Bukti-bukti Makar, Kedustaan, Fitnah Keji, Tipu Daya & Adudomba Penulis-Penyebar : Surat Terbuka Dari Salafi Kepada Presiden Jokowi

tukpencarialhaq:
BUKTI-BUKTI MAKAR, KEDUSTAAN, FITNAH KEJI, TIPU DAYA & ADUDOMBA SONI a.k.a AHAT a.k.a ABU HUSEIN AT THUWAILIBI a.k.a ABDUL AZIZ AL BROEK a.k.a MAAHER ATH THUWAILIBI, PENULIS-PENYEBAR "SURAT TERBUKA DARI SALAFI KEPADA PRESIDEN JOKOWI"

Sesungguhnya bukti-bukti kejahatan orang ini, kebenciannya terhadap pemerintah serta permusuhannya yang sengit terhadap Salafiyun dan ulamanya telah lama kita ungkap pada artikel terdahulu:


Gambar 1. Bukti Maaher at Thuwailibi a.k.a Abdul Aziz Al Broek, Penulis-Penyebar "Surat Terbuka Dari Salafi Untuk Presiden Jokowi" ternyata adalah orang yang selama Ini memang mengobarkan api peperangan terhadap Salafi dan penyesatan terhadap ulama Salafiyin dengan beking fatwa dari Syaikh Besar Rodja, Ali Hasan Al Halabi si pemuji gembong Teroris Takfiri Usamah bin Laden!!!
Sehingga tatkala kami mendapatkan berita bahwa pembenci pemerintah dan penghujat Salafiyun ini (Soni Maaher at Thuwailibi a.k.a Abdul Aziz Al Broek) menulis dan menyebarluaskan Surat Terbuka Untuk Presiden Jokowi yang kemudian dilabelinya "Dari Salafi Indonesia" maka segeralah kami yakin bahwa si Hizbi Ikhwani Pendusta ini telah melancarkan lagi aksi fitnahan kejinya terhadap Salafiyun Indonesia.

Gambar 2. Surat Terbuka dari Ikhwani Khariji Maaher Thuwailibi yang diatasnamakan -secara keji dan dusta- dari Salafi Indonesia.
Asy-Syaikh Abdurrahman as-Sa'dy rahimahullah berkata:
لا يلام الإنسان على السعي في دفع التهمة عن نفسه وطلب البراءة لها، بل يحمد على ذلك.
"Seseorang tidak tercela atas usahanya membantah tuduhan dusta terhadap dirinya dan menuntut agar dirinya dibersihkan dari tuduhan dusta tersebut, bahkan dia terpuji atas hal itu."
(Tafsir as-Sa'dy, hal. 505)
Jika terhadap diri sendiri saja pembelaan diri untuk membantah dari tuduhan dusta dan fitnahan keji merupakan perbuatan yang dibenarkan (bahkan) terpuji, lalu bagaimana jika fitnahan keji tersebut ditimpakan kepada Salafiyun dan dakwahnya? Bukankah lebih besar lagi hak-hak pembelaan dan pembersihannya?
Maka di sini -dengan mengharapkan bimbingan kemudahan dari Allah Ta'ala- akan kami paparkan beberapa bukti yang menunjukkan makar keji, kebohongan, kelicikan, tipu daya dan ADUDOMBA yang dilancarkan oleh Ikhwani Khariji Soni a.k.a Abu Husein At Thuwailibi a.k.a AHAT a.k.a Maaher at Thuwailibi a.k.a Abdul Aziz Al Broek.
Dan dengan memuji kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala kami mencukupkan diri untuk membongkar berbagai makar tipu daya, kelicikan, kebohongan dan adudomba yang dilancarkannya dengan bukti-bukti dari tulisan si Ikhwani jahat ini sendiri yang dia sebarluaskan sendiri kepada kawan-kawannya.
Firman Allah Ta'ala:
وَشَهِدَ شَاهِدٌ مِنْ أَهْلِهَا
"Dan seorang saksi dari keluarga perempuan itu memberikan kesaksiannya.." (QS. Yusuf: 26)

