Kala Asmara Berbuah Nista (kisah Mujahid yang pindah Agama Nashrani)

tafsir al quran, hadits, fatwa ulama, artikel, faidah, kata mutiara dan hikmah, serta tanya jawab kajian islam Kala Asmara Berbuah Nista (kisah Mujahid yang pindah Agama Nashrani)
<Dalam satu kesempatan, 'Abdah bin Abdirrahim berkisah:

Satu hari, kami bersama sekelompok pasukan tempur bergerak menuju negeri Romawi. Dalam pasukan tersebut terdapat satu pemuda. Di antara semua prajurit, pemuda itulah yang paling mahir membaca al qur'an, paling menguasai ilmu agama, serta paling semangat melakukan ibadah.

Siang hari, begitu sibuk ia berpuasa. Malamnya pun tak luput dari shalat tahajjud.

Lanjut cerita, tibalah kami di salah satu benteng Romawi. Kala itu, sebenarnya kami tidak diperintahkan untuk berhenti di benteng tersebut. Namun, tiba-tiba saja pemuda tadi keluar dari barisan pasukan, kemudian diam terpaku di dekat benteng itu.

Saat itu, kami hanya mengiranya sekadar mau kencing. Namun ternyata, mata pemuda itu tertuju pada seorang wanita Nashara yang ada di balik benteng itu. Tak disangka, (Pesona wanita itu) membuat sang pemuda begitu dalam memandangnya. Mulailah cinta bersemi di lubuk hati sang pemuda.

Tak tahan, pemuda itu pun segera meluapkan asmaranya.

كيف السبيل إليك؟
"Bagaimana caranya agar Aku dapat sampai ke pangkuanmu?", tanya sang pemuda.

Wanita cantik itu berkata singkat:

حين تنصر، ونفتح لك الباب وأنا لك
"Saat kau pindah agama menjadi Nashrani, segera ku bukakan pintu untukmu. Setelah itu, Aku kan jadi milikmu."

Tak pikir panjang, kontan saat itu juga semua syarat dipenuhinya, pemuda itupun masuk ke dalam benteng (dalam keadaan memeluk agama Nashrani).

Pada hari kelabu itu, kami pun melewati masa-masa jihad dalam kondisi sangat terpukul dan hati bergumul sedih. Sampai-sampai setiap pejuang melihat masing-masing anaknya, khawatir duka serupa mendera mereka.

Selang beberapa waktu, bersama pasukan lainnya kami kembali melintasi benteng itu. Ternyata, pemuda tadi terlihat sedang asyik bersama wanita Nashrani pujaannya mengamati kami dari atas benteng.

Tak ayal, kami pun bertanya heran kepadanya:

يا فلان، ما فعل قرآنك؟ ما فعل علمك؟ ما فعل صلاتك وصيامك؟

"Wahai pemuda, mana Al-Qur'anmu yang dulu kau hafal? Mana pula ilmu agama yang dulu kau kuasai? Dan, mana imbas shalat dan puasa yang dulu begitu rajin kau lakukan??!!

Pemuda itu balas menjawab:

اعلموا أني نسيت القرآن كله. ما أذكر إلا هذه الأية

"Ketahuilah, Aku sudah lupa isi Al Qur'an seluruhnya. Tak ada yang ku ingat melainkan hanya ayat ini saja;

يَوَدُّ الَّذِينَ كَفَرُوا لَوْ كَانُوا مُسْلِمِينَ ذَرْهُمْ يَأْكُلُوا وَيَتَمَتَّعُوا وَيُلْهِهِمُ الْأَمَلُ فَسَوْفَ يَعْلَمُونَ

"Orang-orang yang kafir itu sering kali (nanti di akhirat) menginginkan, kiranya mereka dahulu (di dunia) menjadi orang-orang muslim. Biarkanlah mereka (di dunia ini) makan dan bersenang-senang dan dilalaikan oleh angan-angan (kosong), maka kelak mereka akan mengetahui (akibat perbuatan mereka)." (QS. Al Hijr: 2-3)

Sumber: Riwayat Al Baihaqi dalam Syu'abul Iman no. 4150
Diterjemahkan oleh: al Ustadz Abdul Wahid at Tamimi

#Fawaidumum #cinta #asmara

Warisan Salaf menyajikan Artikel dan Fatawa Ulama Ahlussunnah wal Jama'ah
Channel kami https://t.me/warisansalaf
Twitter: https://twitter.com/warisansalaf
Situs Resmi http://www.warisansalaf.com

Postingan terkait:

Tidak ada tanggapan

Posting Komentar

Ketentuan mengisi komentar
- Pilihlah "BERI KOMENTAR SEBAGAI:" dengan isian "ANONYMOUS/ANONIM". Identitas bisa dicantumkan dalam isian komentar berupa NAMA dan DAERAH ASAL
- Komentar dilarang mengandung link Website/Medsos/Email dan berbagai bentuk kontak pribadi
- Setiap komentar akan dimoderasi