Masalah Kelima: Sunnah-Sunnah Wudhu

tafsir al quran, hadits, fatwa ulama, artikel, faidah, kata mutiara dan hikmah, serta tanya jawab kajian islam Masalah Kelima: Sunnah-Sunnah Wudhu
<PELAJARAN FIKIH (15): BAB KELIMA: TENTANG WUDHU' (BAG: 3)

MASALAH KELIMA
Sunnah-Sunnah Wudhu'

Ketika berwudhu', ada perbuatan-perbuatan yang disukai untuk dilakukan, akan diberi pahala orang yang melakukannya, sedangkan orang yang meninggalkannya tidak berdosa.

Perbuatan-perbuatan itu disebut dengan sunnah-sunnah wudhu'.

(Sunnah-sunnah wudhu' tersebut) yaitu:

1. Membaca basmallah di awalnya,
berdasarkan sabda Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam

لا وضوء لمن لم يذكر اسم الله عليه

"Tidak ada wudhu' bagi seorang yang tidak menyebut nama Allah atasnya." (1)

2.Bersiwak
berdasarkan sabda beliau shallallahu 'alaihi wa sallam,

لولا أن أشق على أمتي لأمرتهم بالسواك مع كل وضوء

"Seandainya aku tidak khawatir (diwajibkan) atas umatku, niscaya aku perintahkan mereka untuk bersiwak setiap kali berwudhu'." (2)

3.Membasuh kedua telapak tangan sebanyak tiga kali di awal wudhu'.
Hal ini sesuai dengan perbuatan beliau shallallahu 'alaihi wa sallam, dimana beliau membasuh kedua telapak tangannya sebanyak tiga kali, sebagaimana dalam riwayat tentang sifat wudhu' beliau.

4.Memaksimalkan berkumur-kumur dan menghirup air ke dalam hidung bagi orang yang tidak puasa.

Diriwayatkan dalam sifat wudhu' beliau shallallahu 'alaihi wa sallam,

فمضمض واستنثر

"Kemudian beliau berkumur-kumur dan mengeluarkan air dari hidung."

Dan juga sabda beliau shallallahu 'alaihi wa sallam,

وبالغ في الاستنشاق إلا أن تكون صائما

"Bersungguh-sungguhlah dalam menghirup air ke hidung, kecuali bila engkau sedang berpuasa." (3)


5.Menggosok, dan menyela-nyela jenggot yang lebat dengan air, agar air dapat masuk ke dalamnya.
Berdasarkan perbuatan beliau shallallahu 'alaihi wa sallam.

كان إذا توضأ يدلك ذراعيه
"Apabila berwudhu', maka beliau menggosok-gosok kedua lengannya." (4)

Demikian pula,

كان يدخل الماء تحت حنكه ويخلل به لحيته

"Beliau memasukkan air dari bawah janggutnya dan menyela-nyela jenggotnya." (5)

6.Mendahulukan bagian yang kanan dari yang kiri dalam (membasuh) kedua tangan dan kaki.
Berdasarkan perbuatan beliau shallallahu 'alaihi wa sallam,

كان يحب التيامن في تنعله وترجله وطهوره وفي شأنه كله

"Beliau suka mendahulukan bagian yang kanan ketika memakai sandal, menyisir rambut, bersuci, dan dalam segala urusan beliau." (6)

7.Membasuh sebanyak tiga kali pada wajah, kedua tangan, dan kedua kaki.

Kewajiban membasuh hanya sekali, tapi disukai mengulanginya sebanyak tiga kali. Hal ini berdasarkan perbuatan beliau shallallahu 'alaihi wa sallam, sebagaimana yang tsabit dari beliau,

أنه توضأ مرة مرة ومرتين مرتين وثلاثا ثلاثا

"Bahwasanya beliau membasuh anggota wudhu'nya sekali-sekali, dua kali dua kali, dan tiga kali tiga kali." (7)

8.Membaca dzikir yang shahih setelah wudhu', berdasarkan sabda beliau shallallahu 'alaihi wa sallam,

ما منكم أحد يتوضأ فيسبغ الوضوء ثم يقول: أشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له، وأشهد أن محمدا عبده ورسوله، إلا فتحت له أبواب الجنة الثمانية، يدخل من أيها شاء

"Tidaklah seorang di antara kalian berwudhu', lalu ia menyempurnakan wudhu'nya, kemudian mengatakan,

أشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له، وأشهد أن محمدا عبده ورسوله

"Aku bersaksi bahwasanya tidak ada tuhan yang berhak diibadahi selain Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya, dan aku bersaksi bahwasanya Muhammad adalah hamba dan rasul-Nya." (8)


FOOTNOTE

(1) Dikeluarkan Ahmad (2/418), Abu Daud (no.101), al Hakim (1/147), dan selain mereka dari hadits Abu Hurairah radhiallahu 'anhu. Hadits ini dihasankan oleh Ibnu Sholah, Ibnu Katsir, al 'Iroqi, dan dikuatkan oleh al Mundziri dan Ibnu Hajar. Al-Albani berkata: hadits ini hasan (Irwaul Ghalil 1/122)

(2) Dikeluarkan al Bukhari secara mu'allaq dengan bentuk jazem dalam Kitab Shiyam, Bab Siwaku Ar-Rothbi wal Yaabisi lish shoimi, dan disambungkan oleh an Nasai. (Lihat Fathul Baari 4/159)

(3) Dikeluarkan Abu Daud (no.142), an Nasai (no.87), dan dishahihkan al Albani dalam Shahih An Nasaai (no.85)

(4) Diriwayatkan Ibnu Hibban dalam Shahihnya (3/363, no.1082), al Baihaqi dalam As-Sunanul Kubro (/196), al Hakim dalam Al Mustadrok (1/243) dan beliau menshahihkannya, juga dishahihkan Ibnu Khuzaimah dalam Shahihnya.

(5) Riwayat Abu Daud (no.145), dan dishahihkan al Albani dalam Al Irwa' (no.92)

(6) Muttafaqun 'alaihi: diriwayatkan al Bukhari (no.168) dan Muslim (no.226)

(7) Muttafaqun 'alaihi: Diriwayatkan al Bukhari (no.157,158,159), dan Muslim (no.226), dalam riwayat Muslim hanya disebutkan "tiga kali" saja.

(8) Dikeluarkan Muslim (no.234), Tirmidzi (dalam riwayatnya) menambahkan, "اللهم اجعلني من التوابين واجعلني من المتطهرين" (no.55), dan tambahan ini dishahihkan al Albani dalam Al Irwa' (no.96)


..........................
Insya Allah pada pertemuan berikutnya akan bersambung kepada permasalahan keenam, yaitu pembatal-pembatal wudhu'.
..........................

Ikuti terus pelajaran fikih muyassar setiap hari selasa dan kamis, insya Allah

Sumber: الفقه الميسر (hal.19-20)
Disajikan oleh Tim Warisan Salaf

#pelajaranfikih #fikihmuyassar

Warisan Salaf menyajikan Artikel dan Fatawa Ulama Ahlussunnah wal Jama'ah
Channel kami https://bit.ly/warisansalaf
Situs Resmi http://www.warisansalaf.com

Postingan terkait:

Tidak ada tanggapan

Posting Komentar

Ketentuan mengisi komentar
- Pilihlah "BERI KOMENTAR SEBAGAI:" dengan isian "ANONYMOUS/ANONIM". Identitas bisa dicantumkan dalam isian komentar berupa NAMA dan DAERAH ASAL
- Komentar dilarang mengandung link Website/Medsos/Email dan berbagai bentuk kontak pribadi
- Setiap komentar akan dimoderasi