1. Bukti Pertama

Pada 29 Januari 2017 telah tersebarluas tulisan Soni Maaher at Thuwailibi yang berjudul ASAL USUL ISTILAH "SALAFI" dengan memvonis bahwa istilah/penamaan Salafi adalah Muhdats/bid'ah!
Nukilan:
*ASAL USUL ISTILAH “SALAFI”.*
✍ _Oleh: Maaher At-Thuwailibi__
...Penamaan sebuah kelompok islam dengan Istilah _"Salafi"_ adalah istilah yang *bid'ah* dalam agama. artinya, ia hanya sekedar istilah ilmiah namun tidak ada masyru'iyyah-nya didalam syara'. sama seperti istilah "ikhwani", "quthubiy", "jihadi", "haroki", dst. demikian juga tidak di kenal dalam kitab-kitab para Ulama Salafus Shalih. Istilah "Salafi" ini pertama kali dimunculkan oleh *Imam Adz-Dzahabi* dimasa lalu dalam kitabnya Siyar A'lamin Nubalaa', kemudian di populerkan oleh *Syaikh Al-Albani* Rahimahullah dimasa kini.
Menganggap bahwa istilah "Salafi" adalah istilah yang masyru' (syar'i) adalah bid'ah/muhdats. tidak ada contohnya dari Para Salaf terdahulu, baik tabi'in maupun tabi'ut tabi'in. Imam Ibnu Taimiyyah Rahimahullah dalam kitabnya hanya menjelaskan tentang wajibnya seorang muslim meniti manhaj Salaf, bukan dengan penamaan diri atau kelompok dengan nama “salafi”.
Berbeda dengan kata "Salaf". Kata "Salaf" merupakan istilah yang masyru' (syar'i). Banyak dalil yang mensyari'atkan kepada kita untuk mengikuti jejak langkah kaum Salaf, tentunya Salafus Shalih. yaitu Para Sahabat dan Tabi'in; generasi terbaik setelah Baginda Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam. sebab generasi Salaf adalah generasi terbaik ummat ini yang telah dijamin oleh baginda Rasulullah akan kebenarannya. sedangkan dimasa generasi Salaf, tidak dikenal istilah "Salafi". di masa mereka hanya dikenal istilah "ahlus sunnah wal jama'ah", atau "firqatun naajiyyah", atau "tha-ifatul manshuroh", atau "ghuroba’".
Lalu, bagaimana dengan adanya istilah "Salafi", dan segelintir kelompok yang menamai diri mereka "Salafi" di era modern ?
Istilah "Salafi" adalah *muhdats*, baru.! ya boleh-boleh saja menamai sebuah ormas dengan nama itu, atau menamai sebuah lembaga pendidikan atau pondok pesantren dengan nama itu, sah-sah saja. tetapi, istilah itu tidak dikenal di kalangan Salaf.  Syariat islam hanya memerintahkan kita berpegang teguh dengan *MANHAJ SALAF* dalam beragama tanpa harus mengaku-ngaku diri sebagai "Salafi", atau mengklaim kelompoknya sebagai "Salafi" sedangkan selain kelompoknya bukan "Salafi".
Para Ulama dan orang-orang Shalih dimasa lalu bercita-cita untuk menjadi *Muwahhid* (muslim bertauhid), bukan "Salafi". Karena Muwahhid sudah pasti mengikuti Salaf, sedangkan yang mengaku-ngaku "pengikut salaf" belum tentu Muwahhid.
Berbangga-bangga dengan istilah "Salafi" namun akhlaq dan prilakunya kepada sesama muslim seperti Yahudi, itu namanya bukan "SALAFI", tapi TALAFI !
-selesai penukilan-


Gambar 3. Ikhwani Khariji Soni Maaher menipu: Penamaan sebuah kelompok islam dengan Istilah _"Salafi"_ adalah istilah yang *bid'ah* dalam agama.
Url bukti:
https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=1371113472920776&id=100000664101576
https://m.facebook.com/groups/152358594810224?view=permalink&id=1282070361839036

