Bisakah Berbuka Dengan Hal Yang Manis Mewakili Sunnah Berbuka Dengan Kurma?

tafsir al quran, hadits, fatwa ulama, artikel, faidah, kata mutiara dan hikmah, serta tanya jawab kajian islam Bisakah Berbuka Dengan Hal Yang Manis Mewakili Sunnah Berbuka Dengan Kurma?
<Syaikh Zaid bin Muhammad al Madkhali rahimahullah

"Al Imam asy Syaukani rahimahullah menyebutkan sebab disyariatkan berbuka dengan kurma, beliau mengatakan: hanya disyariatkan berbuka dengan kurma karena kurma itu manis, sedangkan setiap yang manis akan menguatkan penglihatan yang lemah dikarenakan puasa. Inilah pendapat paling baik dalam menjelaskan aspek hikmahnya.

Saya katakan: barangkali ada yang bertanya, jika sebab pensyariatannya rasa manis, maka ini tentunya ada pada kurma dan yang lainnya, bahkan mungkin adanya rasa manis pada selain kurma lebih terasa, lantas orang yang memilih berbuka puasa dengan salah satu jenis hal yang manis, sudah tepat sesuai sunnah ataukah tidak?

Jawabannya: belum menepati sunnah, tapi sunnah itu dibatasi dengan amalan yang dibimbingkan Nabi ﷺ kepada kita. Beliau ﷺ mengarahkan kita kepada ruthab (kurma basah) lalu tamr (kurma kering) kemudian di saat keduanya tidak ada dengan air karena air itu suci.

Penjelasan sebab disyariatkannya berbuka dengan ruthab dan tamr dikarenakan kurma itu manis adalah berdasarkan ijtihad, bukan sebab yang ditetapkan dari Nabi ﷺ, sehingga hendaknya diketahui."

Syarh Kitab ash Shiyam Lilhafizh al Hakami

http://t.me/ukhwh

وقد ذكر الإمام الشوكاني - رحمه الله - علة مشروعية الإفطار على التمر فقال :" وإنما شرع الإفطار بالتمر لأنه حلو ، وكل حلو يقوي البصر الذي يضعف بالصوم ، وهذا أحسن ما قيل في بيان وجه الحكمة ."

قلت : ولعل قائلا يقول : إذا كانت العلة هي الحلاوة وهي توجد في التمر وغيره ، بل ربّما يكون وجودها في غيره أبلغ ، فهل من اختار لفطره نوعا من أنواع الحلويات يكون مصيبا للسنة أم لا ؟

الجواب : أنه لم يكن مصيبا للسنة ، وإنما السنة في التقيد بفعل ما أرشدنا إليه نبينا محمد صلى الله عليه وسلم ، وقد أرشدنا إلى الرطب فالتمر ، وعند عدمهما إلى الماء فإنه طهور .وتعليل مشروعية الإفطار على الرطب والتمر بأنه حلو سبيله الإجتهاد ، وليس من العلل المنصوص عليها من الشارع صلى الله عليه وسلم فليعلم ذلك 

Postingan terkait:

Tidak ada tanggapan

Posting Komentar

Ketentuan mengisi komentar
- Pilihlah "BERI KOMENTAR SEBAGAI:" dengan isian "ANONYMOUS/ANONIM". Identitas bisa dicantumkan dalam isian komentar berupa NAMA dan DAERAH ASAL
- Komentar dilarang mengandung link Website/Medsos/Email dan berbagai bentuk kontak pribadi
- Setiap komentar akan dimoderasi