7 Alasan Mengapa Syirik Menjadi Dosa Besar yang Paling Besar

tafsir al quran, hadits, fatwa ulama, artikel, faidah, kata mutiara dan hikmah, serta tanya jawab kajian islam 7 Alasan Mengapa Syirik Menjadi Dosa Besar yang Paling Besar
<Para pembaca rahimakumullah, menyekutukan Allah dalam peribadatan merupakan dosa besar yang paling besar, di dalam Islam ia diistilahkan dengan perbuatan syirik.

Di dalam Al-Qur’an berulang kali Allah Subhanahu wa Ta’ala melarang hamba-Nya dari perbuatan ini. Bahkan larangan pertama di dalam Al-Qur’an ialah larangan dari perbuatan syirik. Allah berfirman di dalam surat Al-Baqarah (2:22), “Maka janganlah kalian menjadikan bagi Allah tandingan-tandingan dalam keadaan kalian mengetahui.”

Tapi tahukah anda mengapa Syirik digolongkan sebagai dosa besar yang paling besar?

Simak penjelasan Syaikh Shalih Al-Fauzan Hafizhahullahu Ta’ala berikut ini:

1. Perbuatan syirik hakekatnya adalah menyerupakan makhluk dengan Sang Kholiq (Pencipta) dalam hal kekhususan peribadahan. Sehingga siapa saja yang menyekutukan Allah dengan suatu makhluq maka hakekatnya dia telah menyamakan antara keduanya. Tentu saja ini adalah kezhaliman yang paling besar, Allah berfiman, “Sesungguhnya syirik adalah kezhaliman yang paling besar.” (QS Luqman:13), makna dzalim adalah meletakkan sesuatu tidak pada posisinya. Ketika seorang hamba beribadah kepada selain Allah berarti ia telah meletakkan peribadahan tidak pada tempatnya yang tepat.

2. Dosa syirik tidak akan mendapat ampunan dari Allah. Allah Ta’ala berfirman, “Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya.” ( An-Nisa:48)

3. Allah mengharamkan Al-Jannah (surga) bagi pelaku kesyirikan. Sehingga dia akan kekal di dalam neraka Jahannam. Allah Ta’ala berfirman, “Sesungguhnya orang-orang yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah. Maka pasti Allah mengharamkan kepadanya surga, dan tempatnya ialah neraka, tidaklah ada bagi orang-orang zalim itu seorang penolongpun.” ( Al-Maidah:72)

4. Syirik menghapuskan segala amal kebaikan, Allah berfirman, “seandainya mereka mempersekutukan Allah, niscaya lenyaplah dari mereka amalan yang telah mereka kerjakan.” ( Al-An’am:88), dalam ayat lain Allah berfirman, “dan Sesungguhnya telah diwahyukan kepadamu dan kepada (nabi-nabi) yang sebelummu. “Jika kamu mempersekutukan (Allah), niscaya akan hapuslah amalmu dan tentulah kamu Termasuk orang-orang yang merugi.” (QS. Az-Zumar:65)

5. Pelaku kesyirikan halal darah dan hartanya (tentu saja bagi pemerintah kaum muslimin dan bukan kepada setiap individu muslim). Allah Ta’ala berfirman, “Maka bunuhlah orang-orang musyrikin itu dimana saja kamu jumpai mereka, dan tangkaplah mereka. Kepunglah mereka dan intailah ditempat pengintaian.” ( At-Taubah:5), dan Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda, “Aku diperintah untuk memerangi manusia hingga mereka mengucapkan LA ILAHA ILLALLAH, apabila mereka telah mengucapkannya maka darah dan harta mereka telah terlindungi dariku kecuali dengan haknya.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

6. Syirik merupakan dosa besar yang paling besar sebagaimana dikhabarkan oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam, “Maukah aku beritakan kepada kalian dosa besar yang paling besar?” para shahabat menjawab, tentu wahai Rasulullah. Beliau mengatakan, “yaitu penyekutukan Allah dan durhaka kepada kedua orang tua.” ( Al-Bukhari dan Muslim)

7. Syirik merupakan bentuk kekurangan dan aib yang telah Allah bersihkan diri-Nya dari kekurangan tersebut. Ketika seseorang berani memberikan sekutu bagi Allah padahal sekutu telah Allah tiadakan untuk dirinya, maka ini merupakan puncak perbuatan lancang dan durhaka kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Diringkas dari kitab At-Tauhid karya Syaikh Shalih Al-Fauzan Hafizhahullahu (hal.10)
Oleh: Tim Warisan Salaf
Link: http://bit.ly/syirikdosabesar

Sebarkan Artikel ini kpd org yg anda cintai smg menjadi amal jariyah.
Warisan Salaf menyajikan artikel dan Fatawa Ulama’ Ahlussunnah wal Jama’ah (tidak copy paste)
Ikuti Channel kami di telegram https://bit.ly/warisansalaf
Situs Resmi http://www.warisansalaf.com

Postingan terkait:

Tidak ada tanggapan

Posting Komentar

Ketentuan mengisi komentar
- Pilihlah "BERI KOMENTAR SEBAGAI:" dengan isian "ANONYMOUS/ANONIM". Identitas bisa dicantumkan dalam isian komentar berupa NAMA dan DAERAH ASAL
- Komentar dilarang mengandung link Website/Medsos/Email dan berbagai bentuk kontak pribadi
- Setiap komentar akan dimoderasi