Menjama' Karena Khawatir Terlepas Kemaslahatan Shalat Berjama'ah

artikel, fatwa, faidah, dan tanya jawab kajian islam Menjama' Karena Khawatir Terlepas Kemaslahatan Shalat Berjama'ah
<Berkata Asy-Syaikh Ibnu Utsaimin rahimahullah :

"Menjama' (shalat) tidak terbatas sebabnya hanya safar semata. Akan tetapi safar merupakan salah satu sebab dari sebab-sebab jama'. Disana terdapat sebab-sebab lain selain safar yang seseorang bisa menjama' (shalat)nya.

Diantaranya apa yang disebutkan oleh Ibnu Abbas radhiyallahu 'anhuma saat memberitakan bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam menjama' (shalat) di Madinah bukan karena takut atau pun karena hujan.

Maka (Ibnu Abbas) radhiyallahu 'anhu ditanya, "Kenapa beliau melakukan hal tersebut ?". (Ibnu Abbas) menjawab, "Beliau tidak ingin memberatkan umat". Yaitu Beliau tidak ingin membebani umat perkara yang memberatkan mereka.

Berdasarkan hal ini, disaat mana meninggalkan jama' itu akan memberatkan atau menyulitkan umat, maka boleh untuk menjama' ..."

Beliau rahimahullah juga menyatakan :

"Dan ketahuilah, sebagaimana menjama' itu diperbolehkan saat ada hajat, demikian pula (diperbolehkan) saat (dikhawatirkan) terlewatkan kemaslahatan shalat berjama'ah. Apabila jama'ah akan berpisah dan tidak shalat berjamaah, maka boleh bagi mereka menjama'..."


┉┉✽̶»̶̥»̶̥✽̶┉┉


قال الشيخ ابن العثيمين رحمه الله:

فالجمع لا يقتصر سببه على السفر وحده، بل السفر سبب من أسباب الجمع، وإلا فهناك أسباب أخرى غير السفر يجمعها

ما ذكره ابن عباس رضي الله عنهما حين أخبر أن النبي صلى الله عليه وسلم جمع في المدينة من غير خوف ولا مطر،

فسئل رضي الله عنه لما صنع ذلك فقال: أراد ألا يحرج أمته. أي: أراد ألا يوقعها في الحرج.

وعلى هذا فمتى كان في ترك الجمع حرج ومشقة فإنه يجوز الجمع....

ويقول أيضا:

واعلم أن الجمع كما يكون عند الحاجة إليه يكون أيضاً بفوات مصلحة الجماعة، فإذا كان هؤلاء الجماعة سيتفرقون ولا يصلون جماعة فإن لهم الجمع....


Sumber :
http://binothaimeen.net/content/7872
Al Ustadz Syafi'i al Idrus hafizhahullah

Majmu'ah Hikmah Salafiyyah || https://t.me/hikmahsalafiyyah

Postingan terkait:

Tidak ada tanggapan

Posting Komentar

Ketentuan mengisi komentar
- Pilihlah "BERI KOMENTAR SEBAGAI:" dengan isian "ANONYMOUS/ANONIM". Identitas bisa dicantumkan dalam isian komentar berupa NAMA dan DAERAH ASAL
- Komentar dilarang mengandung link Website/Medsos/Email dan berbagai bentuk KONTAK PRIBADI
- Setiap komentar akan diMODERASI dan atas pertimbangan tertentu, kami berhak untuk tidak menampilkan komentar yang dikirim