Sanggahan Ilmiyyah Untuk Yang Membolehkan Campur Baur Pria Wanita Dengan Mengqiyaskan Adanya Campur Baur Ketika Tawaf Di Ka'bah

tafsir al quran, hadits, fatwa ulama, artikel, faidah, kata mutiara dan hikmah, serta tanya jawab kajian islam Sanggahan Ilmiyyah Untuk Yang Membolehkan Campur Baur Pria Wanita Dengan Mengqiyaskan Adanya Campur Baur Ketika Tawaf Di Ka'bah
<Al Lajnah ad Daimah Lilbuhutsil Imiyyah Walifta' pada fatwa nomer 6758 menyatakan:

"Bercampurnya antara lelaki dan perempuan dalam proses pendidikan adalah haram dan sebuah kemungkaran yang besar. Hal ini karena ia mengakibatkan terjadinya fitnah, tersebarnya kerusakan dan dilanggarnya kehormatan. Keburukan dan dekadensi moral yang menjadi dampak dari bercampurnya antara laki-laki dan perempuan, merupakan dalil terkuat bagi pengharamannya. Adapun mengqiyaskan hal tersebut dengan tawaf di Baitullah, maka ini adalah qiyas dengan hal yang tidak tepat, karena para wanita pada zaman Nabi Shallallahu 'Alaihi wa Sallam, melakukan tawaf dibelakang para lelaki dengan menutup rapat aurat mereka dan tidak masuk dalam rombongan lelaki serta tidak berbaur dengan mereka. Demikian juga kondisi mereka ketika berada di tempat Salat Id; mereka pergi ke tempat Salat Id dengan menutupi tubuh mereka dan duduk di belakang para lelaki di tempat salat. Dan Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi wa Sallam, setelah menyampaikan khotbah Id kepada para lelaki, beliau mendatangi jamaah perempuan lalu menyampaikan pesan dan nasehat kepada mereka. Sehingga, ketika itu lelaki dan perempuan tidak bercampur. Demikian juga ketika mereka melakukan salat jamaah di dalam masjid; mereka pergi menuju masjid dengan menutupi tubuh mereka dan melakukan salat di belakang para lelaki, tanpa adanya percampuran antara saf-saf mereka dengan saf-saf para lelaki. Kita memohon kepada Allah semoga Dia memberi taufik kepada para pemegang kebijakan di dalam semua pemerintahan Islam agar menghapuskan bercampurnya lelaki dan perempuan dalam lembaga pendidikan dan memperbaiki kondisi mereka. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar lagi Maha Mengabulkan.

Ketua: Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz rahimahullah

http://t.me/ukhwh

اختلاط الرجال والنساء في التعليم حرام ومنكر عظيم؛ لما فيه من الفتنة وانتشار الفساد، وانتهاك الحرمات، وما وقع بسبب هذا الاختلاط من الشر والفساد الخلقي من أقوى الأدلة على تحريمه.أما قياس ذلك على الطواف بالبيت الحرام فهو قياس مع الفارق، فإن النساء كن يطفن في عهد النبي صلى الله عليه وسلم من وراء الرجال متسترات، لا يداخلنهم ولا يختلطن بهم، وكذا حالهن مع الرجال في مصلى العيد، فإنهن كن يخرجن متسترات، ويجلسن خلف الرجال في المصلى، وقد كان النبي صلى الله عليه وسلم إذا خطب الرجال خطبة العيد انصرف إلى النساء، فذكرهن ووعظهن، فلم يكن اختلاط بين الرجال والنساء، وكذا الحال في حضورهن الصلوات في المساجد، كن يخرجن متلفعات بمروطهن، ويصلين خلف الرجال، لا تخالط صفوفهن صفوف الرجال. ونسأل الله أن يوفق المسئولين في الحكومات الإسلامية للقضاء على الاختلاط في التعليم، ويصلح أحوالهم، إنه سميع مجيب.

Postingan terkait:

Tidak ada tanggapan

Posting Komentar

Ketentuan mengisi komentar
- Pilihlah "BERI KOMENTAR SEBAGAI:" dengan isian "ANONYMOUS/ANONIM". Identitas bisa dicantumkan dalam isian komentar berupa NAMA dan DAERAH ASAL
- Komentar dilarang mengandung link Website/Medsos/Email dan berbagai bentuk kontak pribadi
- Setiap komentar akan dimoderasi