Putus Asa Dari Rahmat Allah

tafsir al quran, hadits, fatwa ulama, artikel, faidah, kata mutiara dan hikmah, serta tanya jawab kajian islam Putus Asa Dari Rahmat Allah
<Berkata al-Allamah Ibnu Utsaimin rahimahullah :

"Putus asa dari rahmat Allah tidak diperbolehkan, karena hal tersebut termasuk prasangka buruk kepada Allah, hal itu dilihat dari 2 sisi :

Pertama :
bahwasanya hal tersebut merupakan celaan terhadap kekuasaan Allah subhanahu wa ta'ala, karena orang yang mengetahui (meyakini) bahwasanya Allah subhanahu wa ta'ala maha kuasa atas segala sesuatu, maka dia tidak akan menganggap sesuatu sebagai hal yang mustahil bagi kuasa Allah.

Kedua :
Hal tersebut adalah celaan terhadap rahmat Allah subhanahu wa ta'ala, karena barangsiapa yang mengetahui (meyakini) bahwasanya Allah maha penyayang maka dia tidak akan menganggap mustahil Allah subhanahu wa ta'ala merahmatinya, dan karena inilah seorang yang putus asa dari rahmat Allah tersesat.

Dan tidak selayaknya bagi seseorang jika tertimpa kesulitan dia merasa mustahil akan tercapai keinginannya atau hilang kesulitannya.

Betapa banyak orang yang tertimpa kesulitan dan dia mengira tidak bisa selamat darinya, kemudian Allah menyelamatkannya, bisa jadi karena amal shalihnya yang terdahulu atau amal shalih yang akan datang."

Sumber : Kitab al-Qaulul Mufid fi Syarh Kitabut Tauhid lisy Syaikh Ibnu Utsaimin jilid 2 hal.103-104.

┉┉✽̶»̶̥»̶̥✽̶┉┉

القنوط من رحمة الله

قال العلَّامة ابن عثيمين رحمه الله :

فالقنوط من رحمة الله لا يجوز، لأنه سوء ظن بالله، وذلك من وجهين :

الأول : أنه طعن في قدرته سبحانه، لأنّ من علم أن الله ﷻ على كل شيء قدير لم يستبعد شيئا على قدرة الله.

الثاني : أنه طعن في رحمته سبحانه، لأن من علم أن الله رحيم لا يستبعد أن يرحمه الله ﷻ ، ولهذا كان القانط من رحمة الله ضالّا .

ولا ينبغي للإنسان إذا وقع في كربة أن يستبعد حصول مطلوبه أو كشف مكروبه،

وكم من إنسان وقع في كربة، وظن أن لا نجاة منها، فنجاه الله ﷻ إما بعمل صالح سابق أو بعمل لاحِق.

المصدر : كتاب القول المفيد في شرح كتاب التوحيد للشيخ ابن عثيمين (ج٢-ص١٠٣-١٠٤)


()
Majmu'ah Hikmah Salafiyyah || https://t.me/hikmahsalafiyyah

Postingan terkait:

Tidak ada tanggapan

Posting Komentar

Ketentuan mengisi komentar
- Pilihlah "BERI KOMENTAR SEBAGAI:" dengan isian "ANONYMOUS/ANONIM". Identitas bisa dicantumkan dalam isian komentar berupa NAMA dan DAERAH ASAL
- Komentar dilarang mengandung link Website/Medsos/Email dan berbagai bentuk KONTAK PRIBADI
- Setiap komentar akan diMODERASI dan atas pertimbangan tertentu, kami berhak untuk tidak menampilkan komentar yang dikirim