Wanita Yang Boleh Safar Tanpa Mahram

tafsir al quran, hadits, fatwa ulama, artikel, faidah, kata mutiara dan hikmah, serta tanya jawab kajian islam Wanita Yang Boleh Safar Tanpa Mahram
<Asy Syaikh Muhammad bin Shalih al Utsaimin rahimahullah berkata :

"Setiap safar walaupun pendek (dekat), seorang wanita harus bersama mahram pada safar tersebut, kecuali pada 4 kondisi :

1. Apabila mahramnya meninggal di perjalanan, dalam keadaan ia jauh dari negerinya.
2. Apabila Ia wajib Hijrah
3. Apabila ia telah berzina hendak diasingkan namun ia tidak memiliki mahram.
4. Apabila Hakim mengharuskan kedatangannya setelah penetapan tuduhan (dakwa) terhadapnya, sedangkan ia tidak di negerinya."

[ Al Muntaqa min Faraid al fawaid, hal. (44) ]


┉┉✽̶»̶̥»̶̥✽̶┉┉


قال الشيخ محمد بن صالح العثيمين رحمه الله :

كل سفر ولو قصيرا فلا بد فيه من محرم للأنثى، إلا في أربعة مواضع:

الأول: إذا مات محرمها في الطريق، وقد بعدت عن البلد.
الثاني: إذا لزمتها الهجرة.
الثالث: إذا زنت وأريد تغريبها ولا محرم
الرابع: إذا لزم الحاكم إخضارها بعد تحرير الدعوى عليها وهي في غير بلده.

[المنتقى من فرائد الفوائد، ص. (٤٤)]


Majmu'ah Hikmah Salafiyyah || https://t.me/hikmahsalafiyyah

Postingan terkait:

Tidak ada tanggapan

Posting Komentar

Ketentuan mengisi komentar
- Pilihlah "BERI KOMENTAR SEBAGAI:" dengan isian "ANONYMOUS/ANONIM". Identitas bisa dicantumkan dalam isian komentar berupa NAMA dan DAERAH ASAL
- Komentar dilarang mengandung link Website/Medsos/Email dan berbagai bentuk KONTAK PRIBADI
- Setiap komentar akan diMODERASI dan atas pertimbangan tertentu, kami berhak untuk tidak menampilkan komentar yang dikirim