Cinta yang Syar'i Untukmu Wahai Guruku

artikel, fatwa, faidah, dan tanya jawab kajian islamCinta yang Syar'i Untukmu Wahai Guruku

بسم الله الرحمن الرحيم

Cintailah para ulama sesuai dengan bimbingan syari'at.

Assyaikh almuhaddits Muqbil Ibnu Hadi Alwadi'i Rahimahullah.

Pertanyaan:
Telah tersebar diantara banyak para pemuda, sifat fanatisme terhadap sebagian ulama dan kepribadian mereka, berpegang dengan pendapat seorang alim tanpa dalil dan keterangan, dari sinilah muncul fitnah diantara kebanyakan para pemuda, yang membuat mereka menjauh dari menuntut ilmu syar'i , apa nasihat Anda teruntuk mereka dan yang semisal dengan mereka

Jawaban:

Nasihat saya adalah kita mencintai ulama kita sebagaimana cinta yang syar'i (sesuai dengan bimbingan syari'at) tidak taklid dan fanatik kepada mereka, Allah berfirman :

اتبعوا ما أنزل إليكم من ربكم ولا تتبعوا من دونه أولياء قليلا ما تذكرون

 ”Ikutilah apa yang diturunkan kepadamu dari Rabbmu, dan janganlah kamu mengikuti selainnya sebagai pemimpin. Amat sedikitlah kalian mengambil pelajaran .” (QS. Al-A’raf: 3)

Tidak didapati pada Masa sahabat, sebutan Bakriy (kelompok Abu Bakr) tidak pula umariy (kelompok 'umar) yang bermakna: semua pendapat Abu Bakr diambil dan fanatik terhadap beliau, atau semua pendapat umar diambil serta fanatik kepada beliau.

Dan tidak pula utsmaniy , apabila dikatakan utsmaniy maka maknanya adalah dia mencintai Utsman dan beliau lebih Afdhal dari Ali, bukan maknanya dia taklid kepada Utsman pada segala sesuatu, demikian pula setelah zaman itu, karena (ada) orang-orang yang berpandangan bahwa Ali lebih berhak terhadap khilafah, atau dia sangat mencintai Ali.

Yang terpenting (dari ini semua) adalah: hal yang seperti ini tidak ada pada masa sahabat Ridhwanullah alaihim,

Maka kita ahlussunnah, sebagaimana kita katakan: kita mencintai ulama kita sebagaimana cinta yang syar'i (sesuai bimbingan syari'at), kita tidak ridha kepada seorangpun yang mencela mereka, namun kita tidak taklid kepada mereka, taklid hukumnya haram, Allah berfirman:

وَلَا تَقْفُ مَا لَيْسَ لَكَ بِهِ عِلْمٌ

Janganlah kamu mengikuti sesuatu yang tidak kamu ketahui Q.S al-Israa’ ayat 36)

Allah subhanahu wata'aala berfirman:


وَمَا آَتَاكُمُ الرَّسُولُ فَخُذُوهُ وَمَا نَهَاكُمْ عَنْهُ فَانْتَهُوا

“Dan apa saja yang datang dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam kepada kalian, maka ambillah (laksanakanlah), dan apa saja yang kalian di larang untuk mengerjakannya, maka berhentilah (tinggalkanlah)! ” (Al-Hasyr: 7)

Kita dinegeri ini, negeri Tauhid dan Sunnah, tidak sepantasnya kita membuat Sunnah (jalan) yang jelek untuk manusia, fanatik terhadap sifulan, sifulan, namun(yang semestinya dilakukan) adalah kita baca kitab-kitab mereka, mengambil faidah dari pemahaman mereka, semoga Allah membalas kebaikan kepada mereka dari apa yang telah mereka perbuat untuk Islam, sifulan(dari kalangan ulama Sunnah) tidak ridha kamu fanatik kepadanya.

Allahulmusta'an.

Sumber:
http://www.muqbel.net/fatwa.php?fatwa_id=250

Alih bahasa:
Abu Fudhail Abdurrahman Ibnu 'umar غفر الله له.

Website:
Salafycurup.com

Telegram.me/salafycurup

Postingan terkait:

Tidak ada tanggapan

Posting Komentar

Ketentuan mengisi komentar
- Pilihlah "BERI KOMENTAR SEBAGAI:" dengan isian "ANONYMOUS/ANONIM". Identitas bisa dicantumkan dalam isian komentar berupa NAMA dan DAERAH ASAL
- Komentar dilarang mengandung link Website/Medsos/Email dan berbagai bentuk kontak pribadi
- Setiap komentar akan dimoderasi