Masalah Penyembelihan Kurban

tafsir al quran, hadits, fatwa ulama, artikel, faidah, kata mutiara dan hikmah, serta tanya jawab kajian islam Masalah Penyembelihan Kurban
<Asy Syaikh Abu Ammar Ali Al Hudzaifi -hafidzohullah- berkata :

Kata الأضْحِيَة dengan dhammah pada hamzah (أُُضحية) dan boleh juga dengan kashroh (إِضْحية), dan kadang dikatakan: ضَحِيَّة dengan wazan سَرِيّة juga أضحاه dengan wazan أرطاه

• Yaitu hewan kurban yang disembelih seorang muslim pada hari Ied dan hari-hari tasyriq setelahnya dalam rangka mendekatkan diri kepada Allah -Ta'ala-, karena Allah berfirman :

لَنْ يَنَالَ اللَّهَ لُحُومُهَا وَلَا دِمَاؤُهَا وَلَٰكِنْ يَنَالُهُ التَّقْوَىٰ مِنْكُمْ ۚ

"Daging-daging unta dan darahnya sekali-kali tidaklah sampai kepada Allah, akan tetapi ketakwaan kalianlah yang sampai kepada-Nya." (Al Hajj:37)

• Maka dalam menyembelih binatang ternak secara umum ataupun hewan kurban secara khusus harus dilandasi dengan keikhlasan kepada Allah -Ta'ala-, sehingga dia menyembelihnya dalam rangka mendekatkan diri kepada Allah -Ta'ala-. Tidak menyembelih karena bangga diri, riya', ingin dipuji dan tidak pula karena sekedar mengikuti kebiasaan.

Di antara tujuan penyembelihan tersebut adalah memberikan kesenangan kepada anak-anak, keluarga dan kerabat. Memberi makan orang yang membutuhkan dan menjadikan mereka tidak butuh kepada manusia.

Amalan ini hukumnya sunnah. Telah terkumpul padanya sunnah berupa ucapan dan perbuatan Nabi.

• Adapun sunnah berupa ucapan, maka sungguh Rasulullah ﷺ telah menganjurkan dan menyemangati manusia untuk melaksanakannya.

• Sedangkan sunnah berupa amalan, maka sungguh Rasulullah ﷺ telah mengerjakannya, beliau telah menyembelih 2 kurban; yang pertama atas nama beliau dan keluarganya dan yang kedua atas nama umatnya.

Syarah Kitab Al Hajj min Umdatil fiqhi oleh Asy Syaikh Ali Al Hudzaifi -hafidzohullah-
__________

مسائل الأضحية

قال الشيخ أبو عمار علي الحذيفي _ حفظه الله_:

الأضحية: هي بضم الهمزة (أضحية) وكسرها (إضحية)، وتقال أيضا: ضحية بوزن سرية، وأضحاه بوزن أرطاه،

وهي ما يذبحها المسلم يوم النحر وفي أيام التشريق تقربا إلى الله تعالى لأن الله يقول: (لن ينال الله لحومها ولا دماؤها ولكن يناله التقوى منكم).

فلابد في ذبح الأنعام عموما والأضحية خصوصا من الإخلاص لله تعالى، فيذبحها قربة إلى الله تعالى، فلا يذبح فخراً ولا رياءً ولا سمعة، ولا مجرد عادة.

ومن مقاصدها التوسعة على العيال والأهل والأقارب وإطعام المحتاجين والاستغناء عن الناس.

وهي سنة مستحبة اجتمعت فيها السنة القولية والعملية،
فأما السنة القولية فقد حث الناس عليها صلى الله عليه وسلم، ورغَّب فيها.
وأما السنة العملية فقد فعلها النبي صلى الله عليه وسلم، فقد ضحى النبي صلى الله عليه وسلم بأضحيتين، إحداهما عنه وعن أهل بيته، والثانية عن أمته

شرح كتاب الحج من عمدة الفقه للشيخ علي الحذيفي


WhatsApp Salafy Cirebon
Channel Telegram ||http://t.me/salafy_cirebon


Menyajikan artikel dan audio kajian ilmiah



Postingan terkait:

Tidak ada tanggapan

Posting Komentar

Ketentuan mengisi komentar
- Pilihlah "BERI KOMENTAR SEBAGAI:" dengan isian "ANONYMOUS/ANONIM". Identitas bisa dicantumkan dalam isian komentar berupa NAMA dan DAERAH ASAL
- Komentar dilarang mengandung link Website/Medsos/Email dan berbagai bentuk kontak pribadi
- Setiap komentar akan dimoderasi