Hukum Mengucapkan Sayyiduna Muhammad ﷺ

HUKUM MENGUCAPKAN SAYYIDUNA MUHAMMAD SHALLALLAHU ALAIHI WASALLAM
Pertanyaan : Ucapan (sayyiduna) Muhammad alaihis shalatu was salam apakah disyariatkan ?
Asy Syaikh Al Allamah Zaid Bin Muhammad Hadi Al Madkhaly rahimahullah menjawab :
"لا حرج على من قال : سيدنا محمد عليه الصلاة والسلاة ولكن لا يقال في الصلاة الإبراهيمية؛ لأن لفظ (سيد) لم يرد فيها، والأقوال والأفعال في الصلاة توقيفية، وأما خارج الصلاة؛ فإنه يقال : سيدنا محمد صلى اللّٰه عليه وسلم؛ لما ثبت عن النبي صلى اللّٰه عليه وسلم أنه قال : ((أنا سيد ولد آدم ولا فخر))".
"Tidak mengapa bagi yang mengucapkan : sayyiduna Muhammad alaihis shalatu wassalam namun tidak boleh diucapkan dalam shalawat ibrahimiyyah; dikarenakan lafazh (sayyid) tidak datang penyebutannya dalam shalawat ibrahimiyyah (ketika duduk tasyahhud akhir) dalam keadaan ucapan-ucapan dan perbuatan-perbuatan dalam shalat sifatnya tauqifiyyah (harus didasarkan di atas dalil).
Adapun di luar shalat maka boleh mengucapkan : sayyiduna Muhammad shallallahu alaihi wasallam; dikarenakan telah shahih dari Nabi shallallahu alaihi wasallam bahwa beliau bersabda :
"أنا سيد ولد آدم ولا فخر".
"Saya adalah sayyid (pemimpin) anak adam dan bukan kesombongan".
Sumber : At Ta'liqul Matin hal 62-63.
telegram.me/dinulqoyyim
01/10/2017

Postingan terkait:

Tidak ada tanggapan

Posting Komentar

Ketentuan mengisi komentar
- Pilihlah "BERI KOMENTAR SEBAGAI:" dengan isian "ANONYMOUS/ANONIM". Identitas bisa dicantumkan dalam isian komentar berupa NAMA dan DAERAH ASAL
- Komentar dilarang mengandung link Website/Medsos/Email dan berbagai bentuk KONTAK PRIBADI
- Setiap komentar akan diMODERASI dan atas pertimbangan tertentu, kami berhak untuk tidak menampilkan komentar yang dikirim