Berbeda Dengan Imam Dalam Hal Mendahulukan Kedua Lutut Atas Kedua Tangan Ketika Turun Sujud

CONTOH PERKARA YANG TIDAK MENYELISIHI IMAM SHALAT:
BERBEDA DENGAN IMAM DALAM HAL MENDAHULUKAN KEDUA LUTUT ATAS KEDUA TANGAN
Syaikh Muhammad bin Shalih al 'Utsaimin rahimahullah
Pertanyaan:
Jika imam shalat termasuk orang yang mendahulukan kedua lutut atas  kedua tangan ketika turun sujud, lalu apakah ketika makmum mendahulukan kedua tangannya atas kedua lututnya termasuk menyelisihi imam?
Jawaban:
Yang nampak bagiku bahwa hal itu bukan bentuk penyelisihan karena makmum tidak terlambat mengikuti gerakan imam dan tidak mendahului imam. Beda halnya dengan duduk istirahat. Jika imam tidak duduk istirahat, maka makmum disyariatkan pula untuk tidak duduk istirahat. Karena dengan duduk istirahatnya itu makmum akan terlambat mengikuti imam .
Adapun makmum mendahulukan kedua tangannya atas kedua lututnya, maka tidak membuat makmum terlambat maupun mendahului imam.
Contoh lainnya seperti ketika imam memegang pendapat disyariatkannnya duduk tawaruk pada setiap tasyahhud akhir meskipun pada shalat yang berjumlah dua rakaat atau imam memegang pendapat disyariatkannya duduk iftirasy meskipun pada tasyahhud yang kedua dalam shalat yang memiliki dua tasyahhud kemudian makmum berbeda dengan imamnya, maka yang seperti ini tidak terhitung sebagai bentuk penyelisihan.
Jadi, yang nampak dalam hal berbedanya makmum dengan imamnya dalam hal mendahulukan kedua tangannya sebelum kedua lutut bukanlah termasuk menyelisihi imam dan tidak mengapa makmum mendahulukan kedua tangannya sebelum kedua lututnya.
Liqa' al Bab al Maftuh 72
http://t.me/ukhwh
29/09/2017
مخالفة الإمام في تقديم الركبتين على اليدين
السؤال: إذا كان الإمام ممن يقدم ركبتيه على يديه إذا هوى إلى السجود فهل يكون تقديم المأموم يديه على ركبتيه مخالفة للإمام في هذه الحال؟الجواب: الذي يظهر لي أنها ليست مخالفة؛ لأنه لم يتأخر عنه ولم يتقدم عنه بخلاف جلسة الاستراحة، فإن الإمام إذا كان لا يجلس للاستراحة فالمأموم مشروع له ألا يجلس، لأنه بجلوسه يتأخر، أما هذا فلا يتأخر ولا يتقدم، فهو مثل لو كان الإمام يرى مشروعية التورك في كل تشهد أخير ولو في الصلاة الثنائية، أو يرى مشروعية الافتراش حتى في التشهد الثاني في الصلاة التي لها تشهدان، وصار المأموم يخالفه، فإن ذلك لا يعد مخالفة، فالظاهر أن هذا ليس من المخالفة، وأنه لا حرج على المأموم أن يقدم يديه قبل ركبتيه.

Postingan terkait:

Tidak ada tanggapan

Posting Komentar

Ketentuan mengisi komentar
- Pilihlah "BERI KOMENTAR SEBAGAI:" dengan isian "ANONYMOUS/ANONIM". Identitas bisa dicantumkan dalam isian komentar berupa NAMA dan DAERAH ASAL
- Komentar dilarang mengandung link Website/Medsos/Email dan berbagai bentuk KONTAK PRIBADI
- Setiap komentar akan diMODERASI dan atas pertimbangan tertentu, kami berhak untuk tidak menampilkan komentar yang dikirim