Shahih Al-Bukhari hadits nomor 4909

٢ - بَابُ ﴿وَأُولَاتُ الۡأَحۡمَالِ أَجَلُهُنَّ أَنۡ يَضَعۡنَ حَمۡلَهُنَّ وَمَنۡ يَتَّقِ اللهَ يَجۡعَلۡ لَهُ مِنۡ أَمۡرِهِ يُسۡرًا﴾ ۝٤
2. Bab “Dan wanita-wanita yang hamil, waktu idah mereka itu ialah sampai mereka melahirkan kandungannya. Dan barang siapa yang bertakwa kepada Allah, niscaya Allah menjadikan baginya kemudahan dalam urusannya.” (QS. Ath-Thalaq: 4)

وَأُولَاتُ الۡأَحۡمَالِ: وَاحِدُهَا: ذَاتُ حَمۡلٍ.
Ulatul ahmal bentuk tunggalnya adalah dzatu haml (wanita yang hamil).
٤٩٠٩ - حَدَّثَنَا سَعۡدُ بۡنُ حَفۡصٍ: حَدَّثَنَا شَيۡبَانُ، عَنۡ يَحۡيَى قَالَ: أَخۡبَرَنِي أَبُو سَلَمَةَ قَالَ: جَاءَ رَجُلٌ إِلَى ابۡنِ عَبَّاسٍ، وَأَبُو هُرَيۡرَةَ جَالِسٌ عِنۡدَهُ، فَقَالَ: أَفۡتِنِي فِي امۡرَأَةٍ وَلَدَتۡ بَعۡدَ زَوۡجِهَا بِأَرۡبَعِينَ لَيۡلَةً؟ فَقَالَ ابۡنُ عَبَّاسٍ: آخِرُ الۡأَجَلَيۡنِ، قُلۡتُ أَنَا: ﴿وَأُولَاتُ الأَحۡمَالِ أَجَلُهُنَّ أَنۡ يَضَعۡنَ حَمۡلَهُنَّ﴾. قَالَ أَبُو هُرَيۡرَةَ: أَنَا مَعَ ابۡنِ أَخِي، يَعۡنِي أَبَا سَلَمَةَ، فَأَرۡسَلَ ابۡنُ عَبَّاسٍ غُلَامَهُ كُرَيۡبًا إِلَى أُمِّ سَلَمَةَ يَسۡأَلُهَا، فَقَالَتۡ: قُتِلَ زَوۡجُ سُبَيۡعَةَ الۡأَسۡلَمِيَّةِ وَهِيَ حُبۡلَى، فَوَضَعَتۡ بَعۡدَ مَوۡتِهِ بِأَرۡبَعِينَ لَيۡلَةً، فَخُطِبَتۡ، فَأَنۡكَحَهَا رَسُولُ اللهِ ﷺ، وَكَانَ أَبُو السَّنَابِلِ فِيمَنۡ خَطَبَهَا. [الحديث ٤٩٠٩ – طرفه في: ٥٣١٨].
4909. Sa’d bin Hafsh telah menceritakan kepada kami: Syaiban menceritakan kepada kami dari Yahya. Beliau berkata: Abu Salamah mengabarkan kepadaku. Beliau berkata: Seorang lelaki datang kepada Ibnu ‘Abbas sementara Abu Hurairah duduk di dekat beliau.
Lelaki itu berkata, “Berilah fatwa kepadaku tentang (idah) seorang wanita yang melahirkan ketika empat puluh hari setelah suaminya meninggal.”
Ibnu ‘Abbas mengatakan, “Yang paling akhir dari dua masa idah.”
Aku (Abu Salamah) berkata, “Dan wanita-wanita yang hamil, waktu idah mereka itu ialah sampai mereka melahirkan kandungannya.”
Abu Hurairah berkata, “Aku sependapat dengan putra saudaraku, yakni Abu Salamah.”
Lalu Ibnu ‘Abbas mengutus budaknya, yaitu Kuraib, kepada Ummu Salamah untuk bertanya kepadanya. Ummu Salamah mengatakan, “Suami Subai’ah Al-Aslamiyyah terbunuh ketika dia sedang mengandung. Subai’ah melahirkan empat puluh malam sepeninggal suaminya. Kemudian dia dilamar, lalu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menikahkannya. Di antara yang melamarnya adalah Abu As-Sanabil.”


dari ismailibnuisa.blogspot.com

Postingan terkait:

Tidak ada tanggapan

Posting Komentar

Ketentuan mengisi komentar
- Pilihlah "BERI KOMENTAR SEBAGAI:" dengan isian "ANONYMOUS/ANONIM". Identitas bisa dicantumkan dalam isian komentar berupa NAMA dan DAERAH ASAL
- Komentar dilarang mengandung link Website/Medsos/Email dan berbagai bentuk kontak pribadi
- Setiap komentar akan dimoderasi