Hukum Membatalkan Puasa Ramadhan Karena Terpaksa

tafsir al quran, hadits, fatwa ulama, artikel, faidah, kata mutiara dan hikmah, serta tanya jawab kajian islam Hukum Membatalkan Puasa Ramadhan Karena Terpaksa
<Syaikh Ibnu Baz rahimahullah

Pertanyaan:
Salah seorang akhwat pendengar berinisial ص.ه.ي dari Riyadh berkata salah satunya: saya sangat kehausan di saat Ramadhan dikarenakan menggembalakan kambing di padang pasir kemudian saya pingsan lalu membatalkan puasa. Apa kewajiban saya kemudian? Jazakumullahu khairan

Jawaban:
Tidak mengapa dikarenakan darurat. Namun wajib engkau mengqadha puasa. Sebab seseorang bila terpaksa membatalkan puasa, maka dia boleh membatalkannya lalu imsak (menahan diri dari makan dan minum).

Sehingga bila seseorang sangat dahaga, maka dia boleh minum sebatas ukuran yang bisa menghilangkan dahaga lalu menahan diri dari makan dan minum hingga maghrib lalu dia qadha puasanya.

Demikian pula seandainya dia sangat kelaparan lalu dia makan karena takut beresiko, dia qadha pula puasanya setelah itu yakni dia imsak lagi lalu dia qadha. Allah Ta'ala berfirman:"Bertakwalah kepada Allah semampu kalian." (at Taghabun:16).
Ya.

Presenter (pembawa acara): Jazakumullahu khairan.

https://binbaz.org.sa/fatwas/8646/%D8%AD%D9%83%D9%85-%D9%85%D9%86-%D8%A7%D9%81%D8%B7%D8%B1-%D9%81%D9%8A-%D8%B1%D9%85%D8%B6%D8%A7%D9%86-%D9%85%D8%B6%D8%B7%D8%B1%D8%A7

http://t.me/ukhwh


السؤال: من إحدى الأخوات المستمعات رمزت إلى اسمها بالحروف (ص. هـ. ي) من الرياض تقول في أحدها: اشتد علي العطش في يوم رمضان، وكنت أقوم برعي الغنم في البادية، فأغمي علي وأفطرت، ماذا علي حينئذٍ، جزاكم الله خيراً؟

الجواب: لا شيء من أجل الضرورة، لكن عليك القضاء، .. لأن الإنسان إذا اضطر إلى الفطر أفطر ويمسك، إذا اشتد بالإنسان ظمأ يشرب ما يسد ما يزيل الظمأ ثم يمسك إلى الغروب ويقضي، وهكذا لو أصابه جوع شديد وأكل خوفاً من الخطر يقضي بعد ذلك، يمسك ويقضي فَاتَّقُوا اللَّهَ مَا اسْتَطَعْتُمْ [التغابن:16]. نعم.
المقدم: جزاكم الله خيراً.

Postingan terkait:

Tidak ada tanggapan

Posting Komentar

Ketentuan mengisi komentar
- Pilihlah "BERI KOMENTAR SEBAGAI:" dengan isian "ANONYMOUS/ANONIM". Identitas bisa dicantumkan dalam isian komentar berupa NAMA dan DAERAH ASAL
- Komentar dilarang mengandung link Website/Medsos/Email dan berbagai bentuk kontak pribadi
- Setiap komentar akan dimoderasi