[AUDIO] Hadits Tentang Prasangka Buruk dan Ancaman Bagi Pemimpin yang Meninggal Dalam Keadaan Menipu Rakyatnya - Ustadz Abu Yasir Wildan

AUDIO Rekaman Kajian :
Bersama Asatidzah Bandung Raya : Al-Ustadz Abu Yasir Wildan حفظه الله
Hari/Tanggal :
Ahad, 14 Rabi’ul Awwal 1439H / 03 Desember 2017M
••••❁❁••••
Kajian Rutin Awal Bulan
Link Download (24kbps):
Link download audio via Telegram : https://t.me/SalafyBandung/1241
Link download archive.org belum tersedia

Akhlak yang buruk
Dari kitab bulughul maram kitabul Jami'
Bab ancaman ancaman dari akhlak yang jelek.
==========================
Hadits dari abu Hurairah tentang peringatan dari prasangka buruk (suuzhon).
Beberapa faidah hadits
1. Peringatan dari prasangka jelek, tidak dibangun diatas bukti bukti dan tanda tanda yang menunjukkan kepada kebenaran.
Haramnya prasangka buruk kepada seorang muslim yang secara zhahir diketahui keadilan dan keshalihannya.
2. ‎Sesungguhnya pembicaraan jiwa disebut juga sebagai ucapan.
3. ‎Baiknya pengajaran Rasul ﷺ, karena ketika menyebut hukum, beliau menjelaskan alasannya.
==========================
Hadits dari Ma'qil ibn yasar : aku mendengar Rasulullah ﷺ bersabda: Tidaklah seorang hamba yang Allah berikan kekuasaan kepadanya kemudian ia meninggal dalam keadaan menipu rakyatnya, melainkan Allah akan mengharamkan surga kepadanya. Muttafaqun'alaihi riwayat Bukhari dan Muslim
Beberapa faidah hadits
1. Sesungguhnya seluruh perkara itu ditangan Allah.
2. ‎Kalau seandainya orang yang menipu tersebut bertaubat kepada Allah maka ancaman tersebut tidak berlaku kepadanya.
3. Sesungguhnya orang yang Allah berikan kekuasaan kepadanya kemudian menipu dan tidak amanah kepada rakyatnya, maka terjatuh pada dosa besar.
4. ‎Menipu rakyat termasuk diantara dosa besar. ‎
5. ‎Apakah pemimpin yang meninggal dalam keadaan menipu rakyat kekal di neraka? Apa maksud diharamkan masuk surga?
6. ‎Menetapkan adanya surga.
www.salafybandung.com
http://t.me/SalafyBandung
==========================
Cara download audio melalui aplikasi Telegram, klik disini.
==========================

Postingan terkait:

Tidak ada tanggapan

Posting Komentar

Ketentuan mengisi komentar
- Pilihlah "BERI KOMENTAR SEBAGAI:" dengan isian "ANONYMOUS/ANONIM". Identitas bisa dicantumkan dalam isian komentar berupa NAMA dan DAERAH ASAL
- Komentar dilarang mengandung link Website/Medsos/Email dan berbagai bentuk KONTAK PRIBADI
- Setiap komentar akan diMODERASI dan atas pertimbangan tertentu, kami berhak untuk tidak menampilkan komentar yang dikirim