Hukum Menyembelih Dengan Alat Potong Modern

tafsir al quran, hadits, fatwa ulama, artikel, faidah, kata mutiara dan hikmah, serta tanya jawab kajian islam Hukum Menyembelih Dengan Alat Potong Modern
<Apa hukum penyembelihan dengan mesin potong? Cara kerja alat ini, menyembelih puluhan ayam dalam sekali waktu, dengan sekali bacaan bismillah.
Berikutnya, Jika ada satu orang menyembelih dengan tangannya beberapa ekor ayam, apakah cukup hanya dengan sekali membaca basmalah, ataukah diwajibkan membaca basmalah untuk setiap hewan yang disembelih?

Jawab:

Pertama: Boleh menyembelih dengan mesin potong modern, dengan syarat pisaunya tajam, dan bisa memotong tenggorokan dan kerongkongan.

Kedua: Jika alat ini bisa menyembelih beberapa ekor ayam dalam sekali waktu secara bersambung, maka bacaan basmalah boleh diucapkan hanya sekali baca saja,
​ dari orang yang menjalankan alat itu,
​ dibaca persis ketika dia mulai menjalankan (proses pemotongannya),
​ disertai niat menyembelih,
​ dan dengan syarat, orang yang menjalankan alat ini adalah seorang muslim atau ahli kitab (Yahudi atau Nashrani).

Ketiga: Apabila seseorang menyembelih dengan tangannya, maka membaca basmalah wajib dilakukan untuk setiap ekor ayam yang hendak disembelih. Karena masing-masing ayam hakikatnya disembelih sendiri-sendiri.

Keempat: Hewan tersebut wajib disembelih tepat pada bagian pemotongan (yaitu leher), dan harus terpotong kerongkongan serta dua urat leher atau salah satunya.


ما حكم الذبح الآلي ؟ وهو أن تذبح الآلات في وقت واحد عشرات الدجاج بتسمية واحدة طبعا ، وإذا كان شخص واحد يذبح بيده كمية كبيرة من الدجاج فهل يكفيه تسمية واحدة أم يجب أن يسمي على كل واحدة بعينها ؟
الجواب : أولا : يجوز الذبح بالآلات الحديثة بشرط كونها حادة ، وأن تقطع الحلقوم والمريء .
ثانيا : إذا كانت الآلة تذبح عددا من الدجاج في وقت واحد متصل فتجزئ التسمية مرة واحدة ممن يحرك الآلة حين تحريكه إياها بنية الذبح بشرط كون الذابح المحرك مسلما ، أو كتابيا .
ثالثا : إذا كان الشخص يذبح بيده فيجب أن يسمي تسمية مستقلة على كل دجاجة يذبحها لاستقلال كل دجاجة بنفسها .
رابعا : يجب أن تكون التذكية في محل الذبح ، وأن يقطع المريء والودجان ، أو أحدهما .
بكر أبو زيد ... صالح الفوزان ... عبد الله بن غديان ... عبد العزيز بن عبد الله آل الشيخ" انتهى من "فتاوى اللجنة الدائمة" (22/ 463)


Sumber: Fatwa Al Lajnah Ad Daimah 22/463
Diterjemahkan oleh: al-Ustadz Abdul Wahid bin Faiz at-Tamimi

#fawaidumum

Update Ilmu agama bersama Warisan Salaf
I Website I Telegram I Twitter I Google Plus I Youtube I SMS Tausiyah
Situs Resmi http://www.warisansalaf.com

Postingan terkait:

Tidak ada tanggapan

Posting Komentar

Ketentuan mengisi komentar
- Pilihlah "BERI KOMENTAR SEBAGAI:" dengan isian "ANONYMOUS/ANONIM". Identitas bisa dicantumkan dalam isian komentar berupa NAMA dan DAERAH ASAL
- Komentar dilarang mengandung link Website/Medsos/Email dan berbagai bentuk kontak pribadi
- Setiap komentar akan dimoderasi