Memahami Tafsir Kalimat Tauhid (4)

tafsir al quran, hadits, fatwa ulama, artikel, faidah, kata mutiara dan hikmah, serta tanya jawab kajian islam Memahami Tafsir Kalimat Tauhid (4)
<Terjemah Kitab Tafsir Kalimat Tauhid, karya Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab rahimahullah


Beliau melanjutkan,


ولكن الأمر الثاني، هو الذي كفرهم، وأحل دماءهم وأموالهم، وهو: أنهم لا يشهدون الله بتوحيد الألوهية وهو: أنه لا يدعى إلا الله، ولا يرجى إلا الله وحده لا شريك له، ولا يستغاث بغيره، ولا يذبح لغيره، ولا ينذر لغيره، لا لملك مقرب، ولا نبي مرسل، فمن استغاث بغيره فقد كفر، ومن ذبح لغيره، فقد كفر، ومن نذر لغيره فقد كفر; وأشباه هذا.

Akan tetapi perkara yang kedua (lebih besar lagi); yaitu yang membuat mereka kafir, dan menjadikan halal darah dan harta mereka adalah mereka tidak mempersaksikan tauhid uluhiyah bagi Allah, yaitu; tidak ada yang boleh dimintai do’a kecuali Allah, tidak dimintai harapan kecuali Allah semata tiada sekutu bagi-Nya, dan juga tidak beristighasah kepada selainnya, tidak menyembelih dan bernazar kepada selain-Nya, tidak kepada malaikat yang dekat dan tidak pula kepada nabi yang diutus.

Barangsiapa yang beristighasah kepada selain Allah dia kafir, barangsiapa menyembelih untuk selain Allah dia kafir, dan barangsiapa bernazar kepada selain Allah dia kafir, dan seterusnya.

وتمام هذا: أن تعرف أن المشركين الذين قاتلهم رسول الله صلى الله عليه وسلم كانوا يدعون الملائكة، وعيسى، وعزيرا، وغيرهم من الأولياء، فكفرهم الله بهذا، مع إقرارهم بأن الله هو الخالق، الرازق، المدبر; فإذا عرفت معنى لا إله إلا الله وعرفت أن من نخا نبيا أو ملكا، أو ندبه، أو استغاث به، فقد خرج من الإسلام؛ وهذا هو الكفر، الذي قاتلهم عليه رسول الله صلى الله عليه وسلم

Lebih jelasnya lagi, agar kamu mengetahui bahwasanya pelaku kesyirikan yang diperangi oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mereka itu berdo’a kepada malaikat, Isa, Uzair, dan para wali. Karena sebab itulah Allah mengkafirkan mereka. Padahal mereka meyakini Allah adalah Pencipta, Pemberi rejeki, dan Pengatur (alam semesta).

Apabila kamu telah mengetahui makna Lailahaillallah dan kamu juga telah mengetahui bahwa orang-orang yang mengkultuskan Nabi atau Malaikat, atau memanggil-manggilnya, atau beristighasah kepadanya, ia keluar dari Islam, maka inilah hakekat kekafiran, yang dahulu diperangi Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.

فإن قال قائل من المشركين: نحن نعرف أن الله هو الخالق، الرازق، المدبر، لكن هؤلاء الصالحين مقربون، ونحن ندعوهم، وننذر لهم، وندخل عليهم، ونستغيث بهم، نريد بذلك الجاه، والشفاعة وإلا فنحن نفهم أن الله هو المدبر; فقل: كلامك هذا دين أبي جهل وأمثاله; فهم يدعون عيسى، وعزيرا، والملائكة، والأولياء، يقولون: {مَا نَعْبُدُهُمْ إِلَّا لِيُقَرِّبُونَا إِلَى اللَّهِ زُلْفَى} [سورة الزمر آية: 3] ، وقال: {وَيَعْبُدُونَ مِنْ دُونِ اللَّهِ مَا لا يَضُرُّهُمْ وَلا يَنْفَعُهُمْ وَيَقُولُونَ هَؤُلاءِ شُفَعَاؤُنَا عِنْدَ اللَّهِ} [سورة يونس آية: 18] .

Jika ada orang musyrik yang mengatakan, “Kami mengetahui bahwasanya Allah adalah Pencipta, Pemberi rejeki, dan Pengatur alam semesta. Akan tetapi orang-orang shalih itu memiliki kedekatan (dengan Allah). Dan kami berdo’a, bernazar, mendekatkan diri, dan beristighasah kepada mereka hanya menginginkan jaah (kedudukan) dan syafa’at (bantuan) mereka, kami paham bahwa Allah lah yang mengatur (alam semesta).

Maka jawablah, “Ucapan anda ini merupakan agama yang dianut oleh Abu Jahl dan kawan-kawannya. Mereka dahulu menyembah Isa, Uzair, Malaikat, dan para wali, seraya mengatakan,

“Kami tidak menyembah mereka melainkan semata-mata agar mereka mendekatkan kami kepada Allah.” (QS. Az-Zumar:3)

Dan Allah berfirman,
“Mereka menyembah tuhan selain Allah yang tidak dapat membahayakan mereka, dan tidak pula memberi manfaat mereka. Dan mereka mengatakan, mereka ini adalah pemberi-pemberi syafa’at kami di sisi Allah.” (QS. Yunus:18)

Bersambung insyaallah


Tafsir Kalimat Tauhid
Disajikan oleh: Tim Warisan Salaf

#Fawaidumum #aqidah #tauhid

Warisan Salaf menyajikan Artikel dan Fatawa Ulama Ahlussunnah wal Jama'ah
Channel kami https://bit.ly/warisansalaf
Situs Resmi http://www.warisansalaf.com

Postingan terkait:

Tidak ada tanggapan

Posting Komentar

Ketentuan mengisi komentar
- Pilihlah "BERI KOMENTAR SEBAGAI:" dengan isian "ANONYMOUS/ANONIM". Identitas bisa dicantumkan dalam isian komentar berupa NAMA dan DAERAH ASAL
- Komentar dilarang mengandung link Website/Medsos/Email dan berbagai bentuk kontak pribadi
- Setiap komentar akan dimoderasi