2. Pelajaran Shahih Muslim (Pembahasan Tentang Surga )

tafsir al quran, hadits, fatwa ulama, artikel, faidah, kata mutiara dan hikmah, serta tanya jawab kajian islam 2. Pelajaran Shahih Muslim (Pembahasan Tentang Surga )
<Kitabul-Jannah
—————————-

Hadits No.2
—————————————————

Dari Abu Huroiroh –rodhiyallahu ‘anhu-, bahwa Rasulullah –shollallahu ‘alaihi wasallam- pernah bersabda:
Allah –subhanahu wata’ala- berfirman:

أَعْدَدْتُ لِعِبَادِيَ الصَّالِحِينَ مَا لَا عَيْنٌ رَأَتْ، وَلَا أُذُنٌ سَمِعَتْ، وَلَا خَطَرَ عَلَى قَلْبِ بَشَرٍ

“Telah ku sediakan untuk hamba-hamba-Ku yang sholih, sesuatu yang tidak pernah dilihat oleh mata, tidak pernah didengar oleh telinga, dan tidak pernah terbayang di dalam hati seorang manusia pun.”

Kemudian Rasulullah –shollallahu ‘alaihi wasallam- mengatakan, “Pembenarnya terdapat di dalam Al-Quran:

فَلَا تَعْلَمُ نَفْسٌ مَا أُخْفِيَ لَهُمْ مِنْ قُرَّةِ أَعْيُنٍ جَزَاءً بِمَا كَانُوا يَعْمَلُونَ

“Tak seorangpun mengetahui berbagai nikmat yang menanti, yang indah dipandang sebagai balasan bagi mereka, atas apa yang mereka kerjakan.” (As-Sajdah:17)

》[HR. Muslim No.2824 dalam beberapa lafadz.
Disebutkan pula pada nomer 2825 hadits yang semakna, dari shahabat Sahl bin Sa’ad As-Sa’idy –rodhiyallahu ‘anhu]

Takhrij Hadits:
—————————-
Hadits ini diriwayatkan pula oleh:
Al-Bukhori (3244), (4779), (4780), (7498), Ahmad (8143), (9649), (10017), (10423), (10577), At-Tirmidzi (3197), (3292), Ibnu Majah (4328), dan selain mereka.

Syarah (Penjelasan):
——————————————-
Di dalam hadits ini dijelaskan, bahwa kenikmatan di dalam Jannah tidak pernah dilihat, didengar, atau dibayangkan oleh seorang pun.

Pendalilan ini diperkuat dengan surat As-Sajdah ayat 17 yang dibacakan oleh Rasulullah Shollallahu ‘alaihi wasallam. Allah Ta’ala berfirman (artinya):
“Tak seorangpun mengetahui berbagai nikmat yang menanti, yang indah dipandang sebagai balasan bagi mereka, atas apa yang mereka kerjakan.” (As-Sajdah:17)

Di dalam hadits ini pula disebutkan, bahwa Allah Subhanahu wata’ala telah menyediakan Jannah bagi hamba-hamba-Nya yang sholih, yaitu yang bertakwa.

Sebagaimana disebutkan dalam Al-Qur
an, Allah Subhanahu wata’ala berfirman:

وَسَارِعُوا إِلَى مَغْفِرَةٍ مِنْ رَبِّكُمْ وَجَنَّةٍ عَرْضُهَا السَّمَاوَاتُ وَالْأَرْضُ أُعِدَّتْ لِلْمُتَّقِينَ

“Dan bersegeralah kalian kepada ampunan dari Tuhan kalian dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang (telah) disediakan untuk orang-orang yang bertakwa.” (Al-Imron:133)

Faedah:
———————————
Ahlus Sunnah wal Jama’ah meyakini bahwa al-Jannah (surga)) sekarang sudah diciptakan dan sudah ada.

Inilah keyakinan Ahlus Sunnah wal Jama’ah sebagaimana disebutkan dalam kitab-kitab Aqidah. Di antaranya kitab “Al-Aqidah Ath-Thohawiyyah” karya Imam Ath-Thohawi, kitab “Lum’atul I’tiqod” karya Imam Ibnu Qudamah –rohimahullah, dimana mereka menjelaskan:

الجَنَّةُ وَ النَّارُ مَخْلُوقَتَان ...

“Al-Jannah dan An-Nar (keduanya) sudah diciptakan....”

Di antara dalil yang menunjukkan permasalahan itu adalah Surat Ali Imron ayat 133 yang tadi disebutkan di atas.
Kemudian hadits ini.

Kemudian sabda Rasulullah Shollallahu ‘alaihi wasallam (setelah beliau sholat gerhana):

إِنِّي رَأَيْتُ الْجَنَّةَ، فَتَنَاوَلْتُ مِنْهَا عُنْقُودًا، وَلَوْ أَخَذْتُهُ لَأَكَلْتُمْ مِنْهُ مَا بَقِيَتِ الدُّنْيَا...

“Sesungguhnya aku telah melihat Jannah (surga) (ketika dalam sholat gerhana tersebut), Akupun berusaha mengambil setandan (buah-buahan). Andai aku berhasil mengambilnya, niscaya kalian dapat memakannya selama dunia ini masih ada.” (HR. Al-Bukhori No.1052 dan Muslim No.907 , dari Abdullah bin Abbas Rodhiyallahu ‘anhuma)

(Silahkan lihat penjelasan Asy-Syaikh Al-‘Utsaimin –rohimahullah- selengkapnya di kitab “Syarh Lum’atul I’tiqod" karya beliau Hal.131-133)


Ikuti terus pelajaran Shahih Muslim di channel ini, insya Allah.

FAEDAH INI DIKIRIMKAN OLEH AL-USTADZ ABDUL HADI PEKALONGAN HAFIZHAHULLAH


Warisan Salaf menyajikan Artikel dan Fatawa Ulama Ahlussunnah wal Jama'ah
Channel kami https://bit.ly/warisansalaf
Situs Resmi http://www.warisansalaf.com

Postingan terkait:

Tidak ada tanggapan

Posting Komentar

Ketentuan mengisi komentar
- Pilihlah "BERI KOMENTAR SEBAGAI:" dengan isian "ANONYMOUS/ANONIM". Identitas bisa dicantumkan dalam isian komentar berupa NAMA dan DAERAH ASAL
- Komentar dilarang mengandung link Website/Medsos/Email dan berbagai bentuk kontak pribadi
- Setiap komentar akan dimoderasi