Hukum Buka Puasa Bersama

tafsir al quran, hadits, fatwa ulama, artikel, faidah, kata mutiara dan hikmah, serta tanya jawab kajian islam Hukum Buka Puasa Bersama
<Ada sebuah pertanyaan yang ditujukan kepada Syaikh kami abu muhammad sholah kantusy hafidzohullohu ta'ala :

Ada orang yang mengingkari buka puasa bersama yang kami lakukan di masjid dengan alasan bahwa hal itu tidak pernah dilakukan oleh para salaf

Mereka membawakan perkataanya Asy syaikh sholih al fauzan dan berhujjah dengannya , maka mana yang benar dalam permasalahan ini

Jawaban :

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Semoga Allah memuliakanmu ..
Semoga Allah memberikan kebaikan kepada kalian ..

Menjawab pertanyaan kalian tentang buka puasa bersama,

Buka puasa bersama yang tampak - wallohu ta'ala a'lam - bahwasanya permasalahan tersebut ada rinciannya .

Apabila setiap orang membawa makanannya dari rumah kemudian berkumpul di masjid , yang ini memakan makanannya dan yang ini memakan makanannya,
Yang tampak bahwa cara yang seperti inilah yang diisyaratkan oleh Syaikh Sholih al fauzan dan ulama kita yang lainnya - semoga Allah menjaga mereka - bahwa *cara yang seperti ini tidak pernah dilakukan oleh mereka para salaf dan perkara ini dengan cara seperti ini tidak ada asalnya di sisi salaf* .

Adapun apabila seseorang datang ke masjid dengan membawa makanan yang banyak dan maksud dia dari makanan tersebut adalah untuk diberikan kepada orang - orang yg berpuasa yang lebih banyak , maka yang seperti ini masuk ke dalam hadits nabi shollallohu alaihi wa sallam :

( Barang siapa yang memberi makan orang yang berpuasa maka dia mendapatkan pahala semisal pahala orang yang berpuasa ) , sebagaimana datang di dalam hadits .

Apabila seperti ini bentuknya maka iya ( diperbolehkan ) .

Wallohu ta'ala a'lam.

Dikutip dari group masyaayaikh adn wal ghurobaa' dari suara beliau ketika menjawab pertanyaan.

Telegram.me/salafycurup


Diterjemahkan oleh ;
Al ustaadz Abu Suhail 'Abbaas aljogjawiy حفظه الله

Postingan terkait:

Tidak ada tanggapan

Posting Komentar

Ketentuan mengisi komentar
- Pilihlah "BERI KOMENTAR SEBAGAI:" dengan isian "ANONYMOUS/ANONIM". Identitas bisa dicantumkan dalam isian komentar berupa NAMA dan DAERAH ASAL
- Komentar dilarang mengandung link Website/Medsos/Email dan berbagai bentuk KONTAK PRIBADI
- Setiap komentar akan diMODERASI dan atas pertimbangan tertentu, kami berhak untuk tidak menampilkan komentar yang dikirim