Hukum Membuka Tali Pengikat Kafan Di Kubur

HUKUM MEMBUKA TALI PENGIKAT KAFAN DI KUBUR
Syaikh Muhammad bin Shalih al 'Utsaimin rahimahullah ditanya tentang hukum membuka tali pengikat di kubur?
Beliau menjawab dengan ucapannya:
Membuka tali pengikat kafan disebutkan atsar dari Abdullah bin Mas'ud رضي الله عنه tentangnya, bahwa dia berkata:
إِذَا أَدْخَلْتُمُ الْمَيِّتَ القَبْرَ فَحَلُّوْا العَقْدَ
“Jika kalian memasukkan mayyit dalam kubur lepaskanlah ikatanya."
Majmu' al Fatawa wa ar Rasail (17/183)
سئل فضيلة الشيخ محمد بن صالح العثيمين رحمه الله تعالى: عن حكم حل العقد في القبر،
فأجاب بقوله: حل عقد اللفائف ورد فيه أثر عن عبد الله بن مسعود رضي الله عنه أنه قال: "إذا أدخلتم الميت القبر فحلوا العقد".
مجموع الفتاوى والرسائل(17/183)
Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz rahimahullah berkata:
"Tali pengikat hanyalah diletakkan agar tubuh mayat terikat kuat ketika diletakkan di atas keranda mayat dan ketika dibawa, sehingga tidak jatuh dan  dikhawatirkan lepasnya kafan karena gerakan ketika memindah dan membawa mayat sehingga terbuka bagian tubuh mayit.
Jika mayit sudah diletakkan di kubur, maka tidak perlu tali pengikat ini sehingga dibuka. Inilah yang lebih utama berdasarkan perbuatan para sahabat رضي الله عنهم tentangnya.
Majmu' al Fatawa wa ar Rasail
http://t.me/ukhwh
02/11/2017
 الأربطة والعقد إنما وضعت لأجل أن تتماسك جثة الميت عند وضعه على النعش، وعند حمله فلا يسقط، وخشية أن ينحل الكفن مع الحركة عند نقله وحمله فينكشف جزء من الميت، فإذا وضع الميت في قبره فلا حاجة لهذه الأربطة والعقد فتحل، وهذا هو الأفضل لفعل الصحابة رضي الله عنهم ذلك

Postingan terkait:

Tidak ada tanggapan

Posting Komentar

Ketentuan mengisi komentar
- Pilihlah "BERI KOMENTAR SEBAGAI:" dengan isian "ANONYMOUS/ANONIM". Identitas bisa dicantumkan dalam isian komentar berupa NAMA dan DAERAH ASAL
- Komentar dilarang mengandung link Website/Medsos/Email dan berbagai bentuk kontak pribadi
- Setiap komentar akan dimoderasi