Seorang Wanita Tidak Akan Mendapatkan Manisnya Iman Sampai Dia Menunaikan Hak Suaminya

tafsir al quran, hadits, fatwa ulama, artikel, faidah, kata mutiara dan hikmah, serta tanya jawab kajian islam Seorang Wanita Tidak Akan Mendapatkan Manisnya Iman Sampai Dia Menunaikan Hak Suaminya
<Seorang wanita bertanya kepada Asy Syaikh Al Albani -rahimahullah- : "Wahai Syaikh, dulu sebelum menikah saya seorang pemudi yang rajin puasa, salat malam dan ibadah yang lainnya. Saya juga mendapatkan kelezatan yang luar biasa dari Al Qur'an.Tapi sekarang (setelah menikah) saya kehilangan manisnya ketaatan-ketaatan tersebut.

Maka Syaikh Al Albani menjawab : "Seperti apa perhatianmu terhadap suamimu !?"

Si wanita berkata : "Wahai Syaikh saya bertanya kepadamu tentang Al Qur'an, puasa, salat dan manisnya ketaatan. Tapi engkau malah menanyakan kepadaku tentang suamiku !?"

Syaikh menjawab : "Benar saudariku. Inilah sebabnya kenapa sebagian wanita tidak mendapatkan manisnya iman, lezatnya ketaatan dan pengaruh positif dari ibadah ?"

Nabi ﷺ bersabda :

(ولا تَجدُ المرأة حلاوة الإيمان حتَّى تؤدِّي حقَّ زوجها) .

" Seorang wanita tidak akan mendapatkan manisnya iman sampai dia menunaikan hak suaminya "

Shahih At Targhib Wat Tarhib (1939)

______

ولا تَجدُ المرأة حلاوة الإيمان حتَّى تؤدِّي حقَّ زوجها

سألت امــرأة الشيـخ الالبانـي
رحمه الله فقالت :

يا شيخ قبل زواجي كنتُ فتاةً صوّامة قوّامة ..أجدُ لذةً للقرآن عجيبة .. والآن فقدتُ حلاوة الطاعات ..

قال : ما هي أخبارُ اهتمامك بزوجك !؟

قالت : يا شيخ أنا أسألك عن القرآن والصوم والصلاة وحلاوة الطاعة ..وأنت تسألني عن زوجي ! ؟

قال : نعم يا أختي .. لماذا لا تَجدُ بعض النساء حلاوة الإيمان ولذَّة الطاعة وأثر العبادة ؟

قال صلى الله عليه وسلّم :
(ولا تَجدُ المرأة حلاوة الإيمان حتَّى تؤدِّي حقَّ زوجها) .

صحيح الترغيب والترهيب (1939) ]

https://t.me/atymn/6024



tim S



WhatsApp Salafy Cirebon
Gabung di channel telegram :
http://t.me/salafy_cirebon

Memyajikan artikel dan audio kajian ilmiyah



Postingan terkait:

Tidak ada tanggapan

Posting Komentar

Ketentuan mengisi komentar
- Pilihlah "BERI KOMENTAR SEBAGAI:" dengan isian "ANONYMOUS/ANONIM". Identitas bisa dicantumkan dalam isian komentar berupa NAMA dan DAERAH ASAL
- Komentar dilarang mengandung link Website/Medsos/Email dan berbagai bentuk kontak pribadi
- Setiap komentar akan dimoderasi