Bolehkah Mengucapkan Terserah Takdir Atau Terserah Waktu?

artikel, fatwa, faidah, dan tanya jawab kajian islam Bolehkah Mengucapkan Terserah Takdir Atau Terserah Waktu?

<Syaikh Muhammad bin Shalih al 'Utsaimin rahimahullah mengatakan:

"Ucapan 'terserah takdir' atau 'terserah waktu' adalah lafadh yang mungkar karena lafadh azh zhuruuf bentuk jamak (plural) dari zharf yaitu waktu sedangkan waktu tidak memiliki kehendak. Demikian pula lafadh aqdaar bentuk jamak dari qadr (takdir), sedangkan qadr juga tidak memiliki kehendak

Akan tetapi yang menghendaki adalah Allah عز وجل."

Majmu' al Fatawa Libni 'Utsaimin 3/113

http://t.me/ukhwh


قال الإمام ابن عثيمين -رحمه الله- :

"قول : (شاءت الأقدار) أو (شاءت الظروف) ألفاظ منكرة؛ لأن الظروف جمع ظرف وهو الزمن والزمن لا مشيئة له، وكذلك الأقدار جمع قدر، والقدر لا مشيئة له، وإنما الذي يشاء هو الله -عز وجل-."

مجموع الفتاوى لابن عثيمين ١١٣/٣

Postingan terkait:

Tidak ada tanggapan

Posting Komentar

Ketentuan mengisi komentar
- Pilihlah "BERI KOMENTAR SEBAGAI:" dengan isian "ANONYMOUS/ANONIM". Identitas bisa dicantumkan dalam isian komentar berupa NAMA dan DAERAH ASAL
- Komentar dilarang mengandung link Website/Medsos/Email dan berbagai bentuk kontak pribadi
- Setiap komentar akan dimoderasi