Keistimewaan Safar Menuju Allah Ta'ala

tafsir al quran, hadits, fatwa ulama, artikel, faidah, kata mutiara dan hikmah, serta tanya jawab kajian islam Keistimewaan Safar Menuju Allah Ta'ala
<Al Imam Ibnul Qayyim rahimahullah,

"Ketika Nabi Musa 'Alaihissalam bersafar (bepergian jauh) menuju Khidir, maka beliau merasakan lapar dan letih dalam perjalanannya, sehingga beliau berkata kepada muridnya,

اٰتِنَا غَدَاۤءَنَاۖ لَقَدْ لَقِيْنَا مِنْ سَفَرِنَا هٰذَا نَصَبًا

'Bawalah kemari makanan kita; sesungguhnya kita telah merasa letih karena perjalanan kita ini'. (QS.Al Kahfi:62)

Kepayahan yang beliau alami ini dikarenakan beliau bersafar menuju makhluk.

Namun ketika Allah Ta'ala menjanjikan kepada Nabi Musa (memberikan Taurat) sesudah berlalu waktu tiga puluh malam dan disempurnakan jumlah malam itu dengan sepuluh (malam lagi), dalam kondisi beliau tidak makan di masa itu ternyata beliau tidak merasakan lapar maupun letih...Hal ini terjadi dikarenakan beliau bersafar menuju Allah Ta'ala.

Demikianlah, keadaan safarnya hati dan perjalanannya menuju Allah Ta'ala, tidak ada padanya kesengsaraan dan letih sebagaimana yang ada pada safarnya hati kepada sebagian makhluk."

Badai'ul Fawaid 2/212

http://t.me/ukhwh


ﻳﻘﻮﻝ ﺍﻹﻣﺎﻡ ﺍﺑﻦ ﺍﻟﻘﻴّﻢ ﺭﺣﻤﻪ ﺍﻟﻠﻪ :

ﻟﻤﺎ ﺳﺎﻓﺮ ﻣﻮﺳﻰ ﺇﻟﻰ ﺍﻟﺨﻀﺮ ﻭﺟﺪ ﻓﻲ ﻃﺮﻳﻘﻪ ﻣﺲ ﺍﻟﺠﻮﻉ ﻭﺍﻟﻨﺼﺐ ...
ﻓﻘﺎﻝ ﻟﻔﺘﺎﻩ :
‏"ﺁﺗِﻨَﺎ ﻏَﺪَﺍﺀﻧَﺎ ﻟَﻘَﺪْ ﻟَﻘِﻴﻨَﺎ ﻣِﻦ ﺳَﻔَﺮِﻧَﺎ ﻫَﺬَﺍ ﻧَـصبًا ‏"... ‏[ ﺍﻟﻜﻬﻒ : 62 ‏]

ﻓﺈﻧﻪ ﺳﻔﺮ ﺇﻟﻰ ﻣﺨﻠﻮﻕ ...

ﻭﻟﻤﺎ ﻭﺍﻋﺪﻩ ﺭﺑﻪ ﺛﻼﺛﻴﻦ ﻟﻴﻠﺔ ﻭﺃﺗﻤﻬﺎ ﺑﻌﺸﺮ ، ﻓﻠﻢ ﻳﺄﻛﻞ ﻓﻴﻬﺎ ﻟﻢ ﻳﺠﺪ ﻣﺲ ﺍﻟﺠﻮﻉ ﻭﻻ ﺍﻟﻨﺼﺐ ...
ﻓﺈﻧﻪ ﺳﻔﺮ ﺇﻟﻰ ﺭﺑﻪ ﺗﻌﺎﻟﻰ ...

ﻭﻫﻜﺬﺍ ﺳﻔﺮ ﺍﻟﻘﻠﺐ ﻭﺳﻴﺮﻩ ﺇﻟﻰ ﺭﺑﻪ ﻻ ﻳﺠﺪ ﻓﻴﻪ ﻣﻦ ﺍﻟﺸﻘﺎﺀ ، ﻭ ﺍﻟﻨﺼﺐ ﻣﺎ ﻳﺠﺪﻩ ﻓﻲ ﺳﻔﺮﻩ ﺇﻟﻰ ﺑﻌﺾ ﺍﻟﻤﺨﻠﻮﻗﻴﻦ

‏[ ﺑﺪﺍﺋﻊ ﺍﻟﻔﻮﺍﺋﺪ ‏( 2 / 212 ‏) ‏]

Postingan terkait:

Tidak ada tanggapan

Posting Komentar

Ketentuan mengisi komentar
- Pilihlah "BERI KOMENTAR SEBAGAI:" dengan isian "ANONYMOUS/ANONIM". Identitas bisa dicantumkan dalam isian komentar berupa NAMA dan DAERAH ASAL
- Komentar dilarang mengandung link Website/Medsos/Email dan berbagai bentuk kontak pribadi
- Setiap komentar akan dimoderasi