Berobat Dengan Obat-obat Yang Haram Karena Darurat

tafsir al quran, hadits, fatwa ulama, artikel, faidah, kata mutiara dan hikmah, serta tanya jawab kajian islam Berobat Dengan Obat-obat Yang Haram Karena Darurat
<Asy syaikh Muhammad bin sholih al 'utsaimin rahimahullah ta'ala berkata :_

Adapun berkaitan dengan pengobatan (untuk penyakit tertentu), maka sebagian orang menyangka bahwa ungkapan ini (الضرورات تبيح  المحظورات=kondisi darurat membolehkan perkara yang terlarang) masuk pada ungkapan ini perkara pengobatan,

Bahwasannya seseorang boleh berobat dengan obat-obatan yang diharamkan apabila kondisinya darurat untuk menggunakan obat tersebut (yang diharamkan) sebagaimana sangkaannya.

dan ini *KESALAHAN*, dikarenakan pengobatan tidak membuat kondisi darurat itu hilang secara yakin/pasti, dan karena terkadang seseorang tidak butuh berobat ternyata sakitnya disembuhkan tanpa pengobatan.

Adapun yang pertama ( pengobatan tidak membuat kondisi darurat hilang secara pasti): betapa banyak orang yang berobat dengan obat yang bermanfaat namun dia tidak bisa mengambil manfaat dari obat tersebut(tidak sembuh)

Adapun yang ke dua (seseorang terkadang sembuh dari sakitnya tanpa berobat): betapa banyak orang yang tidak berobat (tidak mengkonsumsi obat) dan Allah menyembuhkannya dengan tanpa berobat.

_Sumber : fataawa nuur 'ala ad darb juz 2 hal.628_
________________________

قال الشيخ محمد بن صالح العثيمين رحمه الله :
وأما فيما يتعلق بالدواء: فإن الناس يظن أن هذه العبارة يدخل فيها الدواء، وأن الإنسان يجوز أن يتداوى بمحرم إذا اضطر إليه كما زعم. وهذا غلط؛ لأن الدواء لا تندفع به الضرورة يقينا، ولأنه قد يستغنى عنه فيشفى المريض بدون دواء. أما الأول : فكم من إنسان تداوى بدواء نافع ولكنه لم يستفد منه. وأما الثاني : فكم من إنسان ترك الدواء وشفاه الله بدون دواء. ( فتاوى نور على الدرب: ٢/ ٦٢٨)

Tim Salafy Cirebon



WhatsApp Salafy Cirebon

JOIN CHANNEL TELEGRAM :
http://t.me/salafy_cirebon


Postingan terkait:

Tidak ada tanggapan

Posting Komentar

Ketentuan mengisi komentar
- Pilihlah "BERI KOMENTAR SEBAGAI:" dengan isian "ANONYMOUS/ANONIM". Identitas bisa dicantumkan dalam isian komentar berupa NAMA dan DAERAH ASAL
- Komentar dilarang mengandung link Website/Medsos/Email dan berbagai bentuk kontak pribadi
- Setiap komentar akan dimoderasi