Hukum Mengangkat Tangan Ketika Doa Khuthbah Jum’at

tafsir al quran, hadits, fatwa ulama, artikel, faidah, kata mutiara dan hikmah, serta tanya jawab kajian islam Hukum Mengangkat Tangan Ketika Doa Khuthbah Jum’at
<Asy-Syaikh Ibnu ‘Utsaimin rohimahullah pernah ditanya:

“Apa hukum mengangkat kedua tangan bagi para makmum ketika imam (khotib) berdoa saat khuthbah Jum’at? Kemudian, apa hukum mengucapkan ‘Aamiin’ secara serentak (bersama-sama)?”

Beliau menjawab:
“Mengangkat tangan ketika berdoa saat khuthbah disyariatkan hanya pada doa Istisqo (minta hujan).

Berdasarkan hadits Anas bin Malik rodhiyallahu ‘anhu. Jika Imam berdoa dengan doa Istisqo (minta hujan) , lalu mengucapkan: ‘Allahumma isqina..., Allahumma Aghitsna’…, saat itu khotib dan makmum yang mendengar seluruhnya boleh mengangkat kedua tangan mereka.

Adapun pada selain keadaan itu, tidak ada yang namanya pengangkatan tangan bagi imam (khotib) maupun para makmum.

Oleh karena itu, pernah terjadi pengingkaran di zaman shahabat atas perbuatan Bisyr bin Marwan ketika mengangkat kedua tangannya saat berdoa di dalam khuthbah Jum’at.

Yang boleh dilakukan imam hanya memberikan isyarat ke atas para makmum, yaitu isyarat kepada Allah Tabaroka wa Ta’ala.

Terkait dengan ucapan ‘Aamiin’ yang diucapkan dengan suara keras, perbuatan itu mengurangi konsentrasi jama’ah untuk mendengarkan khuthbah.

Jika para makmum hendak mengucapkan ‘Aamiin’ hendaknya mengucapkannya dengan suara pelan, karena yang demikian tidak mengapa.

[ Lihat selengkapnya di kitab Majmu’ Fatawa wa Rosail Al-‘Utsaimin 16/106; Asy-Syaikh Ibnu ‘Utsaimin ]

Wallahu A’lamu bisshowaab

وسئل فضيلة الشيخ - رحمه الله تعالى -: ما حكم رفع اليدين للمأموم حينما يدعو الإمام أثناء خطبة الجمعة؟ وما حكم التأمين بصوت جماعي؟
فأجاب فضيلته بقوله: رفع اليدين عند الدعاء في الخطبة إنما يشرع في دعاء الاستسقاء فقط، لما جاء في حديث أنس بن مالك رضي الله عنه، فإذا دعا الإمام بالاستسقاء أي قال: اللهم اسقنا، اللهم أغثنا، فهنا ترفع الأيدي يرفعها الخطيب والمستمعون كلهم، وفي غير ذلك لا رفع لا للإمام ولا للمأمومين، ولهذا أنكر الصحابة رضي الله عنهم على بشر بن مروان حين رفع يديه بالدعاء في خطبة الجمعة، وإنما يشير الإمام إشارة فقط عند الدعاء إشارة إلى علو المدعو وهو الله تبارك وتعالى.
أما التأمين جهراً فإن ذلك ينافي كمال الاستماع إلى الخطبة، لكن إذا أراد أن يؤمن المأموم فليؤمن سرًّا ولا حرج عليه في ذلك.


Dikirim oleh: Al Ustadz Abdul Hadi Pekalongan hafizhahullah

#fawaidumum #ahkamjumat

Update Ilmu agama bersama Warisan Salaf di: Website I Telegram I Twitter I Google Plus I Youtube I SMS Tausiyah
Situs Resmi http://www.warisansalaf.com

Postingan terkait:

Tidak ada tanggapan

Posting Komentar

Ketentuan mengisi komentar
- Pilihlah "BERI KOMENTAR SEBAGAI:" dengan isian "ANONYMOUS/ANONIM". Identitas bisa dicantumkan dalam isian komentar berupa NAMA dan DAERAH ASAL
- Komentar dilarang mengandung link Website/Medsos/Email dan berbagai bentuk kontak pribadi
- Setiap komentar akan dimoderasi