Rangkuman Perkara-perkara Yang Membatalkan Puasa Dan Menyebabkan Kafaroh (bagian 1)

tafsir al quran, hadits, fatwa ulama, artikel, faidah, kata mutiara dan hikmah, serta tanya jawab kajian islam Rangkuman Perkara-perkara Yang Membatalkan Puasa Dan Menyebabkan Kafaroh (bagian 1)
<Dirangkum dari Majmu’ Fatawa wa Rasail Syaikh Muhammad bin Shalih al-‘Utsaimin Rahimahullahu Ta’ala.
•••••••••••••••••••••

Perkara yang merusak puasa disebut juga pembatalnya ada delapan:
Jima’
Makan
Minum
Keluar mani karena syahwat
Perbuatan yang dikategorikan Makan dan Minum
Muntah sengaja
Keluar darah karena berbekam
Keluar darah haid dan nifas

Dalil poin 1,2,3 bisa anda lihat di surat al-Baqarah ayat:187

Yang dimaksud poin ke 5 adalah suntik atau infus yang fungsinya sama dengan makan dan minum yaitu menambah nutrisi bagi tubuh. Adapun cairan yang disuntikkan ke tubuh tapi tidak sebagai pengganti makan dan minum maka tidak membatalkan puasa (seperti suntik penisilin/antibiotik untuk sakit tertentu).

Keluar mani karena syahwat adalah yang dilakukan sendiri oleh orang yang berpuasa, seperti jima' atau onani/masturbasi. Adapun keluar mani bukan karena syahwat atau bukan kehendak orang yang berpuasa maka tidak membatalkan puasa, seperti mimpi basah.

Keluar madzi tidak membatalkan puasa walaupun diakibatkan mencium atau bercumbu dengan isteri.

Delapan pembatal di atas dapat merusak puasa jika terpenuhi 3 syarat:
Berilmu, orang yang melakukannya benar-benar tahu bahwa perbuatannya itu membatalkan puasa, baik secara hukum atau waktunya.
Ingat, yaitu melakukannya tidak karena lupa, dan
Betul-betul meniatkan. Bukan karena dipaksa atau tidak disengaja.

Jika syarat-syarata di atas tidak terpenuhi maka puasanya tidak batal.


Bersambung, Insya Allah ....


Lihat Majmu' Fatawa wa Rasail Ibnu Utsaimin (19/191)
Dirangkum oleh: Tim Warisan Salaf

#pembatalpuasa #shiyam #puasa

Warisan Salaf menyajikan Artikel dan Fatawa Ulama Ahlussunnah wal Jama'ah
Channel kami https://bit.ly/warisansalaf
Situs Resmi http://www.warisansalaf.com

Postingan terkait:

Tidak ada tanggapan

Posting Komentar

Ketentuan mengisi komentar
- Pilihlah "BERI KOMENTAR SEBAGAI:" dengan isian "ANONYMOUS/ANONIM". Identitas bisa dicantumkan dalam isian komentar berupa NAMA dan DAERAH ASAL
- Komentar dilarang mengandung link Website/Medsos/Email dan berbagai bentuk kontak pribadi
- Setiap komentar akan dimoderasi