Sisi Kemiripan Ahlu Bid'ah Dengan Kaum Musyrikin

tafsir al quran, hadits, fatwa ulama, artikel, faidah, kata mutiara dan hikmah, serta tanya jawab kajian islam Sisi Kemiripan Ahlu Bid'ah Dengan Kaum Musyrikin
<Imam Abu ‘Utsman Ash Shabuni rahimahullah berkata :

“Aku melihat sikap ahli bid’ah dalam memberi gelaran-gelaran jelek kepada Ahlu Sunnah merupakan sikap meniru cara kaum musyrikin terhadap Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa alihi wa sallam. Mereka (kaum musyrikin) telah menggelari beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam dengan berbagai julukan. Sebagian mereka menggelarinya sebagai tukang sihir. Ada yang menggelarinya dengan gelar dukun, sya’ir, orang gila, kesurupan, pembual dan pendusta.

Padahal Nabi shallallahu ‘alaihi wa alihi wa sallam sangat jauh dan suci dari aib-aib tersebut. Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam, semata-mata hanyalah seorang Rasul dan Nabi yang terpilih. Allah ‘azza wa jalla berfirman :

ﺍﻧﻈُﺮْ ﻛَﻴْﻒَ ﺿَﺮَﺑُﻮﺍ ﻟَﻚَ ﺍْﻷَﻣْﺜَﺎﻝَ ﻓَﻀَﻠُّﻮﺍ ﻓَﻼَﻳَﺴْﺘَﻄِﻴﻌُﻮﻥَ ﺳَﺒِﻴﻼً

“Lihatlah bagaimana mereka membuat perumpamaan-perumpamaan terhadapmu; karena itu mereka menjadi sesat dan tidak dapat lagi menemukan jalan (yang benar).” [Al Isra:48].

Demikian juga ahli bid’ah -semoga Allah ‘azza wa Jalla MENGHINAKAN MEREKA- telah memberikan gelaran yang banyak terhadap para ulama perawi hadits Nabi, orang yang menyampaikannya kepada orang lain dan pengikut sunnah beliau. Sebagian mereka menggelarinya
dengan gelar hasyawiyah. Yang lainnya menjulukinya dengan gelaran musyabihah, nabitah, nashibah dan jabariyah. Padahal Ashhabul Hadits sendiri amatlah terjaga, jauh dan bersih dari aib celaan ini. Mereka tak lain adalah pengikut sunnah yang terang, pemilik peri kehidupan yang diridhaiNya, orang yang berjalan di jalan yang lurus dan di atas hujjah yang kokoh dan kuat. Allah jalla jalaaluhu telah memberikan taufiq kepada mereka untuk mengikuti kitab, wahyu dan kalamNya. Mereka mendapatkan taufiq juga dalam mengikuti Rasulullah atas seluruh haditsnya. Hadits-hadits beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam yang berisi perintah kepada umatnya untuk berbuat kema’rufan dalam perkataan dan perbuatan, berisi larangan dari seluruh kemungkaran. Demikian juga Allah subhanahu wa ta’ala membantu mereka untuk berpegang teguh dan mengambil petunjuk kepada perilaku dan sunnah beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam. Juga melapangkan dada mereka untuk mencintai Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, para imam syari’at dan para ulamanya. Maka, barangsiapa yang mencintai satu kaum maka ia bersama mereka pada hari kiamat nanti, dengan dasar sabda beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam.

ﺍﻟْﻤَﺮْﺀُ ﻣَﻊَ ﻣَﻦْ ﺃَﺣَﺐَّ

“Seseorang itu bersama orang yang dicintainya.”

