Wajibkah Anak Membayar Hutang Orang Tuanya?

artikel, fatwa, faidah, dan tanya jawab kajian islam Wajibkah Anak Membayar Hutang Orang Tuanya?
<Syaikh Muhammad bin Shalih al 'Utsaimin rahimahullah

Pertanyaan:
Barakallahu fiikum, pendengar Hammedi mempunyai pertanyaan yang terakhir pula, dia berkata: orang tuaku
telah meninggal dalam kondisi menanggung banyak hutang sedangkan dia memiliki beberapa anak, ada yang miskin dan ada yang kaya. Apakah anak yang kaya wajib membayar hutang orang tuanya dan gugurkah kewajiban ini dari anak yang miskin. Mohon jawabannya, Syaikh?

Jawaban:
Jika orang tua meninggal dalam kondisi menanggung hutang, maka wajib dibayar hutangnya dari harta warisan, ketika dia meninggalkan harta warisan,

namun jika orang tua tidak meninggalkan harta warisan, maka tidak wajib atas seorang anakpun membayar hutang orang tuanya.

Akan tetapi sepantasnya bagi anak-anak yang kaya membayar hutang orang tua ketika orang tua memiliki anak-anak yang kaya, karena ini termasuk berbakti kepada orang tua.

Hanya saja jika anak-anaknya ini tidak membayar hutang orang tua, maka tidak ada dosa atas mereka. Berdasarkan Firman Allah Ta'ala:

وَلَا تَزِرُ وَازِرَةٌ وِزْرَ أُخْرَىٰ ۗ

Dan seorang yang berdosa tidak dapat memikul dosa orang lain. (Al Isra': 15)

http://binothaimeen.net/content/10474?q2=%D8%A7%D9%84%D8%AF%D9%8A%D9%88%D9%86

http://t.me/ukhwh

هل يجب على الأبناء سداد دين والدهم ؟


اسم السلسلة: 
فتاوى نور على الدرب
الشريط رقم [257]


السؤال: 
بارك الله فيكم المستمع حمادي له أيضاً سؤال أخير يقول: توفي والدنا، وعليه ديون كثيرة وله مجموعة من الأبناء؛ البعض ميسور الحال، والبعض غني، فهل على الأولاد الأغنياء أن يسددوا عن والدهم، وهل تسقط عن الأولاد الفقراء، أرجو من فضيلة الشيخ إجابة؟

الجواب:
الشيخ: إذا هلك هالك، وعليه ديون للناس، فإن خلّف ترك وجب قضاء الديون من التركة، وإن لم يخلّف تركة لم يجب على أحد قضاء دينه عنه؛ لكن ينبغي لأولاده الأغنياء إذا كان له أولاد أغنياء أن يقضوا دينه؛ لأن هذا من البر، وإن لم يقضوا دينه، فلا إثم عليهم؛ لقول الله تعالى: ﴿ولا تزر وازرة وزر أخرى﴾.

Postingan terkait:

Tidak ada tanggapan

Posting Komentar

Ketentuan mengisi komentar
- Pilihlah "BERI KOMENTAR SEBAGAI:" dengan isian "ANONYMOUS/ANONIM". Identitas bisa dicantumkan dalam isian komentar berupa NAMA dan DAERAH ASAL
- Komentar dilarang mengandung link Website/Medsos/Email dan berbagai bentuk kontak pribadi
- Setiap komentar akan dimoderasi