Berdakwah (Mengajak) Orang Ke Jalan Allah Itu Bertahap Saudaraku

artikel, fatwa, faidah, dan tanya jawab kajian islam Berdakwah (Mengajak) Orang Ke Jalan Allah Itu Bertahap Saudaraku
<Fatwa Syaikh Muhammad bin Shalih al 'Utsaimin rahimahullah

Pertanyaan:
Jika ada seseorang yang pergi keluar dari daerahnya untuk mendakwahi kaum muslimin dan non muslim, namun pada beberapa negeri islam terkadang masyarakatnya tidak mengenal bentuk hijab yang syar'i, maka benarkah mulai mengajak mereka dengan bertahap misalnya mulai menyuruh mereka untuk menutup kepala dengan kerudung, kemudian ketika mereka sudah mantap menutup kepala dan terbiasa dengan perkara ini, maka diganti dengan perintah untuk menutup wajah dan seterusnya ataukah sejak awalnya langsung diajak untuk berhijab syar'i?

Jawaban:
Menurut kami: jika dia mendatangi negeri yang masyarakatnya tidak mengenal hijab melainkan sebatas apa yang menutup kepala, rambut, dan tubuh sedangkan mereka memandang bahwa menutup wajah dan kedua telapak tangan merupakan hal yang boleh-boleh saja, maka sejak awal jangan menentang pandangan mereka ini, akan tetapi hendaknya dia sampaikan perkara hijab yang syar'i itu kepada mereka berangsur-angsur sebagaimana dulu awal dakwah Islam disampaikan secara berangsur-angsur karena menutup wajah menurut mereka ini merupakan hal yang aneh dan bisa jadi sama sekali mereka tidak menerimanya sehingga sebagian orang-orang bodoh diantara mereka pun akan memperingatkan dari menerima dakwah da'i ini.

Maka, seorang yang bijaksana tentunya adalah orang yang menghindari kejelekan yang lebih besar dengan perkara yang lebih kecil kejelekannya.

Liqa' al Bab al Maftuh 235

http://t.me/ukhwh


السؤال:
إذا كان الإنسان ممن يسافر إلى الخارج لدعوة المسلمين وغير المسلمين، في بعض الدول الإسلامية قد لا يعرفون الحجاب بشكله فهل يصح أن يبدأ معهم بالتدرج مثلاً يبدأ بتغطية الرأس، ثم إذا تمكنوا من تغطية الرأس وتعودوا على هذا الأمر ينتقل بهم إلى تغطية الوجه وهكذا، أم أنه يبدأ معهم بالحجاب الشرعي مباشرة؟

الجواب :
الذي نرى: أنه إذا قدم إلى بلد لا يعرفون الحجاب إلا ما ستر الرأس والشعر والجسم ويرون أن كشف الوجه والكفين لا بأس به فلا يجابههم من الأول، بل يأت إليهم شيئاً فشيئاً كما كان في الدعوة في أول الإسلام شيئاً فشيئاً، فهؤلاء حجاب الوجه عندهم غريب، وربما لا يقبلون أبداً، ويحذر بعض سفهائهم من التلقي عن هذا الداعية، والإنسان الحكيم من يدرأ أكبر الشر بما هو أصغره.

http://binothaimeen.net/content/6587

Postingan terkait:

Tidak ada tanggapan

Posting Komentar

Ketentuan mengisi komentar
- Pilihlah "BERI KOMENTAR SEBAGAI:" dengan isian "ANONYMOUS/ANONIM". Identitas bisa dicantumkan dalam isian komentar berupa NAMA dan DAERAH ASAL
- Komentar dilarang mengandung link Website/Medsos/Email dan berbagai bentuk KONTAK PRIBADI
- Setiap komentar akan diMODERASI dan atas pertimbangan tertentu, kami berhak untuk tidak menampilkan komentar yang dikirim