Aqidah Salaf Ashhabul Hadits, hal. 305-306


┉┉✽̶»̶̥»̶̥✽̶┉┉


قال الإمام ﺃﺑﻮ ﻋﺜﻤﺎﻥ ﺍﻟﺼﺎﺑﻮﻧﻲ رحمه الله :

ﺃﻧﺎ ﺭﺃﻳﺖ ﺃﻫﻞ ﺍﻟﺒﺪﻉ ﻓﻲ ﻫﺬﻩ ﺍﻷﺳﻤﺎﺀ ﺍﻟﺘﻲ ﻟﻘﺒﻮﺍ ﺑﻬﺎ ﺃﻫﻞ ﺍﻟﺴﻨﺔ ﺳﻠﻜﻮﺍ ﻣﻌﻬﻢ ﻣﺴﺎﻟﻚ ﺍﻟﻤﺸﺮﻛﻴﻦ ﻣﻊ ﺭﺳﻮﻝ ﺍﻟﻠﻪ -ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺁﻟﻪ ﻭﺳﻠﻢ – ﻓﺈﻧﻬﻢ ﺍﻗﺘﺴﻤﻮﺍ ﺍﻟﻘﻮﻝ ﻓﻴﻪ : ﻓﺴﻤﺎﻩ ﺑﻌﻀﻬﻢ ﺳﺎﺣﺮﺍ، ﻭﺑﻌﻀﻬﻢ ﻛﺎﻫﻨﺎ، ﻭﺑﻌﻀﻬﻢ ﺷﺎﻋﺮﺍ، ﻭﺑﻌﻀﻬﻢ ﻣﺠﻨﻮﻧﺎ، ﻭﺑﻌﻀﻬﻢ ﻣﻔﺘﻮﻧﺎ، ﻭﺑﻌﻀﻬﻢ ﻣﻔﺘﺮﻳﺎ ﻣﺨﺘﻠﻘﺎ ﻛﺬﺍﺑﺎ،

ﻭﻛﺎﻥ ﺍﻟﻨﺒﻲ -ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺁﻟﻪ ﻭﺳﻠﻢ- ﻣﻦ ﺗﻠﻚ ﺍﻟﻤﻌﺎﺋﺐ ﺑﻌﻴﺪﺍ ﺑﺮﻳﺌﺎ، ﻭﻟﻢ ﻳﻜﻦ ﺇﻻ ﺭﺳﻮﻻ ﻣﺼﻄﻔﻰ ﻧﺒﻴﺎ، ﻗﺎﻝ ﺍﻟﻠﻪ – ﻋﺰ ﻭﺟﻞ  :

( ﺃﻧﻈﺮ ﻛﻴﻒ ﺿﺮﺑﻮﺍ ﻟﻚ ﺍﻷﻣﺜﺎﻝ ﻓﻀﻠﻮﺍ ﻓﻼ ﻳﺴﺘﻄﻴﻌﻮﻥ ﺳﺒﻴﻼ ‏)‏[ ﺳﻮﺭﺓ ﺍﻹﺳﺮﺍﺀ ﺍﻵﻳﺔ 48 ‏]

