Cara Keluar Dari Perbedaan Pendapat Fiqih Ulama Ahlussunnah Dan Mengambil Pendapat Yang Lebih Hati-hati

artikel, fatwa, faidah, dan tanya jawab kajian islam Cara Keluar Dari Perbedaan Pendapat Fiqih Ulama Ahlussunnah Dan Mengambil Pendapat Yang Lebih Hati-hati

<Syaikh Abdul Muhsin bin Hamd al 'Abbad hafizhahullah

Pertanyaan:
Apa maksud ucapan: keluar dari perbedaan pendapat ulama itu lebih utama? Lalu kapan hal ini terjadi?

Jawaban:
Jika suatu masalah memiliki perbedaan pendapat, maka salah satu pendapat dari dua pendapat yang disebutkan seorang ulama bisa dia ambil dalam rangka kehati-hatian. Inilah yang dimaksud dengan keluar dari perbedaan pendapat. Yakni mengambil pendapat mayoritas ulama dalam rangka kehati-hatian. Contohnya, apa yang disebutkan Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab rahimahullah dalam Adab al Masyyi Ilash Shalah: bahwa ketika seorang yang masbuq (terlambat salat) datang mendapati rukuk, maka dia bertakbir dua kali yaitu takbiratul ihram dan takbir untuk rukuk. Namun sebagian ulama berpendapat takbiratul ihram mencukupi dari takbir untuk rukuk. Beliau rahimahullah berkata: yang lebih utama adalah mengucapkan kedua takbir sekaligus dalam rangka keluar dari perbedaan pendapat ulama yang mewajibkan dua takbir.

Jadi, adanya seorang yang masbuq mengucapkan dua takbir, maka hal ini merupakan sikap kehati-hatian.

Syarh Arba'in Nawawiyyah 34

http://t.me/ukhwh


. .:
كيفية الخروج من الخلاف والأخذ بالقول الأحوط

السؤال
ما معنى القول: بأن الخروج من الخلاف أولى؟ ومتى يكون؟

الجواب
إذا كانت المسألة فيها خلاف وكان أحد القولين إذا أتى به الإنسان فإنه يكون قد أخذ بالاحتياط، فهذا هو المقصود بالخروج من الخلاف، يعني: الأخذ بالقول الأكثر احتياطاً، مثل ما ذكر الشيخ محمد بن عبد الوهاب رحمه الله في آداب المشي إلى الصلاة: أن الإنسان إذا جاء وأدرك الركوع فيكبر تكبيرتين تكبيرة الإحرام ثم تكبيرة الركوع، وبعض العلماء قال: تُجزئ تكبيرة الإحرام عن تكبيرة الركوع، قال: والأولى الإتيان بهما جميعاً؛ خروجاً من خلاف من أوجب التكبيرتين، فكون الإنسان يأتي بالتكبيرتين فهذا هو الاحتياط.

Postingan terkait:

Tidak ada tanggapan

Posting Komentar

Ketentuan mengisi komentar
- Pilihlah "BERI KOMENTAR SEBAGAI:" dengan isian "ANONYMOUS/ANONIM". Identitas bisa dicantumkan dalam isian komentar berupa NAMA dan DAERAH ASAL
- Komentar dilarang mengandung link Website/Medsos/Email dan berbagai bentuk KONTAK PRIBADI
- Setiap komentar akan diMODERASI dan atas pertimbangan tertentu, kami berhak untuk tidak menampilkan komentar yang dikirim