Bagaimana mungkin tiba-tiba pada 19 Agustus 2017 Maaher berakting di depan umat sebagai seorang Salafi yang putus asa & bingung lalu menulis Surat Terbuka Kepada Bapak Presiden Jokowi?!?
Bukankah engkau sendiri telah membid'ahkan istilah Salafi, melecehkannya sebagai Talafi, kaum perusak dan pengacau, Penjilat penguasa (akan datang bukti-buktinya) melarang penisbahan diri kepadanya? Lalu kenapa sekarang engkau mengenakan semua "pakaian" Salafi yang telah engkau hinadinakan?!
Rasulullah shalallahu 'alaihi wa salam bersabda:
إِنَّ مِمَّا أَدْرَكَ النَّاسُ مِنْ كَلاَمِ النُّبُوَّةِ الأُوْلَى، إِذَا لَمْ تَسْتَحِ فَاصْنَعْ مَا شِئْتَ
[رواه البخاري]
"Sesungguhnya diantara ungkapan yang dikenal manusia dari ucapan kenabian terdahulu ialah: Jika engkau tidak malu, maka berbuatlah semaumu.” [HSR. al-Bukhari]
Apakah engkau lupa -wahai Ikhwani Khariji- dengan firman Allah Ta'ala:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لِمَ تَقُولُونَ مَا لَا تَفْعَلُونَ
كَبُرَ مَقْتًا عِنْدَ الَّهِ أَنْ تَقُولُوا مَا لَا تَفْعَلُونَ
"Hai orang-orang yang beriman, mengapa kamu mengatakan apa yang tidak kamu perbuat?
"Amat besar kebencian di sisi Allah bahwa kamu mengatakan apa-apa yang tiada kamu kerjakan."
(QS. Ash-Shaff: 2-3)
Jika engkau sedang bingung dan putus asa, bukankah lebih baik bagi dirimu untuk menenangkan diri dan meminta bimbingan orang yang berilmu dan bukan malah melemparkan fitnah keji dan adudomba terhadap Salafiyin Indonesia dengan membuat Surat terbuka kepada Bapak Presiden dengan mengkhayalkan diri (untuk menipu beliau) sebagai seorang Salafi. Inna lillahi wa inna ilaihi raji'un.
Tetapi demikianlah makar jahatnya pada 19 Agustus 2017, kelicikan tipudaya dari seorang Hizbi Ikhwani Pendusta tak beradab yang dibongkar sendiri semua kedustaan konyolnya tersebut dengan bukti tulisannya sendiri yang telah tersebarluas 7 bulan sebelumnya, tepatnya pada tanggal 29 Januari 2017. Walhamdulillah-.



2.Bukti Kedua

Dua Wajah yang Saling Menentang.
Akting Antagonis Dzulwajhain Ikhwani Khariji Maaher ath Thuwailibi Sang Oportunis Sejati Penipu Umat
Pada tanggal 29 Januari 2017 tersebarluas tulisan si Hizbi Ikhwani Khariji Pendusta ini.
Nukilan:
Menasehati Pemimpin (Penguasa) Boleh Secara Terbuka, Tidak Mesti Sembunyi-Sembunyi
(Bantahan Ahlus Sunnah Terhadap Syubhat Mulukiyyah, Kaum Murji’ah Penjilat Penguasa)
Oleh: Maaher At-Thuwailibi
Kata mereka, haram mengkritik penguasa secara terang-terangan. Menasehati penguasa (pemimpin) mesti sembunyi-sembunyi."
...
Kalangan yang memvonis mengkritik penguasa hukumnya haram secara terbuka adalah TREND kelompok mulukiyyah (sekte murji’ah modern  yang memang dipelihara oleh penguasa).
...
#Saatnya mencerdaskan ummat dengan teladan salaf, mari bangkit dari kebodohan dan taqlid buta yang membinasakan.
==========
Repost by:
“Cahaya Salaf Group”
[ Pustaka At-Thuwailibi Channel ]
-selesai penukilan-

Gambar 4. Hujatan² keji dan brutal Soni Maaher Thuwailibi terhadap Salafiyun sebagai sekte murji’ah modern yang memang dipelihara oleh penguasa) disebarluaskan demi mengukuhkan kebatilannya dalam menyerang pemerintah secara terbuka.
Url bukti:
https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=1208264239281538&id=995018850606079
Perhatikanlah kenyataan di atas, pada tanggal 29 Januari 2017 berterang muka menampakkan Manhaj Ikhwani Khariji-nya, Soni Abdul Aziz Al Broek Maaher at Thuwailibi dalam menjustifikasi bolehnya mengritik/menyerang penguasa secara terbuka (yang khusus ditulisnya untuk melancarkan hujatannya terhadap Salafiyun sebagai Mulukiyun Penjilat Penguasa).
Dan sekarang lihatlah bagaimana si pendusta besar yang jahat ini pada tanggal 19 Agustus 2017 berakting dengan tampilan wajah yang lain tanpa rasa malu sedikitpun dengan gaya Penyusup seolah-olah dirinya sebagai seorang Salafi (yang telah dihujatnya dengan berbagai julukan hina) yang menulis "Surat Terbuka Dari Salafi Untuk Presiden Jokowi" sembari melemparkan makar keji lagi dusta:
"Bapak Presiden Joko Widodo, pemimpin kami. ▶️Terpaksa kami menulis surat terbuka ini, karena kami sudah putus asa dan bingung bagaimana cara menasehati Bapak secara tertutup"?!?!
-selesai penukilan-



