Macam-macam Isti’anah

tafsir al quran, hadits, fatwa ulama, artikel, faidah, kata mutiara dan hikmah, serta tanya jawab kajian islam Macam-macam Isti’anah
<Pelajaran TAUHID:
Kajian Kitab Tsalatsatul Ushul (Bagian 54)
—---------------------------------------—
Asy-Syaikh Muhammad bin Abdil Wahhab –Rohimahullah- menjelaskan:

وَدَلِيلُ الاسْتِعَانَةِ قَوْلُهُ تَعَالَى: {إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ} [سورة الفاتحة الآية: 5] وفي الحديث " إذا استعنت فاستعن بالله" (1) .

“Dan dalil tentang “Isti’anah” adalah firman-Nya:

”Hanya Engkaulah yang kami sembah, dan hanya kepada Engkaulah kami meminta pertolongan.”

[ Al-Fatihah: : 5 ]

Serta, dalam hadits:
”Jika engkau hendak meminta pertolongan, mintalah pertolongan kepada Allah.”


PENJELASAN:
TENTANG “ISTI’ANAH”. Bagian 2.

Macam-macam Isti’anah

Isti’anah –meminta pertolongan- ada bermacam-macam. Di antaranya apa yang dijelaskan oleh Asy-Syaikh Ibnu ‘Utsaimin rohimahullah dalam kitabnya ”Syarah Tsalatsatil Ushul” halaman 62-63:

- Yang Pertama: Isti’anah –meminta pertolongan- kepada Allah Ta’ala ; berupa permintaan tolong yang mengandung unsur rendah diri yang sempurna dari seorang hamba kepada Robb-nya, penyerahan segala urusan kepada-Nya, serta meyakini dia akan mencukupinya.
Jenis yang seperti ini tidak boleh diberikan kecuali kepada Allah Ta’ala.
Memalingkan jenis yang pertama ini kepada selain Allah Ta’ala digolongkan ke dalam perbuatan syirik, yang bisa mengeluarkan seseorang dari Islam.

- Yang Kedua: Isti’anah –meminta pertolongan- kepada makhluk, dalam perkara yang dia mampu. Hukum perkara ini sesuai dengan jenis perbuatan yang dimintakan pertolongan.
Apabila termasuk jenis kebaikan, maka hal itu diperbolehkan bagi orang yang meminta pertolongan, serta disyariatkan bagi orang yang dimintai pertolongan (untuk menolong, pen.).
Berdasarkan perintah Allah Ta’ala dalam surat Al-Maidah ayat ke-2 yang artinya: “Dan tolong-menolonglah kalian dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa.”.
Apabila termasuk jenis perbuatan mubah (diperbolehkan dalam syariat, pen), maka hukumnya diperbolehkan bagi orang yang meminta pertolongan dan yang dimintai pertolongan (untuk menolong, pen.).
Hanya saja, orang yang dimintai tolong berkesempatan mendapatkan pahala berbuat baik kepada orang lain. Dari sisi orang yang dimintai pertolongan (untuk menolong) perbuatan ini disyariatkan. Berdasarkan firman Allah Ta’ala dalam surat Al-Baqoroh ayat 195 yang artinya: “Dan berbuat baiklah, karena sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik.”

- Yang Ketiga: Isti’anah –meminta pertolongan- kepada makhluk, hidup, hadir (ada dihadapannya), namun tidak mampu,
Yang seperti ini teranggap sebagai perbuatan sia-sia –yang tidak memiliki manfaat-.
Contohnya; Meminta pertolongan kepada seseorang yang keadaannya lemah –tidak mampu- untuk membawa barang berat.

- Yang Keempat: Isti’anah –meminta pertolongan- kepada orang mati secara mutlak –tanpa kecuali-, atau meminta pertolongan kepada orang hidup dalam perkara ghoib –yang tidak bisa diraba oleh panca indera-.
Jenis yang seperti ini termasuk perbuatan syirik, karena hal ini tidak akan terjadi kecuali dari seseorang yang berkeyakinan bahwa orang-orang yang dimintai pertolongan ini memiliki kemampuan super tersembunyi di alam semesta.

- Yang Kelima: Isti’anah –meminta pertolongan- dengan perantara amalan-amalan sholeh, atau dengan keadaan-keadaan yang dicintai Allah Ta’ala.
Jenis yang seperti ini disyariatkan di dalam agama, berdasarkan perintah Allah Ta’ala di dalam firman-Nya (artinya): ”Hai orang-orang yang beriman, jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu.” [ Al-Baqoroh: 153 ]

(Selesai).

Wallahu a’lam bisshowab


.........................
Simak terus pelajaran Tsalatsatul Ushul (ثلاثة الأصول) setiap hari senin dan kamis, Insya Allah
Dirangkum oleh Al-Ustadz Abdul Hadi Pekalongan Hafizhahullahu Ta'ala.

#ushultsalatsah @warisansalaf

Postingan terkait:

Tidak ada tanggapan

Posting Komentar

Ketentuan mengisi komentar
- Pilihlah "BERI KOMENTAR SEBAGAI:" dengan isian "ANONYMOUS/ANONIM". Identitas bisa dicantumkan dalam isian komentar berupa NAMA dan DAERAH ASAL
- Komentar dilarang mengandung link Website/Medsos/Email dan berbagai bentuk kontak pribadi
- Setiap komentar akan dimoderasi