Zakat Tanah Dan Properti

tafsir al quran, hadits, fatwa ulama, artikel, faidah, kata mutiara dan hikmah, serta tanya jawab kajian islam Zakat Tanah Dan Properti
<Fatwa Syaikh Ibnu Baz rahimahullah

"Tidak ada zakat atas tanah atau barang lainnya. Namun, jika pemiliknya berniat mempersiapkannya untuk dijual, maka ia menunaikan zakat harganya apabila telah sampai satu haul (satu tahun) dan nisab. Apabila pemiliknya ragu-ragu apakah menjualnya atau tidak, maka tanah tersebut tidak terkena zakat hingga ia memastikan niat menjual dan setelah itu telah genap satu haul dan satu nisab atau lebih berdasarkan apa yang diriwayatkan oleh Abu Daud dan yang lain dari Samurah bin Jundub Radhiyallahu Anhu, ia berkata: "Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam memerintahkan kami untuk mengeluarkan zakat dari barang yang kami persiapkan untuk diperjualbelikan."Ada penguat lain dari hadits Abu Dzar Radhiyallahu `Anhu. Ini adalah pendapat mayoritas ulama dan sebagian menyatakan yang demikian adalah ijmak. Adapun jika berupa rumah, toko atau tanah yang dipersiapkan untuk disewakan, maka properti tersebut pada dasarnya (munurut hukum asal) tidak wajib dizakati. Zakat hanya dikenakan pada hasil sewa apabila telah sampai nisab dan telah genap satu haul berdasarkan keumuman dalil yang menunjukkan kewajiban zakat atas emas dan perak atau barang lain yang dipakai untuk alat transaksi seperti mata uang apabila telah sampai satu haul. Allahlah Maha Pemberi taufik."

https://binbaz.org.sa/fatwas/5808/%D8%AD%D9%83%D9%85-%D8%A7%D9%84%D8%B2%D9%83%D8%A7%D8%A9-%D9%81%D9%8A-%D8%A7%D9%84%D8%A7%D8%B1%D8%B6-%D8%BA%D9%8A%D8%B1-%D8%A7%D9%84%D9%85%D8%B9%D8%AF%D8%A9-%D9%84%D9%84%D8%A8%D9%8A%D8%B9

http://t.me/ukhwh

لا زكاة في الأرض ولا في غيرها من العروض، إلا إذا عزم مالكها على إعدادها للبيع، فإنه يزكي قيمتها إذا حال عليها الحول وهي نصاب، أما إذا كان المالك مترددًا هل يبيعها أو لا يبيعها، فإنه لا زكاة فيها حتى يجزم بنية البيع ويحول عليها الحول بعد ذلك وهي نصاب فأكثر؛ لما روى أبو داود وغيره عن سمرة بن جندب  قال: أمرنا رسول الله ﷺ أن نخرج الصدقة مما نعده للبيع[1]، وله شاهد من حديث أبي ذر  وهو قول جمهور أهل العلم، وحكاه بعضهم إجماعًا.
أما إن كان العقار من بيت أو حانوت أو أرض معدًا للإجارة، فإن الزكاة لا تجب في أصله، وإنما تجب في الأجرة إذا بلغت النصاب وحال عليها الحول؛ لعموم الأدلة الدالة على وجوب الزكاة في النقدين، أو ما يقوم مقامهما من الأوراق النقدية إذا حال عليها الحول. والله ولي التوفيق[2].

Postingan terkait:

Tidak ada tanggapan

Posting Komentar

Ketentuan mengisi komentar
- Pilihlah "BERI KOMENTAR SEBAGAI:" dengan isian "ANONYMOUS/ANONIM". Identitas bisa dicantumkan dalam isian komentar berupa NAMA dan DAERAH ASAL
- Komentar dilarang mengandung link Website/Medsos/Email dan berbagai bentuk kontak pribadi
- Setiap komentar akan dimoderasi