Gambar 5. Manhaj Dzulwajhain Khawarij Penipu Maaher Thuwailibi sang Oportunis Sejati menyingkap sendiri topeng kedustaannya yang bergaya sebagai Salafi.
Bagaimana mungkin di bulan Agustus 2017 engkau -wahai Hizbi Dzulwajhain Pendusta- akan bisa menipu Salafiyin dengan berpura-pura menampakkan sikap TERPAKSA DALAM MENYERANG PEMERINTAH/PRESIDEN SECARA TERBUKA dengan dalih telah putus asa dan bingung bagaimana cara menasehati Presiden secara tertutup dalam keadaan dirimu -pada 7 bulan sebelumnya, tepatnya bulan Januari- telah menyebarluaskan tulisan yang menjustifikasi BOLEH DAN BENARNYA MENYERANG PEMERINTAH SECARA TERBUKA yang secara khusus engkau tulis untuk menghujat, melecehkan dan menghinadinakan Salafiyin yang gigih membentengi umat dari Manhaj sesat para provokator Hizbi Ikhwani semacam dirimu?!
Bagaimana mungkin engkau -wahai Ikhwani Oportunis- bisa berhasil menipu kaum muslimin dengan "berdandan" sebagai seorang Salafi setelah engkau menyebarkan tulisan keji dan provokatifmu ini⬇️?
"Kalangan yang memvonis mengkritik penguasa hukumnya haram secara terbuka adalah TREND kelompok mulukiyyah (sekte murji’ah modern  yang memang dipelihara oleh penguasa)."
-selesai penukilan-
Sungguh ajaib makar si Hizbi pendusta ini dalam menyingkap sendiri akting dustanya.
Engkau yang membangun dan engkau sendiri yang meruntuhkannya.


Siang dan malam Soni Maaher Thuwailibi memprovokasi umat dengan tulisan²nya yang menyerang pemerintah  secara terbuka dan terang²an kemudian Hizbi Penipu ini berlagak sebagai seorang Salafi yang bingung dan putus asa dalam menasehati Bapak Presiden RI secara tertutup dalam keadaan segenap Salafiyun telah diketahui sikap kokoh dan teguhnya di atas Manhaj Ahlussunah tentang wajibnya menasehati para penguasa muslim secara tertutup.

Asy-Syaikh Abdul Qadir bin Muhammad al-Junaid hafizhahullah berkata:

‏جرّ الكلام على الحكام إلى المظاهرات، وجرت المظاهرات إلى المواجهة المسلحة، وجرت المواجهة إلى ذهاب الأنفس والأموال والأمن وتقسيم البلد وأهلها.

"Celaan terhadap pemerintah menyeret kepada demonstrasi, demonstrasi menyeret kepada perlawanan bersenjata, dan perlawanan bersenjata menyeret kepada hilangnya nyawa, harta, keamanan, dan memecah belah negeri dan penduduknya."

https://twitter.com/aljuned77/status/445960910226849792

Sumber: WhatsApp Salafy Indonesia

Sungguh tulisan²nya, hujatan² terbukanya terhadap pemerintah RI dan serangan brutalnya terhadap Salafiyun -yang gigih memperingatkan ummat dari para Provokator penghujat pemerintah- yang telah tersebar luas dan menjuluki Salafi sebagai Talafi, perusak, pengacau, Mulukiyyah Penjilat Penguasa adalah sebaik-baik bukti yang menyingkap kedustaan orang ini. -Walhamdulillah-.


Oportunisme adalah suatu aliran pemikiran yang menghendaki pemakaian kesempatan menguntungkan dengan sebaik-baiknya, demi diri sendiri, kelompok, atau suatu tujuan tertentu.
Oportunis adalah orang yang bersifat oportunisme.
https://id.m.wikipedia.org/wiki/Oportunisme

Dengan paham kebebasan semacam ini apapun akan dilakukannya walau harus bermuka dua dan bersikap antagonis.

Antagonis adalah karakter yang melawan karakter utama atau protagonis. Antagonis sering merupakan seorang penjahat atau hal lainnya yang merupakan konflik dengan protagonis. Antagonis biasanya jahat dan tidak baik serta sering membuat nilai-nilai negatif.
https://id.m.wikipedia.org/wiki/Antagonis

Nas'alullahas salamah wal 'afiyah.

