Landasan Kedua: Bersatu Dalam Dien Dan Larangan Dari Berpecah Belah

MATAN DAN TERJEMAHAN AL-USHULUS SITTAH (Bag. ke-3)
الأصول الستة للشيخ محمد بن عبد الوهاب
✅ LANDASAN KEDUA: BERSATU DALAM DIEN DAN LARANGAN DARI BERPECAH BELAH
الأصل الثاني
أمر الله بالاجتماع في الدين ونهى عن التفرق فيه، فبين الله هذا بياناً شافياً تفهمه العوام ، ونهانا أن نكون كالذين تفرقوا واختلفوا قبلنا فهلكوا، وذكر أنه أمر المسلمين بالاجتماع في الدين ونهاهم عن التفرق فيه ، ويزيده وضوحاً ما وردت به السنة من العجب العجاب في ذلك، ثم صار الأمر إلى أن الافتراق في أصول الدين وفروعه هو العلم والفقه في الدين ، وصار الاجتماع في الدين لا يقوله إلا زنديق أو مجنون
Landasan yang kedua: Allah memerintahkan untuk bersatu dalam Dien dan melarang dari berpecah belah padanya. Allah menjelaskan hal itu dengan penjelasan yang gamblang yang bisa dipahami orang awam (masyarakat umum). Allah melarang kita menjadi seperti orang-orang sebelum kita yang berpecah belah dan berselisih sehingga mereka binasa. Dan Allah menyebutkan bahwa Dia memerintahkan kaum muslimin untuk bersatu dalam Dien dan melarang mereka dari berpecah belah di dalamnya. Penjelasan itu semakin terang dengan khabar dari Sunnah (Nabi) yang sangat menakjubkan dalam hal itu. Kemudian ternyata keadaannya (menjadi terbalik), perpecahan dalam prinsip-prinsip Dien dan cabang-cabangnya dianggap sebagai ilmu dan sikap faham terhadap Dien, dan bersatu dalam Dien (dianggap) sebagai sesuatu yang tidak diucapkan kecuali oleh zindiq atau orang gila.
Penerjemah: Al-Ustadz Abu Utsman Kharisman  حفظه الله تعالى

WA al I'tishom
https://t.me/goresanfawaid/666
(16/12/2017)

Postingan terkait:

Tidak ada tanggapan

Posting Komentar

Ketentuan mengisi komentar
- Pilihlah "BERI KOMENTAR SEBAGAI:" dengan isian "ANONYMOUS/ANONIM". Identitas bisa dicantumkan dalam isian komentar berupa NAMA dan DAERAH ASAL
- Komentar dilarang mengandung link Website/Medsos/Email dan berbagai bentuk kontak pribadi
- Setiap komentar akan dimoderasi