Hukum Takbir Berjamaah Sebelum Salat 'Id

tafsir al quran, hadits, fatwa ulama, artikel, faidah, kata mutiara dan hikmah, serta tanya jawab kajian islam Hukum Takbir Berjamaah Sebelum Salat 'Id
<Terdapat dalam fatwa Lajnah Daimah (8/311) dikatakan,

“Takbir jama’i dengan satu suara tidak disyari’atkan bahkan ia adalah bid’ah. Sebagaimana yang ada ketetapan dari Nabi sallallahu alaihi wa sallam, “Siapa yang beramal suatu amalan, yang tidak ada perintah dari kami, maka ia tertolak.” Dan tidak dilakukan oleh ulama salaf, tidak juga para shahabat dan para tabiin dan tabiut tabiin. Mereka ada contoh yang wajib diikuti dan tidak membuat bid’ah dalam agama.” Selesai

Terdapat juga, (24/269) di dalamnya,

“Takbir jama’I itu bid’ah, karena tidak ada dalilnya. Sementara Rasulullah sallallahu alaihi wa sallam bersabda, “Siapa yang beramal suatu amalan, yang tidak ada perintah dari kami, maka ia tertolak.” Sementara apa yang dilakkan oleh Umar radhiallahu anhu bukan sebagai dalil dalam takbir jama’i. akan tetapi Umar radhiallahu anhu bertakbir sendiri. Ketika orang-orang mendengarkan, mereka bertakbir. Masing-masing bertakbir sendiri-sendiri. Mereka tidak melakukan takbir secara berjamaah.” Selesai

http://t.me/ukhwh

وجاء في " فتاوى اللجنة الدائمة "

(8/311) :التكبير الجماعي بصوت واحد ليس بمشروع بل ذلك بدعة ؛ لما ثبت عن النبي صلى الله عليه وسلم أنه قال : ( من أحدث في أمرنا هذا ما ليس منه فهو رد ) ، ولم يفعله السلف الصالح ، لا من الصحابة ، ولا من التابعين ، ولا تابعيهم ، وهم القدوة ، والواجب الاتباع وعدم الابتداع في الدين " انتهى.


(24/269)

" التكبير الجماعي بدعة ؛ لأنه لا دليل عليه ، وقد قال النبي صلى الله عليه وسلم : ( من عمل عملا ليس عليه أمرنا فهو رد ) وما فعله عمر رضي الله عنه ليس فيه دليل على التكبير الجماعي ، وإنما فيه أن عمر رضي الله عنه يكبر وحده فإذا سمعه الناس كبروا ، كل يكبر وحده ، وليس فيه أنهم يكبرون تكبيرا جماعيا " انتهى.
;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;

Postingan terkait:

Tidak ada tanggapan

Posting Komentar

Ketentuan mengisi komentar
- Pilihlah "BERI KOMENTAR SEBAGAI:" dengan isian "ANONYMOUS/ANONIM". Identitas bisa dicantumkan dalam isian komentar berupa NAMA dan DAERAH ASAL
- Komentar dilarang mengandung link Website/Medsos/Email dan berbagai bentuk kontak pribadi
- Setiap komentar akan dimoderasi