Bagaimana Cara Berbuat Adil Diantara Istri Ketika Safar Dan Setelah Kepulangannya Dari Safar

artikel, fatwa, faidah, dan tanya jawab kajian islam Bagaimana Cara Berbuat Adil Diantara Istri Ketika Safar Dan Setelah Kepulangannya Dari Safar

<Oleh: Syaikh Muhammad bin Shaleh al 'Utsaimin rahimahullah


Pertanyaan:
Pendengar Ahmad Maki dari Sudan berkata: sesungguhnya dia
memiliki dua istri dan dia bertanya tentang saat safar di salah satu rumah istrinya dan ketika dia pulang dari safar apakah dia menyinggahi istri yang menjadi giliran bermalamnya di saat safarnya atau istri yang lainnya?

Jawaban:
Yang adil adalah dia menyinggahi istri yang malam itu menjadi gilirannya di saat safar. Contohnya: jika malam yang suami bersafar itu milik giliran Zainab dan pada malam sebelumnya suami sudah tinggal bermalam dengan Aisyah, sedangkan suami tidak berada di sisi Zainab, maka ketika suami pulang, malam itu menjadi malam giliran Zainab. Inilah perbuatan yang adil.

Nabi 'Alahish shalatu wassallam telah memperingatkan dari berbuat tidak adil dalam bergaul dengan para istri dengan sabdanya:

مَنْ كَانَتْ لَهُ امْرَأَتَانِ فَمَالَ إِلَى إِحْدَاهُمَا جَاءَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَشِقُّهُ مَائِلٌ.

“Siapa yang memiliki dua istri lalu condong kepada salah seorang dari keduanya (berlaku tidak adil), maka ia akan datang pada hari kiamat dalam keadaan sebelah tubuhnya miring.” (HR. Abu Dawud no. 2133, an-Nasa’ino. 3942, dinyatakan sahih dalamShahih Abi Dawud, Shahih an-Nasa’i,dan Irwa’ul Ghalil no. 2017)

Bahkan Allah Ta'ala melarang berpoligami ketika seseorang takut tidak berbuat adil dengan Firman-Nya 'Azza wa Jalla:

فَإِنْ خِفْتُمْ أَلَّا تَعْدِلُوا فَوَاحِدَةً أَوْ مَا مَلَكَتْ أَيْمَانُكُمْ ذَلِكَ أَدْنَى اَلَّا تَعُوۡلُوۡا

Kemudian jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil, maka (kawinilah) seorang saja, atau budak-budak yang kamu miliki. Yang demikian itu adalah lebih dekat kepada tidak berbuat aniaya. (An Nisa':3)

http://binothaimeen.net/content/9881?q2=%D8%A7%D9%84%D8%AA%D8%B9%D8%AF

http://t.me/ukhwh

كيف يعدل بين زوجتيته عند السفر وبعد عودته ؟

السؤال:

 المستمع أحمد مكي من السودان يقول: إنه متزوج من امرأتين ويسأل عند سفره في منزل إحداهن وعند رجوعه هل يعود للتي كان عندها أثناء سفره أم الأخرى؟

الجواب:


الشيخ: العدل أن يعود إلى من كانت الليلة عندها عند سفره؛ فمثلاً إذا كانت الليلة التي سافر بها عند زينب، وكان قد بات عند عائشة في الليلة السابقة، ولم يجلس عند زينب، فإنه إذا رجع تكون ليلته عند زينب، هذا هو العدل، وقد حذر النبي عليه الصلاة والسلام من الجور في معاملة الزوجات، فقال: «من كان له زوجتان فمال إلى إحداهما جاء يوم القيامة وشقه مائل». بل منع الله تعالى من التعدد إذا خاف الإنسان الجور فقال عز وجل:  ﴿فَإِنْ خِفْتُمْ أَلَّا تَعْدِلُوا فَوَاحِدَةً أَوْ مَا مَلَكَتْ أَيْمَانُكُمْ ذَلِكَ أَدْنَى اَلَّا تَعُوۡلُوۡا}

Postingan terkait:

Tidak ada tanggapan

Posting Komentar

Ketentuan mengisi komentar
- Pilihlah "BERI KOMENTAR SEBAGAI:" dengan isian "ANONYMOUS/ANONIM". Identitas bisa dicantumkan dalam isian komentar berupa NAMA dan DAERAH ASAL
- Komentar dilarang mengandung link Website/Medsos/Email dan berbagai bentuk kontak pribadi
- Setiap komentar akan dimoderasi