Apakah Rintihan Orang Sakit Itu Tasbih

tafsir al quran, hadits, fatwa ulama, artikel, faidah, kata mutiara dan hikmah, serta tanya jawab kajian islam Apakah Rintihan Orang Sakit Itu Tasbih
<Fatwa Syaikh Ibnul 'Utsaimin rahimahullah

Pertanyaan:
Apakah rintihan orang sakit tasbih, teriakannya takbir, berbaliknya dia dari satu sisi ke sisi lainnya jihad di jalan Allah, benarkah ucapan ini?

Jawaban:
Ucapan ini tidak benar, bahkan bila rintihan orang sakit itu ungkapan dari keluhan, maka rintihan ini haram. Oleh karenanya ada seseorang masuk menemui Imam Ahmad rahimahullah di saat sakitnya, lalu dia dapati Imam Ahmad sedang merintih, lantas orang ini berkata kepadanya: sesungguhnya fulan dari kalangan tabi'in dan menurut perkiraanku dia itu Thawus berkata, sesungguhnya rintihan orang yang sakit dicatat atasnya berdasarkan Firman Allah Ta'ala

مَا يَلْفِظُ مِنْ قَوْلٍ إِلَّا لَدَيْهِ رَقِيبٌ عَتِيدٌ
'Tiada suatu ucapanpun yang diucapkannya melainkan ada di dekatnya malaikat pengawas yang selalu hadir." (Qaaf:18)

Maka Imam Ahmad Radhiyallahu 'Anhu menahan dari rintihan. Sehingga bila rintihan itu ungkapan dari keluhan, maka rintihan ini haram. Sebaliknya bila rintihan itu berkenaan dengan tabiat dan penderitaan sakit, maka seseorang tidak disiksa atasnya, tetapi juga tidak diberi pahala. Demikian juga berbaliknya dari satu sisi ke sisi yang lain, tidak ada padanya pahala.

Namun jika pergerakan itu membuat rileks badannya, maka seseorang diberi pahala atasnya dikarenakan menginginkan kenyamanan badannya. Sebab keinginan seseorang mendapat kenyamanan badannya merupakan perkara yang diberi pahala atasnya, sehingga disebutkan dari Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam, bahwa seseorang ketika makan dari hartanya dalam rangka mencari wajah Allah dengannya, maka dia diberi pahala dan apa yang dia makan dari hartanya itu menjadi sedekah.

Fatawa Nurun 'Ala ad Darb 9/2

http://t.me/ukhwh

هل أنين المريض تسبيح، وصياحه تكبير، وتقلبه من جانبٍ إلى جانب جهادٌ في سبيل الله، هل هذا الكلام صحيح؟

فأجاب الشيخ محمد بن صالح العثيمين - رحمه الله تعالى -: "هذا ليس بصحيح، بل أنين المريض إذا كان يعبر عن الشكوى فهو حرام؛ ولهذا دخل رجلٌ على الإمام أحمد - رحمه الله - وهو في مرضه فوجده يئن، فقال له: إن فلانًا من التابعين - وأظنه طاوسًا - يقول: إن أنين المريض يُكتَب عليه؛ لقوله - تعالى -: ﴿ مَا يَلْفِظُ مِنْ قَوْلٍ إِلَّا لَدَيْهِ رَقِيبٌ عَتِيدٌ ﴾ [ق: 18]، فأمسك - رضي الله عنه - أعني الإمام أحمد، أمسك عن الأنين، فإذا كان الأنين يعبر عن الشكوى فهو حرام، وإذا كان بمقتضى الطبيعة وشدة المرض، فإنه لا يؤاخذ عليه الإنسان، لكنه لا يؤجر عليه، وكذلك تقلبه من جنبٍ إلى جنب، فإنه ليس فيه أجرٌ، نعم إذا كان فيه راحةٌ لبدنه فإن الإنسان يُؤجَر عليه من أجل طلب الراحة لبدنه؛ لأن طلب الإنسان الراحة لبدنه أمرٌ يثاب عليه، حتى جاء عن النبي - صلى الله عليه وسلم - أن الرجل إذا أكل من ماله يبتغي بذلك وجه الله، فإنه يؤجر، ويكون أكله هو من ماله صدقة"؛ فتاوى نور على الدرب (9/2).

;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;

Postingan terkait:

Tidak ada tanggapan

Posting Komentar

Ketentuan mengisi komentar
- Pilihlah "BERI KOMENTAR SEBAGAI:" dengan isian "ANONYMOUS/ANONIM". Identitas bisa dicantumkan dalam isian komentar berupa NAMA dan DAERAH ASAL
- Komentar dilarang mengandung link Website/Medsos/Email dan berbagai bentuk kontak pribadi
- Setiap komentar akan dimoderasi