Makna Islam

tafsir al quran, hadits, fatwa ulama, artikel, faidah, kata mutiara dan hikmah, serta tanya jawab kajian islam Makna Islam
<Pelajaran TAUHID:
Kajian Kitab Tsalatsatul Ushul (Bagian 63)
—--------------------------------------—

PRINSIP DASAR KEDUA
Mengenal Agama Islam beserta dalil-dalilnya.

Asy-Syaikh Muhammad bin Abdil Wahhab –rohimahullah- menjelaskan:

الأَصْلُ الثَّانِي: مَعْرِفَةُ دِينِ الإسْلَام بِالأَدِلَّةِ.
وهُوَ: الاِسْتِسْلَامُ لِلهِ بِالتَّوحِيدِ وَ الانْقِيَادُ لَهُ بِالطَّاعةِ و البَرَاءَةُ مِنَ الشِّرْكِ و أَهْلِهِ.

”Prinsip dasar yang kedua adalah mengenal agama Islam beserta dalil-dalilnya.”

( Makna Islam ) adalah
- Menyerahkan diri sepenuhnya kepada Allah -Ta’ala- dengan men-tauhid-kannya;
- Tunduk kepada-Nya dengan penuh ketaatan;
- Berlepas diri dari kesyirikan dan pelakunya.


PENJELASAN:

MAKNA ISLAM ,
Pelajaran kali ini membahas tentang Islam , Apa maknanya?

Dijelaskan di atas; Islam makna kandungannya ada tiga:
- Menyerahkan diri sepenuhnya kepada Allah -Ta’ala- dengan men-tauhid-kannya;
- Tunduk kepada-Nya dengan penuh ketaatan;
- Berlepas diri dari kesyirikan dan pelakunya.

Asy-Syaikh Ibnu ‘Utsaimin -rohimahullah- menjelaskan;
“Dan agama Islam mengandung ketiga perkara tersebut.”

[ Lihat ”Syarah Tsatsatil Ushul” hal. 68 ]


PENJABARAN MAKNA ISLAM ,

Bagian - Menyerahkan diri sepenuhnya kepada Allah -Ta’ala- dengan men-tauhid-kan Nya.

Penjabarannya:
Seorang hamba menyerahkan diri hanya kepada Allah -Ta’ala- sesuai dengan cara yang diajarkan Islam.
Hal itu dilakukan dengan men-tauhid-kan Allah -Ta’ala- serta mengesakan Nya di dalam ibadah.

Sebagai penjelas: “Seorang hamba dituntut untuk beribadah hanya kepada Allah -Ta’ala-, Tidak beribadah kepada selain-Nya.”


Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah -rohimahullah- menjelaskan;

“Barangsiapa menyerahkan diri kepada Allah -Ta’ala- serta berserah diri (pula) kepada yang lain-Nya, berarti ia orang musyrik.”

“Barangsiapa tidak mau menyerahkan diri kepada Allah -Ta’ala- , berarti ia orang sombong yang tidak mau beribadah kepada Nya.”

“Kedua jenis orang tadi dihukumi kafir.”

[ Lihat ”At-Tadmuriyyah” hal. 169 ]


Pada bagian pertama ini; Seorang muslim dituntut untuk beribadah kepada Allah -Ta’ala- saja; tidak beribadah kepada selain Nya, sesuai dengan aturan yang ditetapkan syariat Islam.

Dasar penjelasan permasalahan ini sangat jelas sekali, terkait dengan hak Allah -Ta’ala- agar dijadikan sebagai satu-satunya tujuan dalam beribadah. Yakni permasalahan tauhid.


Wallahu a’lamu bisshowab.

(bersambung…)


.........................
Ikuti terus pelajaran Tsalatsatul Ushul (ثلاثة الأصول) setiap hari senin dan kamis, Insya Allah
Dirangkum oleh Al-Ustadz Abdul Hadi Pekalongan Hafizhahullahu Ta'ala.
.........................

#ushultsalatsah

Warisan Salaf menyajikan Artikel dan Fatawa Ulama Ahlussunnah wal Jama'ah
Channel kami https://bit.ly/warisansalaf
Situs Resmi http://www.warisansalaf.com

Postingan terkait:

Tidak ada tanggapan

Posting Komentar

Ketentuan mengisi komentar
- Pilihlah "BERI KOMENTAR SEBAGAI:" dengan isian "ANONYMOUS/ANONIM". Identitas bisa dicantumkan dalam isian komentar berupa NAMA dan DAERAH ASAL
- Komentar dilarang mengandung link Website/Medsos/Email dan berbagai bentuk kontak pribadi
- Setiap komentar akan dimoderasi