Hukum Meminta Cerai Suami Yang Terus Tidak Shalat Berjamaah Di Masjid

HUKUM MEMINTA CERAI SUAMI YANG TERUS TIDAK SHALAT BERJAMAAH DI MASJID
Syaikh Shalih bin Fawzan al Fawzan hafizhahullah
Pertanyaan:
Salah seorang akhwat berkata: jika suamiku tidak shalat berjamaah di masjid  bersama kaum muslimin. Berhakkah saya meminta cerai dan berpisah darinya?
Jawaban:
Ya. Jika suami masih terus  tidak shalat berjamaah dan setelah pemberian nasehat serta mendesaknya, maka engkau berhak meminta cerai darinya karena shalat berjamaah itu wajib dan karenanya dibangun masjid, disyariatkan adzan serta ditetapkan imam dan muadzin.
Sehingga shalat berjamaah itu perkaranya besar sebagaimana dalam hadits:
مَنْ سَمِعَ النِّدَاءَ فَلَمْ يَأْتِهِ ، فَلاَ صَلاَةَ لَهُ ، إِلاَّ مِنْ عُذْرٍ. (رواه ابن ماجة قال الشيخ الألباني : صحيح )
Barangsiapa yang mendengar seruan adzan lalu tidak mendatanginya, maka tidak ada shalat baginya, kecuali ada udzur.
http://www.alfawzan.af.org.sa/ar/node/15848
http://t.me/ukhwh
14/10/2017
السؤال: إحدى الأخوات تقول: إذا كان زوجي لا يُصلي صلاة الجماعة في المسجد مع المسلمين، فهل لي أن أطلب الطَّلاق والفراق منه؟
الجواب: نعم، إذا أصرَّ على عدم الصلاة مع الجماعة، وبعد المُناصحة وبعد الإلحاح عليه، فلكِ الحق في أن تطلبي منهُ الطَّلاق، لأن صلاة الجماعة واجبة، ولذلك بُنيت لها المساجد، وشُرع الأذان، ورُتِّب الأئمَّة والمؤذنون، فصلاة الجماعة أمرها عظيم، وفي الحديث: ((من سمع النِّداء ولم يأته فلا صلاة له إلا من عُذر)).

Postingan terkait:

Tidak ada tanggapan

Posting Komentar

Ketentuan mengisi komentar
- Pilihlah "BERI KOMENTAR SEBAGAI:" dengan isian "ANONYMOUS/ANONIM". Identitas bisa dicantumkan dalam isian komentar berupa NAMA dan DAERAH ASAL
- Komentar dilarang mengandung link Website/Medsos/Email dan berbagai bentuk KONTAK PRIBADI
- Setiap komentar akan diMODERASI dan atas pertimbangan tertentu, kami berhak untuk tidak menampilkan komentar yang dikirim