mereka.

Disebutkan pula dalam Shohih Al-Bukhori No. 6487 , dari Abu Huroiroh radhiyallahu ‘anhu dengan lafazh,

حُجِبَتِ النَّارُ بِالشَّهَوَاتِ، وَحُجِبَتِ الجَنَّةُ بِالْمَكَارِهِ

“An-Naar ditutupi dengan syahwat (hawa nafsu), dan Al-Jannah ditutupi dengan perkara-perkara yang dibenci.”


Syarah (Penjelasan):

Makna Hadits ini, Al-Jannah tidak akan bisa dicapai kecuali dengan melakukan hal-hal yang dibenci hawa nafsu, misalnya:
Bersungguh-sungguh dalam ibadah serta menekuninya,
Bersabar dalam menghadapi kesulitan (kesukaran) ketika menjalankan ibadah tersebut,
Menahan amarah,
Memaafkan orang lain,
Bersikap tenang (tidak terburu-buru),
Bersedekah,
Berbuat baik kepada orang yang menyakitinya,
Bersabar dalam melawan tuntutan hawa nafsu,
Dan yang semisalnya.

Adapun An-Naar, dikelilingi oleh Syahwat (hawa nafsu) yang diharamkan,
Misalnya:
Minuman Keras (khomr),
Perzinaan,
Melihat wanita yang bukan mahrom,
Ghibah (membicarakan aib orang lain),
Bermain alat musik,
Dan yang semisalnya.

Adapun Syahwat (hawa nafsu) yang diperbolehkan tidak masuk dalam pembahasan tadi. Namun makruh (dibenci hukumnya) jika dilakukan secara berlebihan, karena dikhawatirkan akan menyeret pelakunya ke dalam:
Perbuatan haram,
Membuat hatinya keras,
Melalaikan dirinya dari amal ketaatan,

atau justru...
Menjadikan dirinya semakin tamak dalam mendapatkan harta dunia untuk digunakan foya-foya,
Dan yang semisalnya.

- SELESAI -

Semoga Allah Ta’ala memasukkan kita semua ke dalam al-Jannah dan menjauhkan kita dari Adzab-Nya. Aamiin

Wallahu a’lamu bisshowab...


Diringkas dari Al-Minhaj Syarh Shohih Muslim (8/165 - 166), karya: Al-Imam An-Nawawi rohimahullah
FAEDAH INI DIKIRIMKAN OLEH AL-USTADZ ABDUL HADI PEKALONGAN HAFIZHAHULLAH


Warisan Salaf menyajikan Artikel dan Fatawa Ulama Ahlussunnah wal Jama'ah
Channel kami https://bit.ly/warisansalaf
Situs Resmi http://www.warisansalaf.com

Postingan terkait:

Tidak ada tanggapan

Posting Komentar

Ketentuan mengisi komentar
- Pilihlah "BERI KOMENTAR SEBAGAI:" dengan isian "ANONYMOUS/ANONIM". Identitas bisa dicantumkan dalam isian komentar berupa NAMA dan DAERAH ASAL
- Komentar dilarang mengandung link Website/Medsos/Email dan berbagai bentuk kontak pribadi
- Setiap komentar akan dimoderasi