Hukum Mengaitkan Turunnya Hujan Atau Datangnya Kebaikan Dengan Tibanya Seseorang

HUKUM MENGAITKAN TURUNNYA HUJAN ATAU DATANGNYA KEBAIKAN DENGAN TIBANYA SESEORANG
Syaikh Muhammad bin Shalih al-'Utsaimin rahimahullah
Pertanyaan:
Jika seseorang datang kepada suatu kaum kemudian ketika datang hujan atau kebaikan kepada orang-orang ini, merekapun berkata;ini semua disebabkan kedatangan Si Fulan kepada kita. Apa hukum perkataan ini?
Syaikh: Hukum perkataan ini yaitu mereka telah berucap tanpa ilmu. Sebab Allah تعالى telah berfirman:
وَلَا تَقْفُ مَا لَيْسَ لَكَ بِهِ عِلْمٌ ۚإِنَّ السَّمْعَ وَالْبَصَرَ وَالْفُؤَادَ كُلُّ أُولَٰئِكَ كَانَ عَنْهُ مَسْئُولًا
"Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya." (QS. Al Isra': 36)
Namun yang pasti bahwasannya Rasulullah صلى الله عليه وسلم ketika diasuh oleh orang yang mengasuhnya seperti pamannya, turunlah barakah kepada orang tersebut. Hanya saja hal ini nampaknya khusus bagi Rasulullah صلى الله عليه وسلم.
Adapun selain Beliau, tidak semestinya menyandarkan fenomena perbintangan kepada orang tertentu sebab sekiranya kita memegang prinsip ini kemudian datang seseorang lalu terjadi karena kedatangannya itu badai atau petir yang menggelegar maka apakah akan kita katakan ini karena kesialan Si Fulan? Tentunya tidak boleh kita mengatakan yang seperti ini.
Akan tetapi jika kebetulan seseorang tiba pada suatu negeri lalu turun hujan, tidak mengapa kita mengatakan: ini merupakan nikmat Allah عز وجل karena kedatanganmu terjadi hujan. Hanya saja harus mengatakan karena kedatanganmu.
Jadi, ada bedanya antara orang yang menjadikan kedatangan seseorang sebagai sebab adanya hujan dan antara orang yang melihat bahwa ini merupakan nikmat Allah dengan turunnya hujan dikarenakan kedatangannya.
Liqa' al Bab al Maftuh 154

http://t.me/ukhwh
26/09/2017
  حكم تعليق نزول المطر أو مجيء الخير بقدوم فلان
السائل: إذا قدم شخص على قوم ثم جاءهم المطر أو خير قالوا: هذا بسبب مجيء فلان إلينا أو ببركة مجيء فلان إلينا، فما حكم هذا؟الشيخ: حكم هذا أنه قول بلا علم، وقد قال الله تبارك وتعالى: وَلا تَقْفُ مَا لَيْسَ لَكَ بِهِ عِلْمٌ إِنَّ السَّمْعَ وَالْبَصَرَ وَالْفُؤَادَ كُلُّ أُولَئِكَ كَانَ عَنْهُ مَسْؤُولاً [الإسراء:36].لكن لا شك أن الرسول عليه الصلاة والسلام لما حضنه من حضنه كعمه أنزل الله له بركة، ولكن هذا يظهر أنه خاص بالرسول عليه الصلاة والسلام، أما غيره فلا ينبغي أن تنسب الحوادث الفلكية إلى شخص معين؛ لأننا لو أخذنا بهذه القاعدة ثم جاء إنسان وحصل في مجيئه عواصف من الرياح أو قواصف من الصواعق هل نقول: هذا من شؤم فلان؟ لا، لا يجوز أن نقول هكذا، لكن لو أنه صادف أن شخصاً قدم البلد وجاء المطر فلا حرج أن نقول: هذا من نعمة الله عز وجل أنه لقدومك حصل المطر، لكن لابد لقدومك، ففرق بين من يجعل قدومه هو السبب للمطر وبين من يرى أن هذا من نعمة الله عز وجل أن أنزل المطر لقدومه.

Postingan terkait:

Tidak ada tanggapan

Posting Komentar

Ketentuan mengisi komentar
- Pilihlah "BERI KOMENTAR SEBAGAI:" dengan isian "ANONYMOUS/ANONIM". Identitas bisa dicantumkan dalam isian komentar berupa NAMA dan DAERAH ASAL
- Komentar dilarang mengandung link Website/Medsos/Email dan berbagai bentuk KONTAK PRIBADI
- Setiap komentar akan diMODERASI dan atas pertimbangan tertentu, kami berhak untuk tidak menampilkan komentar yang dikirim