Empat Sebab Kehinaan Kaum Muslimin Beserta Solusinya

tafsir al quran, hadits, fatwa ulama, artikel, faidah, kata mutiara dan hikmah, serta tanya jawab kajian islam Empat Sebab Kehinaan Kaum Muslimin Beserta Solusinya
<Dari Shahabat Ibnu ‘Umar rodhiyallahu ‘anhuma beliau mengatakan: “Saya pernah mendengar Nabi shollallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

«إِذَا تَبَايَعْتُمْ بِالْعِينَةِ، وَأَخَذْتُمْ أَذْنَابَ الْبَقَرِ، وَرَضِيتُمْ بِالزَّرْعِ، وَتَرَكْتُمُ الْجِهَادَ، سَلَّطَ الله عَلَيْكُمْ ذُلًّا لَا يَنْزِعُهُ حَتَّى تَرْجِعُوا إِلَى دِينِكُمْ»

“Jika kalian melakukan jual beli dengan cara ‘Inah, lebih memilih ekor-ekor sapi (peternakan, pen), lebih rela dengan pertanian, serta meninggalkan Jihad fii Sabilillah, maka Alah akan timpakan kepada kalian kehinaan. Tidak akan dicabut kehinaan itu sampai kalian kembali kepada agama kalian. ” (HR. Ahmad no.5007 dan Abu Dawud no.3462)

Jual beli dengan cara ‘Inah masuk dalam pembahasan dosa riba.

Syaikhul Islam rohimahullah menjelaskan, "Bentuk jual beli ‘Inah adalah seseorang (misal: si A) menjual barang kepada satu orang pembeli (misal: si B) dengan cara tempo dengan harga tertentu. Kemudian si penjual tadi (yakni si A) membeli barang tersebut dari pembeli tadi (si B) dengan harga lebih rendah secara tunai.

Jual beli seperti ini tidak sah walaupun kedua pihak sama-sama sepakat.

Syaikhul Islam rohimahullah melanjutkan, "Jika kedua pihak melakukannya secara tidak sengaja, maka akad jual beli yang kedua harus dibatalkan agar celah yang mengantarkan kepada riba bisa ditutup." (Lihat Majmu’ Al-Fatawa 29/30)

Di dalam hadits ini disebutkan empat hal yang menjadikan sebab kehinaan kaum Muslimin;
Yang Pertama: Jual Beli ‘Inah yang mengandung unsur riba,
Yang Kedua: Sibuk dengan Peternakan,
Yang Ketiga: Sibuk dengan Pertanian (atau Perkebunan),

Untuk poin kedua dan ketiga terdapat tambahan penjelasan; “Kesibukan mereka terjadi di saat seruan Jihad (yang Syar'i) telah dikumandangkan”. (Lihat 'Aunul Ma'bud: 9/242, Asy-Syaikh Muhammad Asyrof)

Yang Keempat: Meninggalkan Jihad fii Sabilillah. Yakni; Tidak melakukan Jihad dengan harta, jiwa, ataupun lisan.


Catatan: Orang-orang yang memiliki empat sifat tersebut akan ditimpakan kepada mereka kehinaan. Namun hal ini tidak sampai mengeluarkan mereka dari agama Islam, hanya saja kesempurnaan Islamnya berkurang.

Adapun solusi (jalan keluar) dari kehinaan itu adalah kembali kepada agama Islam, yakni menjalankan agama Islam sesuai dengan cara yang diridhoi Allah Ta’ala.

Wallahul Muwaffiq


Disadur dari: Syarah Bulughul Marom 4/37 karya Asy-Syaikh Ibnu ‘Utsaimin rohimahullah)
Oleh: al Ustadz Abdul Hadi Pekalongan hafizhahullah

#fawaidumum

Update Ilmu agama bersama Warisan Salaf di: Website I Telegram I Twitter I Google Plus I Youtube I SMS Tausiyah
Situs Resmi http://www.warisansalaf.com

Postingan terkait:

Tidak ada tanggapan

Posting Komentar

Ketentuan mengisi komentar
- Pilihlah "BERI KOMENTAR SEBAGAI:" dengan isian "ANONYMOUS/ANONIM". Identitas bisa dicantumkan dalam isian komentar berupa NAMA dan DAERAH ASAL
- Komentar dilarang mengandung link Website/Medsos/Email dan berbagai bentuk kontak pribadi
- Setiap komentar akan dimoderasi