3. Bukti Ketiga
Akting yang Gagal: Salafi Dalam Bidikan² Keji & Brutal Si Hizbi Ikhwani Penyusup Abu Husein s.k.a Maaher ath Thuwailibi, Penulis-Penyebar Surat Terbuka Salafi Indonesia Kepada Presiden Jokowi
Dalam artikel yang dipropagandakan oleh situs VOA tanggal 4 Pebruari 2015 berjudul: Jangan Salah Kaprah Memahami 'Harokah', Abu Husein At-Thuwailibi menyerang dan menghujat Salafiyun secara brutal sebagai:
- Murjiah,
- Khawarij,
- Para pengacau dan penghancur terhadap setiap gerakan dakwah,
- Mencerminkan amal perbuatan musuh-musuh Allah dari kalangan orang-orang kafir dan Munaafiq
- Menjelek-jelekkan para da'i pengibar "Sunnah" dan melebeli mereka "Hizbiyyah".
Berbagai hujatan tersebut dilakukannya demi pembelaan dan pembenaran membabibutanya atas gerakan mengritik/menyerang & menghujat pemerintah secara terbuka.

Nukilan:
"Ketika dihadapkan dengan realita penguasa-penguasa dzalim dan sekuler mereka seolah bersikap seperti Murji'ah, sedangkan ketika berhadapan dengan para Da'i Sunnah mereka seolah bersikap seperti Khawarij.
Keberadaan mereka ditengah ummat seolah menjadi pengacau dan penghancur terhadap setiap gerakan dakwah yang berusaha membangkitkan kembali ummat ini dari keterpurukan secara Ilmiyah dan Siyasiyah.
Ketika muncul kalangan yang mengkritisi penguasa dzalim dan sekuler secara terbuka, mereka pun bergegas untuk melabeli kalangan itu dengan "Hizbiyyah", atau yang paling beratnya adalah "Khawarij", wal-'iyaadzu Billah. Mereka beralasan bahwa haram mengkritik penguasa secara terbuka karena bukan bagian dari manhaj Salaf."


Gambar 6. Tatkala situs VOA menyebarluaskan & mempropagandakan hujatan² keji Maaher terhadap Salafiyin dan dakwahnya
Jika demikian hakekat Manhaj Ikhwani Maaher ath Thuwailibi dan hujatan² brutalnya terhadap Salafiyin lalu akal sehat yang mana yang bisa tertipu bahwa Ikhwani Khariji jahat semacam ini, yang siang malam menghabiskan waktunya untuk melancarkan permusuhan terbuka yang sangat sengit terhadap SALAFI tiba-tiba pada tanggal 19 Agustus 2017 dirinya "berdandan" dengan tipuan murahan sebagai seorang Salafi bingung (dan stress!) yang nekat menulis Surat Terbuka Kepada Bapak Presiden Jokowi dan melemparkan hujatan² kepada Presiden dan pemerintah secara terang-terangan?!

 
Gambar 7. Dzulwajhain Abu Husein a.k.a Maaher Thuwailibi, dua wajah yang saling menentang. Antara wajah asli Hizbi Ikhwani  penghujat Salafi dan wajah lainnya tatkala "berdandan" menulis surat  sebagai Salafi bingung.
Sungguh kedok pengakuan    dustamu sebagai seorang Salafi -wahai Hizbi Ikhwani  jahat- telah dibongkar sendiri oleh bukti tulisanmu yang disebarluaskan oleh kawan-kawan VOAmu dari sejak 2 tahun yang lalu (4 Pebruari 2015)!
Firman Allah Ta'ala:
وَشَهِدَ شَاهِدٌ مِنْ أَهْلِهَا...
"...dan seorang saksi dari keluarga wanita itu memberikan kesaksiannya:"
(QS. Yusuf: 26)
Dengan demikian sepantasnya kita panjatkan puji syukur Alhamdulillah bahwa dengan bukti tulisannya yang disebarluaskan oleh situs yang semanhaj dengannya -VOA-  telah menyingkap sendiri topeng  dusta si Salafi-Imitasi Soni Maaher At Thuwailibi.
https://telegram.me/tp_alhaq
18/09/2017
19/09/2017
20/09/2017

Postingan terkait:

Tidak ada tanggapan

Posting Komentar

Ketentuan mengisi komentar
- Pilihlah "BERI KOMENTAR SEBAGAI:" dengan isian "ANONYMOUS/ANONIM". Identitas bisa dicantumkan dalam isian komentar berupa NAMA dan DAERAH ASAL
- Komentar dilarang mengandung link Website/Medsos/Email dan berbagai bentuk KONTAK PRIBADI
- Setiap komentar akan diMODERASI dan atas pertimbangan tertentu, kami berhak untuk tidak menampilkan komentar yang dikirim