Bukanlah yang Terpenting Bagi Seseorang Sekedar Menikah Saja, Akan Tetapi yang Terpenting Adalah Menikah Dengan Siapa?

artikel, fatwa, faidah, dan tanya jawab kajian islamبسم الله الرحمن الرحيم

Nasihat untuk laki-laki yang mencari pasangan hidupnya.

Assyaikh alfadhil Shalih alfauzan Hafidzahullah.

Rasulullah shalallahu alaihi wasallam bersabda:

تُنْكَحُ الْمَرْأَةُ لِأَرْبَعٍ؛ لِمَالِهَا وَلِحَسَبِهَا وَجَمَالِهَا وَلِدِينِهَا، فَاظْفَرْ بِذَاتِ الدِّينِ تَرِبَتْ يَدَاكَ

“Wanita itu (menurut kebiasaan) dinikahi karena empat hal: Bisa jadi karena hartanya, karena keturunannya, karena kecantikannya, dan karena agamanya. Maka pilihlah olehmu wanita yang memiliki agama. Karena bila tidak, engkau akan celaka.” (HR. Al-Bukhari no. 5090 dan Muslim no. 3620).

Beliau shalallahu alaihi wasallam memilih dari keempat kriteria tersebut
ذَاتُ الدِّيْنِ

wanita yang memiliki agama, *meskipun tidak cantik dan tidak memiliki harta.*

Agamanya menggantikan apa yang luput darinya, berupa harta, keturunan dan kecantikan,

Berapa banyak wanita yang cantik , tidak cocok dengan suaminya, dia terperdaya dengan kecantikannya,

Berapa banyak wanita yang kaya, tidak cocok dengan suaminya, hartanya membuat dia berlaku sombong dan melampaui batas terhadap suaminya.

Maka perkara -perkara yang bukan dasar untuk (baiknya) keluarga seperti ini tidak dipandang, tidak harta, tidak pula kecantikan, sekalipun keturunan dan kedudukan, apabila wanita tersebut lemah lembut (baik agamanya), cukuplah dia memilih agamanya (karena) itu semuanya baik .

(Rasulullah shalallahu alaihi wasallam bersabda)

تُنْكَحُ الْمَرْأَةُ لِأَرْبَعٍ؛ لِمَالِهَا وَلِحَسَبِهَا وَجَمَالِهَا وَلِدِينِهَا، فَاظْفَرْ بِذَاتِ الدِّينِ تَرِبَتْ يَدَاكَ

“Wanita itu (menurut kebiasaan) dinikahi karena empat hal: Bisa jadi karena hartanya, karena keturunannya, karena kecantikannya, dan karena agamanya. Maka pilihlah olehmu wanita yang memiliki agama. Karena bila tidak, engkau akan celaka.” (HR. Al-Bukhari no. 5090 dan Muslim no. 3620).

Bukanlah yang terpenting pada seseorang dia sekedar menikah , namun yang terpenting adalah dengan siapa dia menikah

Inilah yang dituntut , dia memilih wanita yang shalihah didalam agamanya, apabila wanita tersebut bersama agamanya dari keturunan (yang bagus), memiliki kecantikan, dan harta, maka ini adalah kebaikan menuju kebaikan.

Adapun seseorang memfokuskan untuk mendapatkan yang punya harta, mendapatkan yang cantik dan dari keturunan (yang bagus) tanpa memedulikan agamanya, *maka ini adalah kerugian dimasa depan.*

Sumber:
https://drive.google.com/file/d/1LCFvSTJh9FLj2hgvzwDnbwvaZOTb7QSi/view?usp=drivesdk

Alih bahasa:
Abu Fudhail Abdurrahman Ibnu 'umar غفر الله له.

Website:
Salafycurup.com

Telegram.me/salafycurup

Postingan terkait:

Tidak ada tanggapan

Posting Komentar

Ketentuan mengisi komentar
- Pilihlah "BERI KOMENTAR SEBAGAI:" dengan isian "ANONYMOUS/ANONIM". Identitas bisa dicantumkan dalam isian komentar berupa NAMA dan DAERAH ASAL
- Komentar dilarang mengandung link Website/Medsos/Email dan berbagai bentuk kontak pribadi
- Setiap komentar akan dimoderasi