ﻛﺬﻟﻚ ﺍﻟﻤﺒﺘﺪﻋﺔ – ﺧﺬﻟﻬﻢ ﺍﻟﻠﻪ – ﺍﻗﺘﺴﻤﻮﺍ ﺍﻟﻘﻮﻝ ﻓﻲ ﺣﻤﻠﺔ ﺃﺧﺒﺎﺭﻩ، ﻭﻧﻘﻠﺔ ﺁﺛﺎﺭﻩ، ﻭﺭﻭﺍﺓ ﺃﺣﺎﺩﻳﺜﻪ، ﺍﻟﻤﻘﺘـﺪﻳﻦ ﺑﺴﻨﺘﻪ، ﻓﺴﻤﺎ ﻫﻢ ﺑﻌﻀﻬﻢ ﺣﺸﻮﻳﺔ، ﻭﺑﻌﻀﻬﻢ ﻧﺎﺑﺘﺔ، ﻭﺑﻌﻀﻬﻢ ﻧﺎﺻﺒﺔ، ﻭﺑﻌﻀﻬﻢ ﺟﺒﺮﻳﺔ؛ ﻭﺃﺻﺤﺎﺏ ﺍﻟﺤــﺪﻳﺚ ﻋﺼﺎﻣﺔ ﻣﻦ ﻫﺬﻩ ﺍﻟﻤﻌﺎﺋﺐ ﺑﺮﻳﺔ، ﻧﻘﻴﺔ ﺯﻛﻴﺔ ﺗﻘﻴﺔ، ﻭﻟﻴﺴﻮﺍ ﺇﻻ ﺃﻫﻞ ﺍﻟﺴﻨﺔ ﺍﻟﻤﻀﻴﺔ، ﻭﺍﻟﺴﻴﺮﺓ ﺍﻟﻤﺮﺿﻴﺔ، ﻭﺍﻟﺴﺒﻞ ﺍﻟﺴﻮﻳﺔ، ﻭﺍﻟﺤﺠﺞ ﺍﻟﺒﺎﻟﻐﺔ ﺍﻟﻘﻮﻳﺔ، ﻗﺪ ﻭﻓﻘﻬﻢ ﺍﻟﻠﻪ -ﺟﻞ ﺟﻼﻟﻪ- ﻻﺗﺒﺎﻉ ﻛﺘﺎﺑﻪ، ﻭﻭﺣﻴﻪ ﻭﺧﻄﺎﺑﻪ، ﻭﺍﻹﻗﺘﺪﺍﺀ ﺑﺮﺳﻮﻟﻪ ﻓﻲ ﺃﺧﺒﺎﺭﻩ، ﺍﻟﺘﻲ ﺃﻣﺮ ﻓﻴﻬﺎ ﺃﻣﺘﻪ ﺑﺎﻟﻤﻌﺮﻭﻑ ﻣﻦ ﺍﻟﻘﻮﻝ ﻭﺍﻟﻌﻤﻞ، ﻭﺯﺟﺮﻫﻢ ﻋﻦ ﺍﻟﻤﻨﻜﺮ ﻓﻴﻬﺎ، ﻭﺃﻋﺎﻧﻬﻢ ﻋﻠﻰ ﺍﻟﺘﻤﺴﻚ ﺑﺴﻴﺮﺗﻪ، ﻭﺍﻻﻫﺘﺪﺍﺀ ﺑﻤﻼﺯﻣﺔ ﺳﻨﺘﻪ، ﻭﺷﺮﺡ ﺻﺪﻭﺭﻫﻢ ﻟﻤﺤﺒﺘﻪ، ﻭﻣﺤﺒﺔ ﺃﺋﻤﺔ ﺷﺮﻳﻌﺘﻪ، ﻭﻋﻠﻤﺎﺀ ﺃﻣﺘﻪ، ﻭﻣﻦ ﺃﺣﺐ ﻗﻮﻣﺎ ﻓﻬﻮ ﻣﻨـﻬﻢ ﺑﺤﻜﻢ ﻗﻮﻝ ﺭﺳﻮﻝ ﺍﻟﻠﻪ -ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ :

“ﺍﻟﻤﺮﺀ ﻣﻊ ﻣﻦ ﺃﺣﺐ”.

عقيدة السلف أصحاب الحديث ص ٣٠٥-٣٠٦

Majmu'ah Hikmah Salafiyyah || https://t.me/hikmahsalafiyyah

Postingan terkait:

Tidak ada tanggapan

Posting Komentar

Ketentuan mengisi komentar
- Pilihlah "BERI KOMENTAR SEBAGAI:" dengan isian "ANONYMOUS/ANONIM". Identitas bisa dicantumkan dalam isian komentar berupa NAMA dan DAERAH ASAL
- Komentar dilarang mengandung link Website/Medsos/Email dan berbagai bentuk kontak pribadi
- Setiap komentar akan dimoderasi