Orang Jahil Yang Diberi Udzur Dan Tidak Ada Udzur Atasnya

tafsir al quran, hadits, fatwa ulama, artikel, faidah, kata mutiara dan hikmah, serta tanya jawab kajian islam Orang Jahil Yang Diberi Udzur Dan Tidak Ada Udzur Atasnya
<Fadhilatu Asy-Syaikh Shalih bin Fauzan Al-Fauzan hafizhahullah berkata :

Jahil (orang yang tidak tahu) itu bermacam-macam, apabila seorang yang jahil itu tidak memungkinkan untuknya belajar maka sesungguhnya ia diberikan udzur (pengecualian) hingga ia menemukan seseorang yang dapat mengajarinya, sebagaimana kondisi seorang yang hidup di negeri yang terpisah dari negeri-negeri kaum muslimin yang mana tidak ada di negeri-negeri tersebut kecuali orang-orang kafir maka yang seperti ini diberikan udzur atas kejahilannya.

Adapun seorang yang tinggal ditengah-tengah kaum muslimin, di negerinya kaum muslimin dalam keadaan ia mendengar al-Qur’an, mendengar hadits-hadits Nabi dan ucapan ahli ilmu maka yang seperti ini tidak diberikan udzur dengan sebab kejahilannya karena telah sampai kepadanya hujjah (ilmu), akan tetapi ia tidak mau peduli dengannya, bahkan terkadang mengatakan: “Ini adalah agamanya pengikut Wahhabi  atau agamanya penduduk Najd atau agama fulan atau fulan.”

Sebagaimana yang mereka katakan tentang ajaran tauhid : “Sesungguhnya itu adalah ajaran agamanya Ibnu ‘Abdil Wahhab”, padahal ajaran tersebut adalah ajaran agama Rasul shallallahu alaihi wa sallam sedangkan Ibnu ‘Abdil Wahhab tidaklah mendatangkan sesuatu yang baru, beliau hanyalah menyeru kepada agama Rasul shallallahu alaihi wa sallam, namun mereka menyandarkan orang-orang yang menyeru kepada agama Rasul tersebut dengan mengatakan : “Ini adalah agamanya pengikut paham Wahhabi ini adalah agama Ibnu ‘Abdil Wahhab atau mereka mengatakan ini adalah agamanya Khawarij”, mereka menamakan Muwahhidin (orang-orang yang mentauhidkan Allah) sebagai Khawarij.

Lantas apakah mereka diberi udzur karena kejahilan ? Mereka itu adalah orang-orang yang sombong, tidak diberi udzur dengan sebab kejahilan (mereka).

Sumber : Durus fi Syarhi Nawaqidhil Islam hal. 30-31

•┈┈••••❁❁••••┈┈•

قال فضيلة الشيخ صالح بن فوزان الفوزان حفظه الله :

الجهل يختلف، إذا كان الجاهل لا يمكنه أن يتعلم فإنه يعذر حتى يجد من يعلّمه كالذي يعيش في بلاد منقطعة عن بلاد المسلمين، ما فيها إلا كفار، فهذا يعذر بالجهل،

وأما الذي يعيش بين المسلمين وفي بلاد المسلمين ويسمع القرآن ويسمع الأحاديث وكلام أهل العلم فهذا لا يعذر بالجهل لأنه بلغته الحجة ولكنه لم يهتم بها بل قد يقول: هذا دين الوهابية، أو دين أهل نجد، أو دين فلان أو فلان،

كما يقولون عن التوحيد إنه دين ابن عبدالوهاب مع أنه دين الرّسول ﷺ وابن عبدالوهاب لم يأتِ بشيء وإنما دعا إلى دين الرّسول ﷺ، ونسبوا الذين إليه وقالوا: هذا دين الوهابية، هذا دين ابن عبدالوهاب، أو يقولون هذا دين الخوارج، يسمون الموحدين خوارج،

أهؤلاء يعذرون بالجهل؟ هؤلاء مكابرون لا يعذرون بالجهل.

المصدر: دروس في شرح نواقض الإسلام ص ٣٠ – ٣١

Majmu'ah Hikmah Salafiyyah || https://t.me/hikmahsalafiyyah

Postingan terkait:

Tidak ada tanggapan

Posting Komentar

Ketentuan mengisi komentar
- Pilihlah "BERI KOMENTAR SEBAGAI:" dengan isian "ANONYMOUS/ANONIM". Identitas bisa dicantumkan dalam isian komentar berupa NAMA dan DAERAH ASAL
- Komentar dilarang mengandung link Website/Medsos/Email dan berbagai bentuk kontak pribadi
- Setiap komentar akan dimoderasi