Syarat-syarat Wanita Bekerja

tafsir al quran, hadits, fatwa ulama, artikel, faidah, kata mutiara dan hikmah, serta tanya jawab kajian islam Syarat-syarat Wanita Bekerja
<Al 'Allamah Rabi' bin Hadi al Madkhali hafizhahullah

"Sungguh Islam sangat extra perhatian terhadap seorang wanita dengan membebani suaminya atau yang mengepalainya dari saudara lelaki atau bapaknya dan seterusnya untuk bekerja mencari rezeki dan nafkah.

Dengan demikian, seorang wanita itu ada yang menanggungnya di dalam Islam sehingga janganlah dia keluar kecuali bila tidak ada orang yang menanggung nafkahnya.

Bila ada orang yang menanggung nafkahnya, maka Allah Ta'ala sungguh telah memuliakannya untuk tetap di rumahnya dan tinggal di dalamnya, sebagaimana Firman-Nya Tabaraka Wa Ta'ala:

وَقَرْنَ فِي بُيُوتِكُنَّ وَلَا تَبَرَّجْنَ تَبَرُّجَ الْجَاهِلِيَّةِ الْأُولَىٰ ۖ

Dan hendaklah kamu tetap di rumahmu dan janganlah kamu berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang Jahiliyah yang dahulu. (QS.Al Ahzab:33)

Namun bila ia terpaksa untuk bekerja, hendaknya ia bekerja di lapangan kerja kaum wanita dan jangan di lapangan kerja kaum pria. Misalnya mengobati kaum wanita, mengajar di sekolah-sekolah yang dikhususkan untuk kaum wanita.

Karena perkaranya sudah jelas dalam Islam, bahwa Allah Ta'ala mengharamkan ikhtilath, yaitu ikhtilath (campur baur) pria wanita. Begitu pula khalwat (berduaannya) seorang pria dengan seorang wanita tanpa mahram tidak boleh bagi wanita atau tidak boleh pria khalwat dengan wanita kecuali dengan mahram wanita. Tidak boleh juga wanita bepergian jauh kecuali dengan mahram. Semuanya ini sebagai bentuk penjagaan atas harkat wanita dan martabatnya serta penjagaan terhadap kesuciannya dan ketulusannya dari didekatinya kerusakan yang menimpa martabatnya .

Maka, seorang wanita diperintah untuk tinggal di rumahnya dan diperintah untuk berhijab."

Fatawa Fadhilatusy Syaikh al 'Allamah Rabi' bin Hadi bin 'Umair al Madkhali hafizhahullah 2/406

http://t.me/ukhwh


:::: 《 شروط عمل المرأة 》::::


إن الإسلام قد اعتنى بالمرأة عناية فائقة , حيث كلف بالعمل وكسب الرزق و الإنفاق عليها زوجها أو ولي أمرها من أخ أو أب وما شاكل ذلك,

المرأة مكفولة في الإسلام , ولا تخرج للعمل إلا إذا لم يكن هناك من يكفلها

وإذا وجد من يكفلها فإن الله قد أكرمها بأن تلزم بيتها وتقر فيه, كما قال –تبارك وتعالى:

(( وقرن في بيوتكن ولا تبرجن تبرج الجاهلية الأولى)) [ سورة الأحزاب: 33].

وإذا اضطرت إلى العمل فتعمل في ميدان النساء لا في ميادين الرجال , كتطبيب النساء, و كالتدريس في المدارس التي تخصص للنساء .

و الأمر واضح في الإسلام أن الله قد حرم الإختلاط , الاختلاط بين الجنسين وخلو الرجل بالمرأة فلا يجوز لها أو لا يجوز لرجل أن يخلو بامرأة إلا ومعها ذو محرم , فلا تسافر إلا مع ذي محرم , وكل ذلك حفاظا على شرف المرأة وكرامتها و حفاظا على عفتها و نزاهتها من أن يقترب إليها الفساد الذي يمس كرامتها , فأمرها أن تقر في بيتها , و أمرها بالحجاب .

المصدر :

فتاوى فضيلة الشيخ العلامة ربيع بن هادي بن عمير المدخلي حفظه الله
الجزء الثاني ص ـ 406 ـ

Postingan terkait:

Tidak ada tanggapan

Posting Komentar

Ketentuan mengisi komentar
- Pilihlah "BERI KOMENTAR SEBAGAI:" dengan isian "ANONYMOUS/ANONIM". Identitas bisa dicantumkan dalam isian komentar berupa NAMA dan DAERAH ASAL
- Komentar dilarang mengandung link Website/Medsos/Email dan berbagai bentuk kontak pribadi
- Setiap komentar akan dimoderasi