Membagi Harta Warisan Diantara Anak Sebelum Meninggal

MEMBAGI HARTA WARISAN DIANTARA ANAK SEBELUM MENINGGAL
Syaikh Muhammad bin Shalih al-'Utsaimin rahimahullah
Pertanyaan:
Jika seseorang ingin membagi harta warisan diantara anak-anaknya sebelum dia meninggal, apa hukumnya?
Jawaban:
Para ulama berkata: tidak mengapa orang yang sedang sakit membagi harta warisan kepada ahli warisnya sesuai bagian warisan.
Namun ucapan ini keliru dan tidak benar, dikarenakan:
1.Pertama, dia menyegerakan sesuatu yang belum terjadi padahal Allah عز وجل berfirman tentang harta warisan:
وَلَكُمْ نِصْفُ مَا تَرَكَ [النساء:12]
Dan bagimu (suami-suami) seperdua dari harta yang ditinggalkan (An-Nisa': 12)
sehingga seseorang selama masih hidup, dia tidak meninggalkan sesuatupun.
2.Kedua: boleh jadi ahli warisnya ada yang meninggal sebelum dia. Terkadang kondisinya sakit parah yang hampir mendekatkan ajalnya dan dia mempunyai ahli waris lalu para ahli waris ini mengalami kecelakaan diantara waku sore dan pagi sehingga pewaris berubah menjadi yang diwarisi.
3.ketiga: bahwasannya jika dia membaginya diantara anak-anaknya, boleh jadi salah seorang dari anak-anaknya mendapat taufik terhadap apa yang dia terima lalu dia gunakan untuk berniaga kemudian hartanyapun bertambah dan berkembang sehingga harta yang dimiliki anaknya ini lebih banyak dari yang dimiliki ahli waris yang lain ketika kematiannya lalu kondisi ini menimbulkan suatu yang mengganjal di hati anak yang lain. Meskipun tidak berefek dan tidak semestinya timbul, namun pastinya akan timbul.
Jadi, kami berpendapat hendaknya kita membiarkan perkaranya sebagaimana Allah عز وجل membiarkannya yaitu harta waris tidak dibagi melainkan setelah meninggalnya pemilik.
Liqa' al Bab al Maftuh 202
http://t.me/ukhwh
18/08/2017
تقسيم الميراث بين الأبناء قبل الموت
السؤال: الإنسان إذا أراد أن يقسم الميراث بين أبنائه قبل أن يموت، فما الحكم؟الجواب: يقول العلماء: لا بأس للمريض أن يوزع تركته على ورثته على حسب الميراث، لكن هذا غلط وليس بصحيح.أولاً: لأنه تعجل شيئاً لم يكن، والله عز وجل يقول في الميراث: وَلَكُمْ نِصْفُ مَا تَرَكَ [النساء:12] والإنسان ما دام حياً فلم يترك شيئاً.ثانياً: أنه ربما يموت بعض ورثته قبله، قد يكون هذا مريضاً مدنفاً قد قرب أجله، وله ورثة ثم هؤلاء الورثة يصابون بحادث بين عشية وضحاها، فينقلب الوارث موروثاً.ثالثاً: أنه إذا قسمه بينهم فربما يوفق أحدهم فيما أخذه فيتجر به ويزداد وينمو ويكون عند الموت ما بيده أكثر ما بيد الورثة الآخرين فيوقع هذا في قلوبهم شيئاً، وإن كان هذا ليس له أثر، ولا ينبغي أن يوقع لكن لا بد أن يوقع، فلذلك نرى أن نبقي الأمر كما أبقاه الله عز وجل، أن الميراث لا يكون مقسوماً إلا بعد الموت.

Postingan terkait:

Tidak ada tanggapan

Posting Komentar

Ketentuan mengisi komentar
- Pilihlah "BERI KOMENTAR SEBAGAI:" dengan isian "ANONYMOUS/ANONIM". Identitas bisa dicantumkan dalam isian komentar berupa NAMA dan DAERAH ASAL
- Komentar dilarang mengandung link Website/Medsos/Email dan berbagai bentuk KONTAK PRIBADI
- Setiap komentar akan diMODERASI dan atas pertimbangan tertentu, kami berhak untuk tidak menampilkan komentar yang dikirim