Hukum Mencela Allah Dan Agama Islam

artikel, fatwa, faidah, dan tanya jawab kajian islam Hukum Mencela Allah dan Agama Islam

<Mufti: Asy-Syaikh Rabi' bin Hadi al-Madkhali hafizhahullah:

Pertanyaan:

" Seorang muslim, dia shalat, berpuasa, dan menunaikan haji. Akan tetapi dia mencela Allah Azza wa Jalla dan mencela agama ini, karena ketidaktahuan akan hukum mencela. Lalu bagaimana hukum terkait orang tersebut?"

Jawaban:

"Orang ini kafir, bukan seorang muslim. Karena keagungan Allah Tabaraka wa Ta'ala tidak ada (satu pun) yang tidak mengetahuinya. Tidak Yahudi, Nasrani, atau seorang Hindu. Mereka semua mengetahui keagungan Allah. Dan orang ini, yang mencela Allah dan mencela agama ini, tersembunyi (darinya keagungan Allah). Seandainya dia mengagungkan Allah dan agama ini, niscaya dia tidak akan mencela Allah dan agama.

Orang ini kafir, tanpa perlu menegakkan hujjah lagi (padanya). Karena hujjah itu tegak dengan dzatnya, (yaitu untuk menjelaskan) hukum-hukum yang tersembunyi. Lalu, apakah Allah adalah (Dzat) yang tersembunyi, hingga perlu ditegakkan hujjah (lagi)?!

Perkara-perkara yang samar (yaitu) yang hukumnya tersembunyi pada dzatnya, maka tidak dikafirkan seseorang karenanya hingga ditegakkan hujjah (lebih dahulu). Adapun perkara yang telah jelas, seperti mencela Allah, mencela ar-Rasul ﷺ, dan mencela agama ini, maka yang seperti ini kafir.

Keagungan dan kemuliaan Allah ada di hati orang-orang kafir. Di hati mereka ada pengagungan, ada pengaruh, dan pemuliaan. Tidak ada yang mencela-Nya kecuali bagi orang yang tersembunyi."

Pertanyaan: "Apakah kita langsung mengkafirkannya?"

Jawaban: "Ya, langsung (dikafirkan). (Hukumannya) dengan dibunuh (oleh pemerintah) atau dengan taubat, (karena) dia telah murtad."

Pertanyaan:" (Apakah dikafirkan juga) apabila celaan itu muncul darinya dalam keadaan marah?"

Jawaban:

"Dalam keadaan marah dia tidak mendapati selain Allah yang bisa dia cela?! Disitu ada orang-orang kafir, Yahudi, dan Nasrani yang bisa dia cela. Lalu dia tidak mendapati selain Allah yang bisa dia cela?!
Semoga Allah menjelekkannya! Ini adalah dalil akan kesesatan dan jeleknya aqidahnya."

Adz-Dzari'ah Ila Maqashidi Bayan Kitab asy-Syari'ah karya al-Imam Rabi' bin Hadi hafizhahullah

Thuwailibul 'Ilmisy Syar'i (TwIS)

Abu Abdillah Rahmat

Muraja'ah: Al-Ustadz Kharisman hafizhahullah

2 Jumadats Tsaniyah 1439
20 Januari 2018

Arabic

#حكم_من_سب_الله_أو_سب_الدين

الشيخ ربيع بن هادي عمير المدخلي -حفظه الله-

سؤال :

مسلم يصلي ويصوم ويحج ويسب الله عزوجل ويسب الدين جاهلا بحكم السب ماحكمه؟

جواب:

هذا كافر وليس بمسلم؛لأن الله تبارك وتعالى لا يجهل عظمته لا يهود ولا نصارى ولا هنادك،فالكل يعرفون عظمة الله،وهذا الذي يسب الله ويسب الدين مستخف ولو كان يعظم الله ويعظم الدين ما سب الله ولا سب الدين.
هذا كافر وبدون إقامة حجة؛لأن الحجة قائمة بذاتها،الأحكام الخفية،هل الله خفي؟
حتى نقيم الحجة ؟!

الأمور الخفية التي يخفى حكمها وهي خفية في ذاتها لا يكفر بها حتى تقام الحجة،أما الأمور الواضحة كسب الله وسب الرسول وسب الدين،هذا كافر.
عظمة الله وجلالته موجودة حتى في قلوب الكفار،لها وقار،ولها وقع ولها منزلة،ما يسبه إلا مستخف.

سؤال :نكفره مباشرة ؟

جواب:رأسا،إما القتل وإما التوبة،مرتد.

سؤال :وإذا صدر منه السب في حالة غضب ؟

جواب :
في غضب ما يجد إلا الله يسبه؟
!عنده الكفار واليهود والنصارى يسبهم،ما وجد إلا الله جل جلاله يسبه؟!
قبحه الله،هذا دليل على خبثه وسوء معتقده.

[الذريعة إلى بيان مقاصد كتاب الشريعة: 1/468]

للشيخ العلامة ربيع بن هادي المدخلي-حفظه الله-

https://telegram.me/da3wassalifiadz

Postingan terkait:

Tidak ada tanggapan

Posting Komentar

Ketentuan mengisi komentar
- Pilihlah "BERI KOMENTAR SEBAGAI:" dengan isian "ANONYMOUS/ANONIM". Identitas bisa dicantumkan dalam isian komentar berupa NAMA dan DAERAH ASAL
- Komentar dilarang mengandung link Website/Medsos/Email dan berbagai bentuk kontak pribadi
- Setiap komentar akan dimoderasi